Wednesday, 08 May 2019

4 Kesalahan Berinvestasi yang Sering Dilakukan Anak Muda

img detail
ISTIMEWA

Apa kamu berencana untuk investasi tapi masih takut memulai? Ada baiknya kamu menghindari empat kesalahan yang sering dilakukan oleh anak muda saat berinvestasi.

Berinvestasi tentunya bukanlah yang mudah. Banyak hal yang harus kita ketahui agar tidak tertipu oleh investasi bodong yang semakin marak terjadi. Oleh karena itu, kamu disarankan untuk menjauhi empat kesalahan yang biasanya sering dilakukan oleh para investor ‘amatir’ muda. Dan bagaimana kita belajar untuk tidak melakukannya!

Menjadi seorang investor tidaklah gampang. Banyak keterampilan yang harus kita pelajari sejak masih muda. Maka dari itu, kita harus benar-benar mempelajari hal baru, apalagi ketika berhadapan dengan uang, karena saat kamu salah, konsekuensinya bisa sangat serius untuk hidupmu. Ditambah lagi, jika kamu tidak mengerti tentang seluk-beluk cara berinvestasi, bisa-bisa kamu malah ditipu oleh investasi bodong yang malah merugikanmu. Inilah empat kesalahan yang sering dibuat oleh investor ‘amatir’ muda.

  • Banyak menunda

Kesalahan terbesar yang bisa dilakukan investor muda adalah sering menunda untuk mengambil keputusan. Hal seperti ini dapat merusak portfolio investasi ketika pasar bergerak begitu cepat. Oleh karena itu, segeralah bertindak ketika melihat ada peluang untuk masuk. Tidak perlu menunggu ketika harga saham sangat murah, karena saham yang murah belum tentu saham yang bernilai. Banyak\\nvestor muda pada umumnya tidak segera bertindak karena takut atau merasa belum berpengalaman. Padahal, apabila sebuah kesempatan lewat begitu saja, bisa jadi itu akan memengaruhi mental ketika melakukan investasi.

  • Berspekulasi

Perlu diketahui bahwa investor muda memiliki keuntungan sendiri dibandingkan yang sudah senior, yakni dalam hal usia. Oleh sebab itu, seringkali investor muda memilih investasi berisiko tinggi dengan harapan mendapat hasil lebih besar. Jika ternyata mengalami kerugian, investor muda tinggal memulihkan kondisi keuangannya dengan membeli investasi yang lebih aman. Namun hal itu merupakan sebuah spekulasi bukan berdasarkan hasil riset pasar. Daripada melakukan spekulasi, investor muda sebaiknya membeli sebuah saham yang aman dan memiliki potensi akan menanjak harganya.

  • Tidak banyak bertanya

Penting diperhatikan oleh kamu yang ingin berinvestasi, salah satu faktor penting dalam memutuskan bentuk investasi adalah dengan bertanya pada yang lebih senior. Bila suatu aset diperdagangkan dengan harga separuh dari nilai wajarnya, tentu ada alasan dan menjadi tanggung jawab si investor untuk mencari tahu. Investor muda yang belum pernah mengalami masuk perangkap investasi, cenderung akan mengambil keputusan tanpa terlebih dahulu berusaha mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan transaksi yang akan dilakukannya.

  • Kurang berinvestasi

Jangan malas untuk berinvestasi. Seorang investor memiliki kesempatan terbaik untuk mencari hasil tertinggi dan mengambil risiko lebih besar jika mempunyai rentang waktu yang panjang. Investor muda memiliki rentang waktu yang panjang sehingga mampu bertoleransi dengan risiko yang lebih besar.

Orang yang masih muda juga cenderung kurang berpengalaman mengelola uang. Akibatnya, mereka sering tergoda untuk fokus pada upaya-upaya yang dapat segera mungkin menghasilkan dan mendapat manfaat dari uang, tanpa berusaha fokus pada tujuan jangka panjang. Membelanjakan uang pada saat ini ketimbang menabung dan berinvestasi dapat membentuk kebiasaan buruk dan akan berdampak pada masalah tabungan dan dana pensiun.

 

Selanjutnya: apakah kamu sedang mengalami krisis keuangan? Jangan khawatir, Woop punya cara untuk keluar dari krisis keuangan. 


MORE ARTICLES


POPULAR ARTICLES
MORE CAREER
MORE TRAVEL
MORE INTERVIEW
MORE BEAUTY & STYLE
MORE MONEY
MORE HEALTH
MORE RELATIONSHIP
MORE HOUSE DECOR