Sunday, 03 March 2019

6 Pertanyaan Soal Uang yang Perlu Dijawab Sebelum Nikah

img detail
iStock

Karena cinta tidak bisa membayar tagihan.

Menikah hanya karena cinta tanpa uang itu bullshit. Kita tetap butuh uang untuk bisa membangun pernikahan yang harmonis, memenuhi kebutuhan rumah tangga, hingga bisa menyekolahkan anak. 

Memang, menikah karena cinta itu baik. Namun selain cinta, kamu perlu memikirkan soal finansial kalian setelah menikah. Nah, coba lontarkan lima pertanyaan ini kepada pasangan sebelum menikah. Lihat bagaimana jawaban mereka.

“Bagaimana cara kamu mengatur keuangan?”

Pertanyaan ini menjadi pembuka percakapan yang cukup bagus. Tanyakan kepada pasangan tujuan finansial jangka pendek dan jangka panjang. Ini bisa membantumu memahami gaya hidup seperti apa yang diharapkan pasangan di masa depan. 

Plus, pastikan kamu mengenal kebiasaannya menghabiskan uangnya. Apa dia tipe yang suka menabung penghasilannya atau menghabiskan seluruhnya? Mungkin terdengar konyol tapi bisa menjadi pertimbanganmu untuk memiliki finansial yang sehat setelah menikah.

“Apa kamu punya utang?”

Jika kamu akan menikah utang pasangan tentu menjadi bebanmu juga. Saat pasangan mengambil pinjaman atau berutang sesuatu, tanyakan pula apakah ia apa rencananya untuk melunasinya? Apakah pasangan dapat berkontribusi untuk pengeluaran rumah tangga? 

Tidak apa-apa jika pasangan masih terus membayar utangnya setelah menikah tapi pastikan dia bisa melunasinya. Jangan sampai utang pasangan menyebabkan pertengkaran dalam rumah tanggamu. 

“Ada rencana melakukan pengeluaran besar di masa depan?”

Apa pasanganmu berencana resign dari pekerjaan untuk kuliah lebih lanjut? Atau dia berencana membeli rumah maupun mobil baru yang mengeluarkan biasa besar? Adakah keluarga yang bergantung kepada pasangan secara finansial? Kamu perlu tahu rencana pasangan ini sebelum menikah. Jangan sampai, kamu terkejut di kemudian hari dan membebankan pikiranmu.

“Kamu sering menghabiskan uang untuk apa?”

Kamu perlu tahu kebiasaan pasangan dalam menghabiskan uang. Apa itu untuk bergabung dengan keanggotaan klub kelas atas? Atau berpesta di pub? Atau lebih banyak menghamburkan uang untuk otomotif? 

Setelah mendapat jawaban pasangan, kamu juga perlu bertanya kepada diri sendiri, apa kamu suka melihat si dia menghambur-hamburkan uang untuk hal tersebut? Jika tidak, diskusikan hal ini sebelum menikah dan cari solusi bersama lalu catat agar pasangan bisa ‘mengerem’ hobinya tersebut.

“Berapa gajimu?”

Percayalah, masih banyak pasangan menikah di luar sana yang tidak terbuka soal jumlah gaji atau penghasilan masing-masing. Cari peluang untuk membicarakan hal ini. Mungkin menjadi topik yang dianggap tabu tapi bisa membantumu memahami kondisi keuangan satu sama lain. Bahkan kalian bisa lebih baik dalam mengatur keuangan rumah tangga dan menyusun anggaran yang teratur. 

“Apa kamu mau membuat anggaran rumah tangga bersama-sama?”

Salah satu yang sering terjadi, pria hanya memberikan uang mereka ke sang istri untuk diatur sendiri. Padahal, merencanakan anggaran bersama bisa membantu kalian mengerti kondisi keuangan rumah tangga. Jangan sampai nanti di masa depan, yang ada hanya judgemental seperti tuduhan ‘kamu terlalu boros’ atau ‘kok habis melulu?’. 

Rencanakan pula, apa kalian akan menyatukan penghasilan dalam bentuk uang tunai atau menabung di bank? Pikirkan juga bagaimana memiliki dana darurat serta persiapan menyimpan uang ke depannya.

 

Selanjutnya: Nah, kalau jomblo beda lagi. Kamu perlu tahu manfaat tidak punya pasangan, jadi jangan sedih melulu ya...


MORE ARTICLES


POPULAR ARTICLES
MORE CAREER
MORE TRAVEL
MORE INTERVIEW
MORE BEAUTY & STYLE
MORE MONEY
MORE HEALTH
MORE RELATIONSHIP
MORE HOUSE DECOR