Wednesday, 01 May 2019

4 Negara yang Tidak Ikut Peringati May Day

img detail
ISTIMEWA

Happy labor day! Seluruh dunia sedang memperingati Hari Pekerja Internasional atau May Day, kecuali 4 negara ini yang tidak ikut merayakannya (namun ternyata ada alasan dibalik itu).

Setiap tahunnya, ditanggal 1 Mei, seluruh dunia memperingati May Day atau Hari Pekerja Internasional. Di Indonesia sendiri istilah May Day sering disebut dengan Hari Buruh. May Day diperingati untuk menghargai dedikasi dan hak-hak buruh selama mereka bekerja. Selain itu, peringatan 1 Mei juga dijadikan pengingat untuk salah satu peristiwa penting yang terjadi pada tahun 1886, di mana para pekerja di Chicago melakukan protes atas hak jam kerja yang layak. Namun, ternyata tidak semua negara ikut memperingati May Day dan tidak menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional.

Cina

Negara paling padat penduduknya ini memang merayakan Hari Buruh Internasional sejak tahun 1920. Di mana saat ini Partai Komunis dengan mahasiswa dan serikat buruh mengadakan unjuk rasa di Shanghai dan Beijing. Setelah itu, di tahun 1949, unjuk rasa tersebut dijadikan sebagai hari libur umum. Selama Revolusi Kebudayaan, tanggal ini menjadi salah satu hari libur terpenting di negara Cina. Meskipun, Cina ikut merayakan peringatan Hari Buruh, namun adapun makna dibalik itu semua. Para pekerja Cina tidak memiliki hak-hak dasar, seperti kebebasan berserikat dan hak untuk berunding bersama. Di mana, kedua hal tersebut merupakan fondasi kunci dari sebagian besar gerakan buruh. Selain itu, hak-hak lainnya termasuk pekerja anak, upah yang tidak dibayar, lembur ilegal, keselamatan yang buruk, dan diskriminasi juga masih dirasakan oleh pekerja di Cina.

Kamboja

Perlu kamu ketahui bahwa Kamboja mendapatkan peringkat kelima menjadi negara terburuk di dunia pekerja. Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Human Right Watch pada tahun 2015, menyoroti lembahnya penegakan hukum dalam hal perburuhan dan pelanggaran hak asasi manusia. Pelanggaran hak dan kegagalan pemerintah tersebut berupa pekerja anak yang melanggar hukum, intimidasi pemimpin serikat pekerja, kegagalan untuk menyediakan akomodasi yang layak bagi pekerja yang hamil, dan menghindari membayar pekerja yang bersalin serta tunjangan lainnya.

Pakistan

Pada September 2012, kebakaran hebat melanda pabrik garmen Karachi, di mana 298 karyawannya menjadi korban. Dari peristiwa ini, kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa undang-undang ketenagakerjaan di Pakistan tidak berjalan dengan baik, ditambah banyaknya pekerja di bawah umur pun meluas yang mengakibatkan adanya perdagangan anak. Hal tersebut menunjukkan walaupun Pakistan menetapkan 1 Mei sebagai May Day, tetapi kemerdakaan hak-hak pekerjanya belum didapatkan secara layak.

Belanda

Belanda tidak merayakan May Day atau Hari Pekerja Internasional ini. Meskipun Belanda berbeda dengan negara Eropa lainnya, tapi negara ini menggunakan konsep Poldermodel dalam hal mensejahterakan para tenaga kerja. Di mana, konsep ini merupakan proses kompromi antara pemerintahan pusat yang bekerjasama dengan serikat buruh dan asosiasi-asosiasi pekerja. Kerjasama tersebut berupa menanggung atau membagi permasalahan sosial dan ekonomi sama rata terhadap semua golongan masyarakat. Dan melalui kompromi tersebut, menghasilkan kesepakatan yang adil bagi semua pihak.

 

Selanjutnya: tentunya kesejahteraan pekerja harus diberikan oleh seluruh perusahaan. Termasuk tentang masalah gaji. Jangan pernah takut meminta naik gaji, jika kamu merasa pekerjaanmu tidak sepadan dengan gajimu sekarang. Gunakan cara cerdas ini


MORE ARTICLES


POPULAR ARTICLES
MORE CAREER
MORE TRAVEL
MORE INTERVIEW
MORE BEAUTY & STYLE
MORE MONEY
MORE HEALTH
MORE RELATIONSHIP
MORE HOUSE DECOR