Tuesday, 20 November 2018

10 Pertanyaan Keuangan yang Membuatmu Tidak Bisa Tidur Dijawab Ahlinya

img detail
ISTOCK

Persiapan untuk #Resolusi2019 yang lebih masuk akal.

Selain pertanyaan, "apakah Tuhan itu ada", dan "apakah beauty influencer selalu percaya diri" (jawabannya, tidak selalu) atau "apakah gebetanmu seorang sosiopat" (waspadai tanda-tandanya) dan "apakah saya sudah menikah dengan orang tepat"(well, ini perbanyak doa)—pertanyaan lain yang sering menghantui adalah... tentang duit. Bagaimana memulai investasi, berapa banyak yang mesti ditabung dari gaji yang pas-pasan, sampai haruskah mengubah besaran cicilan rumah agar tidak berutang seumur hidup. Untuk itu, Woop menghubungi Eko Endarto, seorang konsultan keuangan dari Finansia Consulting, untuk menjawab 10 pertanyaan keuangan yang membuatmu selalu getir. 

 

Jawaban: "Dengan kondisi dan keterbatasanmu, maka cara yang paling mudah adalah dengan memiliki investment advisor bagi keuangan atau mencari produk yang dikelola oleh profesional," terang Eko. "Untuk jasa professional investment, kamu bisa cari info tentang perencana keuangan sedangkan produk yang cocok bisa mencari produk Reksadana karena produk itu tidak mengharuskan kamu pusing memilih produk dan investasi dikelola oleh manager investasi," sarannya.

Kesimpulan: Cari tahu tentang perencana keuangan dan Reksadana. 

Jawaban: "Sangat penting," tegas Eko. Pasalnya, "setiap orang memiliki keterbatasan waktu dan juga tenaga. Artinya ada siklus di mana seseorang tidak lagi memiliki penghasilan. Nah, saat itulah kita menggunakan dana pensiun kita."

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah berinvestasi, "karena pensiun hanya bisa diatasi dengan investasi yang mengalahkan inflasi. Inflasi kita sekitar 7% rata-rata, jadi kamu harus mencari produk investasi yang lebih tinggi dari inflasi agar nilai uang bisa meningkat dan cukup untuk dana pensiun kelak. Sisihkan minimal 10% untuk kebutuhan tersebut dari penghasilanmu," Eko mengingatkan. 

Kesimpulan: Pensiun itu penting dan mulailah mempersiapkan dana pensiun dengan cara berinvestasi. 

Jawaban: "Sisihkan minimal 10% dari penghasilan sebagai awal, dan kalau bisa terus meningkat seiring naiknya penghasilan kita."

Kesimpulan: Seberapa kecil pun pendapatanmu, usahakan menyisihkan 10% untuk dana pensiun.  

Jawaban: Menurut Eko, jumlahnya adalah minimal 10% dari penghasilan. Dan tidak perlu rumit, budget bulananmu bisa sesederhana: 10% untuk sosial agama, 30% maksimal untuk cicilan utang, 20% untuk investasi dan proteksi. "Dan sisanya bisa digunakan untuk konsumsi," terangnya. 

Kesimpulan: Ingat angka ajaib: 10—untuk tabungan dan sosial, 20 untuk investasi dan proteksi. Sisanya, silakan dipakai untuk keperluan lain. 

Jawaban: "Sederhananya adalah selalu bayar utang lunas pada waktunya," tegas Eko. "Jadi ketika siap berutang maka sudah siap juga akan ada dana yang harus digunakan untuk membayarnya. Jangan menunda dan batasi penggunaan kartu kredit agar cicilan tidak lebih dari 30% penghasilan." 

Kesimpulan: Tinggalkan kartu kredit di rumah ketika ke mal. 

Jawaban: "Sisihkan penghasilanmu. Cari produk yang lebih tinggi dari inflasi. Dan yang terpenting adalah komitmen dan rutin untuk jangka panjang." 

Kesimpulan: Jika dalam percintaan kamu takut berkomitmen, dalam hal pensiun harus lebih berani. 

Jawaban: "Idealnya, minimal 10% dari penghasilan setiap bulan. Jika lebih dari itu, sangat disarankan," jelasnya.

Kesimpulan: Ingat angka wajib --> 10. 

Jawaban: "Cara apa pun tidak masalah, baik offline maupun online," tegas Eko. Menurutnya, yang penting adalah hasilnya harus realistis, dalam artian wajar dan terukur sehingga produknya benar-benar produk investasi bukan produk bodong. Selain itu, cara kerja investasi tersebut harus dipaparkan dengan jelas. Dan, "legalitas juga penting. Perusahaan dan produknya harus terdaftar dan diregestrasi di OJK," katanya. 

Kesimpulan: Untuk yang tidak mau ribet, silakan lihat no.1. Untuk yang lebih rajin dan memiliki DNA kepo, kerjakan PR-mu dengan menyeluruh ketika ingin menginvestasi online tanpa bantuan penasihat keuangan. 

Jawaban: "Apabila itu adalah rumah pertama dan tujuannya untuk digunakan, nggak masalah jika waktu lama karena makin lama nilai properti akan makin naik, lebih tinggi dari utang kita." 

Kesimpulan: Nikmati cicilan rumah pertamamu. 

Jawaban: "Asuransi adalah perlindungan, bukan untuk mendapatkan hasil. Jadi, asuransi menjamin kamu tidak akan kehilangan asset apabila risiko terjadi. Maka penggunaan asuransi bukan dengan tujuan untuk dapat keuntungan, melainkan saat risiko terjadi ketika kamu pensiun, kamu tidak harus melepaskan asset untuk mengatasinya," imbuhnya.

Kesimpulan: Asuransi penting untuk melindungi asset, terutama saat pensiun. 

Selanjutnya: Berbicara keuangan dan utang, ini mungkin yang menyebabkan utangmu tidak pernah lunas


MORE ARTICLES


MORE CAREER
MORE TRAVEL
MORE INTERVIEW
MORE BEAUTY & STYLE
MORE MONEY
MORE HEALTH
MORE RELATIONSHIP
MORE HOUSE DECOR