Friday, 03 August 2018

Kenapa: Lidah Kelu, Panas Dingin Saat Ingin Membicarakan Seks dengan Pasangan?

img detail
ISTOCK

Dan bagaimana menolak saat sedang tidak mood?

Kenapa ya, membicarakan seks—dengan pasangan sulit sekali? Belum dibicarakan saja, masih di dalam pikiran sudah membuat mengigil dan menarik nafas panjang sepanjang hari. Ini pasangan sendiri, seseorang yang seharusnya menjadi orang terdekat, sudah tahu 80% kebaikan dan kejelekan kita sehingga bebas berbicara tentang apa pun, termasuk seks. Apakah ini bagian dari misteri cinta yang tidak akan terpecahkan sampai akhir jaman?

"Penelitian kami memperjelas bahwa orang-orang yang merasa nyaman dengan hubungannya lebih berani membicarakan topik-topik intim dan mengalami kehidupan seksual yang lebih memuaskan," tulis Rebecca J. Cobb, Ph.D., seorang psikolog klinis dari Simon Fraser University di Psychology Today. Sebaliknya, "mereka yang merasakan cemas berlebih tentang hubungannya dan reaksi pasangannya akan kesulitan saat berkomunikasi." Dalam penelitian yang dilakukannya bersama dua orang psikolog lain, Jobb merincikan beberapa hal yang mungkin kita panas dingin, ragu, dan akhirnya hanya disimpan di hati ketika dihadapkan dengan sesuatu yang berhubungan dengan seks. Berikut di antaranya:

1. Takut. Takut ditolak, atau takut melakui perasaannya. Takut tiba-tiba mengetahui bahwa ternyata si dia sudah bosan dengan kita! Ngeri. Plus, tidak yakin dengan reaksi pasangan ketika menyampaikan tentang sesuatu yang tidak kamu suka, atau ada hal baru yang ingin kamu coba atau tentang frekuensi hubungan intim kalian. Akhirnya, berasumsi sendiri dan, "dalam penelitian kami, ketika orang-orang menyalahkan pasangan mereka atau diri sendiri, hanya akan memperparah situasi."

2. Memiliki ekspektasi yang kurang realistis. Misalnya, karena berpikir si pasangan cinta mati, harusnya paham dan mengerti dong, tanpa harus dikasih tahu. Berharap dia mengerti hanya dengan melihat mata. Jobb menuliskan bahwa beberapa penelitian membuktikan keyakinan-keyakinan seperti inilah yang sangat bisa merusak hubungan. Cara lebih bijak: "berterang terang tentang kebutuhan dan keinginanmu merupakan cara yang lebih efektif untuk mendapatkan apa yang kamu mau dibandingkan berharap pasangan bisa membaca pikiran," tulisnya. 

3. Khawatir ketika dibicarakan akan akan merusak suasana. Jika kamu merasakan ini, Jobb menyarankan untuk memilih waktu yang tepat; maksudnya: saat kalian berdua memiliki energi dan waktu untuk membahas sesuatu yang sangat sensitif. Oh, bagaimana jika kamu ingin memprotes persis saat sedang berhubungan karena tidak menyukai sesuatu yang diakukannya? Non-verbal adalah metode yang terbaik, kata Jobb, karena "berbicara selama seks mungkin bisa mengganggu dan merusak momen." Misalnya, gunakan kode-kode halus yang tidak membuatnya merasa terancam, seperti menggerakkan tanda untuk memberikan tanda-tanda mohon diperlambat atau dipercepat. 

Dan, oh, oh, oh—bagaimana jika malam ini kamu hanya ingin tidur, tidak tertarik berhubungan seks? Terbukalah, jujur dan tidak perlu menyalahkan siapa pun. Pasalnya, bahkan pembicaraan tentang "kurang nafsu" bisa membuat hubungan lebih erat. "Menciptakan intimasi dengan membagikan pemikiran-pemikiran dan perasaan tentang seks bisa jadi membuat hubungan seksual kalian lebih memuaskan." 

Seandainya, seks bukanlah penyebab dirimu cemas akhir-akhir ini, melainkan bingung apakah etis memposting foto atau anak tidak? Dengarkan tips dari psikolog ini


MORE ARTICLES


POPULAR ARTICLES
MORE CAREER
MORE TRAVEL
MORE INTERVIEW
MORE BEAUTY & STYLE
MORE MONEY
MORE HEALTH
MORE RELATIONSHIP
MORE HOUSE DECOR