Monday, 05 November 2018

Lakukan Ini Saat Mulai Membandingkan Keuanganmu dengan Orang Lain

img detail
ISTOCK

Saatnya detoks medsos.

Jika kamu membaca ini (sampai habis) ada kemungkinan kamu sedang menjadi tokoh dalam drama berjudul "kisah si A yang membanding-bandingkan, akhirnya selalu belanja, dan terancam pailit." Ini "azab" dari nangkring terlalu lama di media sosial (bukan berarti medsos buruk—kamu pasti tahu kebaikannya). 

"Ketika kita melihat 'Gram (atau Facebook, atau Twitter...), mau tidak mau pasti mulai membandingkan diri dan iri, yang mayoritas dari kita tidak akan mendapatkan keuntungan dari hal itu," tulis Damian Dunn, seorang perencana keuangan, di Pete the Planner. Kamu mulai terobsesi membandingkan Avanza-mu dengan temanmu yang baru saja membawa pulang Pajero; kariermu dengan sepupumu yang baru saja dapat kenaikan pangkat jadi kepala apalah; lokasi liburan seorang kolega yang selalu eksotis (lengkap dengan selfie sunset, sedotan dan kelapa muda), sementara kamu hanya bisa ke mal. Dan FYI, menurut Dunn hal ini tidak hanya terjadi pada seseorang dengan pendapatan UMP, melainkan juga mereka yang penghasilannya berdigit-digit. Skenario selanjutnya yang terjadi adalah kamu berusaha sekuat tenaga untuk tidak kalah dengan mereka, belanja tiap minggu padahal rekening tidak memungkinkan, lalu terlilit utang dan terancam bangkrut. Mahal ya, konsekuensinya? Dan ini membuat kamu "tidak bisa fokus pada apa yang seharusnya menjadi prioritasmu, yakni realitamu sendiri," tegas Dunn. 

Sulit untuk tidak melakukannya. Namun, jika setelah ini kamu masih jatuh ke dalam kepelikan banding-membandingkan dirimu (dari segi finansial atau yang lain), dengan orang lain Dunn menyarankan melakukan hal ini: 

  • Puasa dari Media Sosial. Kurangi dan batas membuka media sosial. Bisa, pasti bisa. Dan rasakan efek positifnya terhadap kehidupanmu.
     
  • Sering-sering Mengucap Syukur. Jika kamu sering mempraktikkan ini, rasa sedih atau marah susah menempel lama di hati. 
     
  • Buat Rencana. Sesuatu mengganggumu? Identifikasi apa yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya, dan jika kamu bingung, butuh bantuan... 
     
  • Diskusikan dengan Orang Lain. Ceritakan apa yang kamu rasakan dan dengarkan baik-baik saran mereka. Lalu, terakhir... 
     
  • Jangan Terlalu Keras dengan Dirimu. Tidak adil membandingkan dirimu dengan orang lain karena setiap orang punya perjuangan dan cerita unik. Bila memang cerita kesuksesan mereka menginspirasi, jadikan dorongan untuk memperbaiki situasi dan pola pikirmu. 

Selanjutnya: Daripada membuang energi dan waktu dan nafas membandingkan diri dengan orang lain, lebih baik tenaga tersebut digunakan belajar membuat "not-to-do list" supaya harimu lebih produktif. 


MORE ARTICLES


POPULAR ARTICLES
MORE CAREER
MORE TRAVEL
MORE INTERVIEW
MORE BEAUTY & STYLE
MORE MONEY
MORE HEALTH
MORE RELATIONSHIP
MORE HOUSE DECOR