8 Ilmuwan Islam yang Memiliki Peranan Besar Untuk Dunia

8 Ilmuwan Islam yang Memiliki Peranan Besar Untuk Dunia
Quran

Inilah tokoh ilmuwan islam yang bergelut di berbagai bidang dan memiliki peranan besar untuk dunia

WOOP.ID - Ada beberapa ilmuwan Islam yang memiliki peranan besar dan berhasil mengubah dunia. Bergelut dalam berbagai bidang mulai dari sains, falsafah, politik, agama, kesehatan, dan masih banyak yang lainnya. Tak hanya sekedar menguasai sebuah ilmu tertentu, tapi juga menguasai beberapa bidang dalam waktu bersamaan merupakan salah satu ciri khas dari ilmuwan muslim. Ada banyak ilmu pengetahuan modern yang diperoleh oleh tokoh-tokoh Islam. Para ilmuan tersebut juga sukses membuat berbagai ilmu pengetahuan yang mempunyai pengaruh besar terhadap dunia. 

Ilmuwan muslim berperan penting dalam kemajuan peradaban dan kualitas hidup masyarakat. Para ilmuwan membantu masyarakat menemukan solusi terhadap masalah mereka dengan kemampuan akademi yang luar biasa baik. Kerja keras para ilmuan terbukti bermanfaat bagi lingkungannya.

Berikut 8 Tokoh Ilmuwan Islam Yang Memiliki Peranan Besar Untuk Perubahan Dan Kemajuan Dunia 

1. Ibnu Sina 

Ibnu Sina merupakan seorang ilmuwan Islam dunia yang memiliki peranan besar dalam bidang kedokteran. Ia sudah melaksanakan berbagai penelitian besar yang sudah diabadikan dalam sejarah ilmu kedokteran dunia. Ia bahkan dijuluki sebagai Bapak Kedokteran Modern. Memiliki nama lengkap Abu Ali al-Huseyn bin Abdullah bin Hasan yang lahir di bulan Shafar 370 H atau Agustus 980 M ini mempunyai semangat belajar yang tinggi dalam berbagai ilmu yang dipelajarinya. Tidak hanya kedokteran, beliau juga mempelajari teologi dan matematika. Beliau merupakan orang pertama yang berhasil menemukan cara pengobatan dengan menyuntikannya ke dalam tubuh orang sakit. Beliau memiliki dua karya yang paling berpengaruh yaitu ensiklopedia filsafat kitab al-Shifa’ (The Book of Healing) dan The Canon of Medicine. Keduanya hingga kini dipakai sebagai standar ilmu medis di seluruh dunia. 

2. Al Zahrawi

Pemilik nama lengkap Abul Qasim Khalaf bin al-Abbas al-Zahrawi ini lahir pada tahun 936 M. Beliau berkutat di bidang kedokteran seperti Ibnu Sina. Beliau dijuluki sebagai Bapak Ilmu Bedah Modern yang sukses memperkenalkan catgut atau benang sebagai penutup luka. Tak hanya itu, beliau juga sukses menyusun buku yang berjudul At-Tasrif liman Ajiza an at-Ta’lif yang menjadi rujukan buku kedokteran hingga saat ini. Di dalamnya, beliau menuliskan hal-hal yang terkait dengan bedah, penyakit, dan temuan-temuannya berupa alat kedokteran.

3. Al-Khwarizmi

Muhammad bin Musa Al-Khwarizmi merupakan ahli yang berkontribusi dalam bidang geografi, matematika, dan astronomi. Beliau lahir di Khwarezmia, Uzbekistan pada tahun 780 M. Beliau dikenal sebagai tokoh penemu aljabar. Salah satu temuan terbesarnya adalah melahirkan pemakaian Secans dan Tangen dalam penyelidikan trigonometri ddan juga astronomi. Beliau juga ahli dalam bidang aritmatika, musik, geometro, kimia, falsafah, dan sejarah Islam. Ilmu lain yang berhasil ditemukan adalah konsep matematika yang sampai saat ini masih digunakan. Karya fenomenal beliau adalah Al-Kitab al-Jabr wa al-Muqabalat.

