Ini yang Harus Kamu Tahu Sebelum Mengoleskan Sulfur di Atas Jerawat

Sulfur Untuk Jerawat, Ini yang Kamu Harus Tau
ISTOCK

Plus, perbedaannya dengan salicylic acid dan benzoyl peroxide yang sering ditemukan pada kandungan produk skincare.

Desas-desus dan dengungannya semakin kencang bahwa sulfur adalah (siap, siap) teman baik kulit, terutama untuk kulit yang cenderung berjerawat. Woaaah, mendadak deg-degan saking antusiasnya. 

Untuk mengetahui lebih banyak tentang sulfur, Woop menghubungi dan bertanya kepada dr. Listya Paramita, sp.KK., seorang dermatolog dari Elshéskin Clinic, Yogyakarta.

Jadi, apakah benar sulfur adalah salah satu bahan terbaik yang ada di dalam perawatan kulit?

“Saya tanya dulu, bahan terbaik untuk apa? Karena pemilihan skincare adalah sangat individual, bisa jadi bagi si A, sulfur adalah yang terbaik karena diperlukan untuk kulitnya. Namun, untuk si B, tidak. Karena jenis kulitnya berbeda dan tidak memerlukan skincare bahan aktif yang mengandung sulfur,” terang Dokter Listya. Tapi “jika ditanya sulfur baik untuk kondisi kulit seperti apa, jawabannya adalah sulfur baik untuk kondisi kulit yang berjerawat, dan untuk jenis kulit yang acne prone,” lanjutnya.

Berapa banyak persentase/ukuran kandungan sulfur yang aman dalam produk kulit?

“Persentase sulfur pada skincare rata-rata sekitar 2 sampai 5 % saja,” jawabnya. Jadi, perhatikan dan baca label produk sebelum membeli dan memakainya.

Apa saja manfaatnya? 

“Sulfur dapat mengurangi dan mengontrol minyak pada permukaan kulit, mempunyai sifat anti-bakteri, sehingga dapat mengurangi dan menghambat membentuknya komedo di kulit dan infeksi bakteri P. Acnes pada jerawat. Sulfur juga mempunyai efek untuk eksfoliasi ringan, sehingga dapat membersihkan sisa-sisa sel kulit mati yang dapat berkontribusi mencegah pori-pori tertutup, breakouts dan kulit kusam,” jelasnya. 

Dalam produk kulit yang berhubungan jerawat, sering kali mengandung salicylic acid dan benzoyl peroxide. Apa perbedaan ketiganya?

“Salicylic acid bekerja membuka sumbatan pori-pori, tapi tidak mempunyai efek mengurangi produksi minyak dan tidak mempunyai efek anti-bakteri. Sedangkan, benzoyl peroxide membantu mengatasi jerawat dengan efek anti-bakteri, sehingga dapat menghambat pertumbuhan jerawat yang disebabkan oleh adanya bakteri P. acnes. Dan, sulfur memiliki efek gabungan antara keduanya,” paparnya.

Jika ingin memakai produk mengandung sulfur, mana yang lebih efektif: produk cair atau krim? 

“Tergantung kondisi kulit dan jenis jerawatnya. Bila kulit sangat berminyak, akan lebih baik memakai cream, karena efek penyerapan minyaknya akan lebih efektif. Bila kulitnya kering atau kombinasi tapi berjerawat, bisa menggunakan lotion, ditutulkan/dioleskan terbatas hanya pada area berjerawat saja,” sarannya. 

Jadi, siapa yang disarankan untuk memakai produk mengandung sulfur? 

Menurut dokter Listya, yang harus menggunakannya adalah orang yang berjerawat, memiliki kulit berminyak atau kulit yang mudah berjerawat. “Sementara kulit kering atau normal tidak perlu memakai produk dengan bahan aktif sulfur,” tuturnya. 

Selanjutnya: ini yang harus kamu lakukan jika ingin meratakan warna kulit.