Friday, 18 May 2018

Micellar Water: Memiliki Kelebihan—dan Juga Kekurangan

img detail
ISTOCK

Wajib diperhatikan terutama untuk kulit berjerawat.

Ada tiga hal yang membingungkan Woop akhir-akhir ini: perdebatan tentang Yanni atau Laurel, orang yang memutuskan duduk di tengah-tengah sebuah kursi panjang yang kosong (apa sih, yang mereka pikirkan?)—dan micellar water. Yep, semuanya tidak memiliki silsilah yang berkaitan, tapi sama-sama membuat penasaran. Untuk kasus yang pertama sudah ada penjelasannya, yang kedua masih dalam proses investigasi (jika kamu tahu jawabannya, mohon pencerahannya), sementara yang ketiga, dr. Ruri D. Pamela, sp.KK., seorang dermatolog dari Departemen Kulit RS Dr. Sutoyo, Jakarta, membantu memecahkan misterinya. 

Pastinya, yang pertama dan utama: apa itu micellar water

Micellar water adalah salah satu pilihan jenis produk yang digunakan untuk membersihkan wajah, menggunakan larutan yang di dalamnya terdapat bola-bola berukuran kecil yang mengandung semacam minyak untuk melarutkan kotoran, make-up dan sisa minyak di wajah,” kata Ruri.

Aha, ada bola-bola kecil di dalamnya! Apa kegunaannya?

“Seperti yang sudah diberitahukan, kegunaannya adalah untuk membersihkan kotoran, sisa minyak, dan make-up yang menempel di wajah yang sulit hilang dengan sabun pembersih wajah biasa," jawabnya. Ruri menjelaskan bahwa micellar water dapat digunakan setelah membersihkan wajah dengan sabun pembersih agar hasilnya lebih optimal dan dapat digunakan setiap hari. 

Dengan kata lain, berfungsi sama dengan produk pembersih lain yang sering kita pakai setelah seharian wajah dibungkus oleh bedak dkk, dan polusi. Namun, saat ini micellar water sedang menjadi idola dan sangat digandrungi oleh para perempuan. Coba lirik media sosial, akan banyak video dengan orang-orang yang mengatakan bahwa itu adalah produk penyelamat hidup mereka, tidak bisa hidup tanpanya (sambil memegang kemasan dan menatapnya dengan pandangan sama seperti penggemar Beyonce menonton konsernya). Apa ya, penyebabnya? Sebenarnya, adakah perbedaannya dengan produk pembersih yang lain?

“Tentunya, ada!” jawab Ruri. “Perbedaannya adalah micellar water mengandung bola-bola berukuran kecil yang dapat ‘melarutkan’ kotoran dan sisa-sisa minyak di wajah yang terselip di pori-pori atau sudut-sudut area wajah yang sulit dibersihkan dengan sabun."

Aha, bola-bola ukuran kecil tadi. Kalau dibandingkan dengan toner? "Bedanya dengan toner adalah umumnya toner mengandung semacam alkohol untuk mengecilkan kembali pori-pori yang terbuka,” sambungnya.

Selain itu, menurut Ruri kelebihan micellar water juga "dapat digunakan sebagai pelengkap dalam membersihkan wajah sehingga proses membersihkan wajah lebih optimal."

Namun, ada sisi lain dari micellar water. "Kekurangan dari micellar water adalah dapat beresiko menimbulkan komedo, apabila sisa micellar water tidak dibersihkan dengan baik. Selain itu juga, dapat memicu reaksi alergi pada orang-orang yang mengalami hipersensitif,” paparnya. Selain itu, menurut Ruri, dari sudut pandang dermatologi sebetulnya air semacam ini tidak terlalu diperlukan untuk membersihkan wajah.

Dan untuk kamu yang memiliki kulit cenderung berjerawat dan berminyak, Ruri menyarankan sebaiknya tidak perlu menggunakan micellar water, karena ada resiko memicu penyumbatan sehingga justru malah menyebabkan jerawat bertambah.

Jadi, tipe kulit seperti apa yang baik menggunakannya?

Micellar water sebaiknya digunakan pada tipe kulit yang cenderung kering dan sensitif terhadap toner. Penggunaannya terutama saat menggunakan heavy make-up atau aktvitas yang banyak mengeluarkan keringat. Karena pada dasarnya micellar water ini tidak membuat kulit menjadi kering dan mempunyai efek melembapkan,” ujarnya.

 

MORE ARTICLES


MORE CAREER
MORE TRAVEL
MORE INTERVIEW
MORE BEAUTY & STYLE
MORE MONEY
MORE HEALTH
MORE RELATIONSHIP
MORE HOUSE DECOR