Thursday, 14 March 2019

Sebelum Nikah, Pastikan Kamu Bahas 5 Hal Ini dengan Pasangan

img detail
ISTOCK

Apakah kamu sedang merencanakan pernikahan? Jika iya, Woop mengucapkan: selamat! Tapi apakah kamu sudah pernah membicarakan tentang masalah keuangan bersama pasanganmu? 

Memutuskan untuk menikah memang tidak gampang. Ada banyak hal yang harus dibicarakan dengan pasangan sebelum pernikahan itu terjadi termasuk tentang masalah keuangan. Jika dulu kamu hanya mengatur keuangan sendirian, beda hal ketika kamu sudah menikah nanti; kamu harus mengurusnya berdua dengan pasanganmu. Karena uang menjadi hal sensitif, jangan sampai uang juga malah menimbulkan masalah pada hubungan pernikahanmu.

Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, cobalah untuk membicarakan lima hal tentang masalah keuangan berikut ini:

PERLU MENGETAHUI PENGHASILAN MASING-MASING

Jangan pernah ragu membicarakan uang dengan pasanganmu. Apalagi buat kamu yang sedang merencanakan pernikahan, mau tidak mau harus dilakukan. Carilah waktu yang tepat untuk membicarakannya. Keterbukaan untuk berdiskusi, tidak hanya soal uang, juga bisa menjadi tolak ukur; apakah nanti saat menikah pasangan kamu bisa diajak bekerjasama. Jika diskusi saja sulit, apakah kamu masih yakin untuk melanjutkan hubungan dengannya?

MEMBUAT PERJANJIAN PRA NIKAH

Perjanjian pra nikah memang masih menjadi hal tabu. Tapi apakah perjanjian pranikah ini dibutuhkan? Yep, perjanjian pra nikah bisa membantu untuk melindungi hak kedua belah pihak apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di sepanjang masa pernikahan. Yang perlu diketahui, perjanjian pra nikah juga sering disebut perjanjian pisah harta karena dengan adanya perjanjian ini maka harta dan hutang yang didapat selama masa pernikahan adalah milik masing-masing. Jika tidak ada perjanjian pra nikah, maka harta dan utang yang didapat selama masa pernikahan adalah milik bersama. Namun ada kabar gembira, saat ini perjanjian pra nikah sudah bisa dibuat setelah janji pernikahan terucap, meskipun demikian tidak ada salahnya diskusikan dan cari informasi tentang perjanjian ini sebanyak-banyaknya.

MENENTUKAN PEMBAGIAN TUGAS

Hal yang harus kamu lakukan setelah menikah adalah menyamakan pandangan dengan pasangan. Dengan begitu, pembagian tugas keuangan bisa dirumuskan. Misalnya, saat kamu dan dia sama-sama bekerja, gaji suami bisa digunakan untuk membayar semua cicilan dan pengeluaran rumah tangga. Sedangkan, gaji istri bisa ditabung dan investasi. Atau, suami dan istri bisa sama-sama mentransfer ke rekening bersama, lalu mereka bisa membagi seluruh pengeluaran. Pembagian tugas keuangan ini juga bisa mencakup berapa jumlah yang akan diberikan ke keluarga masing-masing pihak, jika masih menanggung misalnya orangtua ataupun adik yang belum mandiri.

BUAT RENCANA KEUANGAN

Yep, setelah kamu menikah tentunya kamu berencana memiliki anak. Ada dua perencanaan yang harus kamu buat yaitu dana melahirkan dan perencanaan dana pendidikan. Jika dilakukan dengan baik dan benar, semua perencanaan dalam keuangan bisa berjalan secara paralel: menyiapkan tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang bisa secara bersama.

HAL YANG TAK TERDUGA

Tidak ada yang tahu usia seseorang, bahkan masa depannya. Yep, risiko yang selalu mengintai perlu diantisipasi untuk meminimalisir keuangan yang akan dikeluarkan. Kedua pihak harus mengerti apa saja risiko yang mungkin terjadi dan bagaimana membentengi diri dan keluarga terhadap risiko tersebut. Misalnya, ketika ada rencana untuk mengambil cicilan rumah yang jangka waktunya panjang, untuk antisipasi kehilangan penghasilan akibat dipecat, kedua pihak harus sama-sama memiliki penghasilan. Oleh sebab itu, menggunakan asuransi jiwa diperlukan.

Selanjutnya: ternyata banyak pria yang jatuh cinta kepada perempuan sukses. Benarkah?


MORE ARTICLES


POPULAR ARTICLES
MORE CAREER
MORE TRAVEL
MORE INTERVIEW
MORE BEAUTY & STYLE
MORE MONEY
MORE HEALTH
MORE RELATIONSHIP
MORE HOUSE DECOR