Wednesday, 19 September 2018

Temanmu Tidak Suka Ketika Kamu Terlalu Perhitungan (dan Terlalu Murah Hati)

img detail
ISTOCK

Menghitung tagihan makan sampai titik dan nol terakhir.

Kemungkinannya 99,9%, kita punya seseorang di dalam hidup yang seperti ini: saat makan bersama dan biaya tagihan dihitung, dia ingin membayar setepat mungkin sampai nilai sen dan nol terakhir (bahkan soal pajak). (Oh, jika kamu masih belum bisa menemukan teman yang seperti ini, mungkin kamu adalah Mr. Krabs-nya?) Sebagai informasi, kebiasaan tersebut akan membuat hubungan pertemanan dan asmaramu terancam. Paling tidak, ini menurut sebuah penelitian baru yang diterbitkan di Journal of Experimental Psychology yang berkali-kali menemukan bahwa kebiasaan terlalu perhitungan membuat orang kurang disukai, bahkan ketika tindakan tersebut secara objektif menguntungkan orang lain. 

Seperti dipublikasikan oleh Time, untuk mendapatkan kesimpulan tersebut, para peneliti melakukan dua eksperimen. Eksperimen pertama, kepada sejumlah partisipan diperlihatkan dua transaksi dari aplikasi pembayaran Venmo. Satu orang membayar kembali temannya dengan jumlah bulat ($10, $35, dan $20), sementara seorang lainnya mengembalikan dengan jumlah $9.99, $34.95, dan $20.06. Dan ketika ditanyakan mana yang mereka ingin jadikan teman, mayoritas partisipan memilih orang yang membayar dalam jumlah bulat. Aha!

Sementara di eksperimen kedua, kepada sejumlah partisipan yang masih singel diperlihatkan profil kencan palsu yang memuat respon kandidat atas pertanyaan berapa lama orang tersebut akan membantu temannya pindahan. Sepertiga dari profil mengindikasikan bahwa mereka akan menyediakan waktu satu jam 56 menit (dari jam 1 siang sampai 2:56 siang); sepertiga lainnya mengatakan akan membantu selama dua jam (dari jam 1 sampai jam 3 siang); dan sepertiga sisanya akan menolong selama dua jam dan empat menit (dari jam 1 sampai 3:04 siang). Dari ketiga jenis profil tersebut, para partisipan lebih tertarik untuk mengencani tipe profil kedua.

Kesimpulannya, terlalu perhitungan (eksperimen pertama) yakni memperhatikan sampai angka-angka terakhir, bukanlah sebuah kualitas yang dicari dari seorang teman. Dan sebaliknya—jangan pikir "murah hati" (eksperimen kedua, tipe profil ketiga) dalam hal waktu dan uang akan membuatmu terlihat hebat, malah kebiasaan tersebut, disimpulkan oleh para peneliti ini, juga sama sekali tidak atraktif. 

"Ketelitian tidak selalu menjadi hal yang bagus untuk kualitas hubungan," kata Tami Kim, penulis pendamping studi itu dari Darden School of Business dari Universitas Virginia, kepada publikasi Time. "Terkadang, menyediakan ruang kecil untuk kesalahan-kesalahan menjadi sebuah ide yang bagus." 

Jadi, setelah berkontemplasi, tipe teman/ pasangan seperti apakah kamu? Apa pun jawabanmu, jika saat ini  kamu memiliki teman yang masih jomblo, mohon tahan lidah dan hentikan memberikan tiga nasihat ini

 

 


MORE ARTICLES


POPULAR ARTICLES
MORE CAREER
MORE TRAVEL
MORE INTERVIEW
MORE BEAUTY & STYLE
MORE MONEY
MORE HEALTH
MORE RELATIONSHIP
MORE HOUSE DECOR