4. Abbas Ibn Firnas

Selama ini kita mengatahui bahwa Wright bersaudara merupakan seorang penemu pesawat terbang sekaligus manusia pertama yang berhasil terbang. Namun sebenarnya, pada tahun 9 Masehi, Abbas Ibn Firnas sudah berhasil mendesain alat yang memiliki sayap seperti kostum burung. Alat tersebut dibuat dengan perhitungan dan penelitian yang rumit. Pada waktu percobaanya, beliau berhasil terbang cukup jauh hingga kemudian jatuh dan mematahkan tulang belakangnya. Beliau kemudian menginspirasi ilmuwan besar barat untuk mengembangkan pesawat.

5. Jabir Ibn Hayyan

Jabir Ibn Hayyan merupakan seorang ahli kimia yang berasal dari Iran. Beliau kerap disebut sebagai The Father of Modern Chemitry. Beliau berhasil mengubah pandangan mengenai beberapa kejadian alam yang ketika saat itu dipandang sebagai sesuatu yang tidak bisa diprediksi. Beliau juga berhasil melarutkan emas dan menemukan asam kuat seperti asam sulfat, hidroklorik dan nitrat. Berbagai penemuan dalam bidang kimia sudah menjadi dasar untuk perkembangan ilmu kimia modern saat ini. Untuk menetralisir “monster” yang ia ciptakan, yaitu asam, ia kemudian memproduksi alkali. Karya-karyanya yang berupa buku ialah Kitab Al-Kimya, Kitab Al-Sab’een, Kitab Al-Rahmah, dan lain - lain. 

6. Ibn Al Haytham

Ibn Al-Haytham merupakan seseorang yang mempunyai kontribusi besar di dunia optik, astronomi, serta matematika. Beliau dikenal sebagai Bapak Optik Modern. Karyanya yang terkenal adalah Kitab al-Manazir (Book Of Optics) yang hingga kini diakui sebagai rujukan ilmu optik. Di dunia barat beliau memiliki nama Alhazen karena dikenal luas. Beliau berhasil menjelaskan bagaimana cara kerja optik mata manusia dalam menangkap gambar secara detail. Kontribusi besarnya adalah eksperimen serta studinya soal cahaya. Beliau berteori soal cahaya bergerak dalam garis lurus dan dibedakan oleh objek yang ter-refleksikan oleh sinar tersebut. Beliaulah yang memperbaiki konsep 'camera obscura' atau lubang jarum yang awalnya ditemukan Tiongkok, di mana cahaya bergerak pada garis lurus dan membentuk gambar yang terbalik pada retina.

7. Al Jazari

Pada tahun 1100an, seorang insinyur dan matematikawan asal Turki bernama Al-Jazari membuat sebuah jam yang sangat unik dan tidak biasa. Jam besar yang tampilan luarnya berbentuk gajah yang menopang berbagai ornamen itu disebut-sebut sebagai perpaduan berbagai budaya. Penemuan jam gajah ini digadang-gadang sebagai karya robotik pertama di dunia. Al-Jazari dikenal sebagai seorang ahli di bidang mekanik hingga banyak menciptakan robot humanoid. Ketekunan dan kecerdasannya membuat beliau mendapat gelar Bapak Robotika (The Father of Robotic) karena dasar-dasar teknik robotika yang dirancangnya menginspirasi para ilmuwan modern lainnya. Cendekiawan muslim ini juga dikenal dunia karena berbagai penemuannya yang lain seperti, mesin pembakaran (combustion engine), proses mesin atau engkol, pompa penyedot air (suction pump), mesin krukas (crankshaft), mesin pemrograman (programmable), mesin otomatisasi (automation), dan termasuk mikro teknologi. 

Kehebatan lain dari Al-Jazari, selain mampu menemukan prinsip-prinsip teknik robotika, beliau juga mampu menuliskan pemikirannya tersebut ke dalam sebuah karya yang berjudul "Al-Jami' Bain al-'Ilm wa al-'Aml al-Nafi' fi Shinat'at al-Hiyal" (The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices).

Dalam buku ini, Al-Jazari menjelaskan lebih dari 100 penemuannya, termasuk penemuan robot band musik dan 4 robot pramusaji di atas perahu yang melayani minuman secara otomatis.

8. Al-Farabi