Sunday, 18 November 2018

Tanda-Tanda Kamu Sedang Berkencan dengan Sosiopat

img detail
ISTOCK

Mereka tidak selalu mudah dikenali.

Pertama dan utama, definisi sosiopat: menurut Martha Stout, seorang psikolog, sosiopath adalah sebuah Antisocial Personality Disorder dengan ciri-ciri utama kurang memiliki rasa tanggung jawab moral atau kesadaran sosial. Dan karena mereka pada dasarnya manipulatif, sosiopat sering kali sulit dikenali. Apakah yang ada di otakmu sekarang Villanelle di serial TV Killing Eve? Meski psikopat dan sosiopat memiliki kesamaan (dan terkadang digunakan secara bergantian), ada beberapa perbedaan mendasar—terutama seorang psikopat tidak memiliki hati nurani sementara sosiopat mempunyainya dalam kadar yang sangat sangat rendah, kata seorang psikolog, L. Michael Tompkins. Dan kamu juga harus paham bahwa kekerasan bukan faktor yang selalu muncul di keduanya. Jika kamu punya perasaan tidak enak dan berpikir pasanganmu adalah seorang sosiopat, ini beberapa tanda-tanda yang harus kamu perhatikan. 

1. Dia menatap matamu dengan... super duper intens 

Seseorang yang tidak bisa menatap mata lawan bicaranya bisa diindikasikan dia sedang berbohong atau merasa tidak nyaman. Akan tetapi, seorang sosiopat biasanya sangat amat percaya diri, mereka melakukan sebaliknya—menatap dengan tatapan ala predator mencari mangsa. "Sosiopat tidak pernah melepaskan tatapan matanya," tulis M.E. Thomas, seorang ahli sosiopat. "Ketidakmampuan kita mengalihkan tatapan dengan sopan pun dianggap mereka sebagai tindakan agresif atau menggoda."

2. Dia sangat memesona, semua orang kepincut

"Mereka tahu persis bagaimana merayu seseorang dengan menggunakan pujian dan rayuan tanpa henti," kata Patti Sabla, seorang psikoterapis. Akan tetapi, tidak semua prince charming adalah sosiopat, kamu juga harus melihat tanda-tanda lainnya. 

3. Dia sangat berkarisma hingga kamu tidak bisa marah lama

Bahkan ketika dia ketahuan bohong (ini adalah salah satu ciri khas sosiopat), kamu sepertinya tidak bisa marah terlalu lama (padahal mereka tidak pernah meminta maaf). Yah, itu karena mereka sangat berkarisma dan memesona. "Mereka memiliki cara yang sangat sopan dan cepat berhadapan dengan orang yang membuatmu menyangka hal itu adalah pesonanya," kata Carlos Cavallo, seorang terapis hubungan. 

4. Dia mengejarmu dengan super antusias, tapi sekarang kamu yang mengejar mereka

Awalnya, dia sangat amat luar biasa mesra, membanjirimu dengan hadiah, pesan WhatsApp, pujian, perhatian—istilnya, "love-bombing", kamu adalah pusat dunianya. Kemudian dia berhenti, "dan tiba-tiba kamu mendapati bahwa kamu yang mengejar-ngejar dia." (Siapa yang pernah menyesal mengirim pesan "hai, apakabar?" pas tengah malam kepada gebetan yang sudah memperlihatkan tanda-tanda kehilangan selera?) 

5. Dia selalu berperan sebagai korban dan/atau pahlawan. 

Yah, namanya pasangan pasti saling berbagi cerita baik dan sial. Namun, jika pasanganmu selalu mengungkit-ungkit luka lama tanpa kontes yang jelas, mereka sepertinya ingin minta dikasihani dalam rangka mengalihkan perhatianmu dari situasi sekarang. "Jika kamu menyadari kalau sering merasa kasihan kepada seseorang yang selalu menyakitimu atau orang lain dan secara aktif berkampanye untuk mencari simpati, kemungkinannya hampir 100% kamu sedang berhadapan dengan seorang sosiopat, Martha Stout menuliskannya di buku The Sociopath Next Door. Selain menganggap diri sebagai korban, mereka juga menganggap dirinya sebagai pahlawan

6. Dia memiliki suasana hati yang berubah-ubah dengan ekstrim

"Orang ini tidak bisa diduga, tidak stabil dan perubahan hatinya tidak disangka," kata Scott Bonn, seorang kriminolog kepada HuffPost. "Kamu mengatakan sesuatu dan tiba-tiba mereka marah." Hal ini, menurut Bonn bisa karena seorang sosiopat cenderung suka mengontrol dan memanipulasi. "Jadi jika mereka pikir kendali mereka terancam, mereka bisa meledak." 

7. Dia tidak punya banyak teman atau hubungan dekat

"Individu ini sangat, sangat mengelak membicarakan kehidupan pribadi dan detil dari masa lalu mereka dan sangat tertutup," kata Bonn. "Dan jika mereka kesal ketika kamu menggali topik tersebut, itu seharusnya menjadi pertanda buruk." 

8. Dia punya ego sebesar dunia 

The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-V) menyatakan bahwa sosiopat memiliki ego besar. Ekstrimnya, mereka bisa menjadi narsis, dan merasa berhak mendapatkan segala sesuatu, tulis Dr. Seth Meyers, seorang psikolog. Mereka juga cenderung menyalahkan orang lain atas kegagalan mereka sendiri.

Selanjutnya: Tidak hanya sosiopat, orang biasa pun akan emosi ketika menerima email mengandung kalimat-kalimat ini. Untungnya 10 masker ini bisa menenangkan kulit kepala. 

 


MORE ARTICLES


MORE CAREER
MORE TRAVEL
MORE INTERVIEW
MORE BEAUTY & STYLE
MORE MONEY
MORE HEALTH
MORE RELATIONSHIP
MORE HOUSE DECOR