Dilarang Memakai Ini Ketika Wawancara Kerja Agar HRD Tertarik Padamu

Dilarang Memakai Ini Saat Wawancara Kerja
ISTOCK

Balik badan dan ganti gaya jika kamu mengenakan ini. Lebih baik pulang daripada menggunakan ini.

Persiapan untuk menghadiri sebuah wawancara kerja, bukan hanya mental, tapi juga fisik. Mimpi setiap orang adalah memberikan kesan terbaik dari pertama kali sang pewawancara melihatmu sampai sampai menit terakhir sesi tanya jawab. Alaminya, kamu pasti ingin terlihat rapi, smart, dan kompeten.

Jika itu adalah tujuanmu, WOOP membuatkan daftar hal-hal yang sebaiknya tidak kamu pakai saat wawancara tersebut.

  • Atasan dengan Garis Leher Terlalu Rendah

Intinya, hindari memperlihatkan kulit terlalu banyak, seperti misalnya memakai atasan yang berbelahan dada sangat rendah yang bisa membuat fokusmu dan sang calon bosmu terbelah. Lagian, ingat baik-baik, ini adalah sebuah wawancara pekerjaan, bukan kencan. Memang terdengar nggak masuk akal buat beberapa orang, tapi terkadang sulit menganggap serius calon karyawan dengan garis leher baju yang sangat rendah. Bisa jadi namamu sudah tercoret dari ‘daftar potensial’ bahkan sebelum kamu mengucapkan sepatah kata. Hal ini juga berlaku buat pria, button up your shirt! Percayalah, sang pewawancara tidak perlu melihat bulu dadamu yang sangat terawat itu.

  • Baju Kusut

Baju kusut adalah indikasi ketidaksiapan seseorang. Pahami bahwa kamu sama sekali nggak perlu selalu memakai baju karya desainer terkenal, tapi yang lebih penting adalah: baju bersih dan tidak kusut. Jika celanamu sampai mengepel lantai, lebih baik pergi ke tukang jahit dan perpendek dulu. Begitu juga dengan jaket atau blazer yang akan kamu pakai ke wawancara kerja, pastikan pas di badan. Hindari terlihat berantakan dan memberikan impresi seakan-akan kamu sebenarnya sama sekali nggak berniat untuk hadir di wawancara tersebut.

  • Lipstik Merah

Untuk satu hari ini saja, put the seductress act away. Adalah penting bagi sang pewawancara untuk tahu bahwa kamu datang untuk menyakinkan mereka bahwa kamu adalah kandidat yang paling tepat, bukan dalam rangka mengintimidasi. Jika memang warna ini berefek luar biasa pada kepercayaan dirimu, usahakan untuk “menurunkan” sedikit level lipstik merahmu. Ada segi positif lain jika tidak menggunakan lipstik merah hari itu: menghindari diri dari mengalami kejadian memalukan ‘lipstik merah menempel di gigi’. Jujur saja, sulit bagi pewawancara untuk konsentrasi saat melihat gigimu bersimbahkan noda merah. Mereka bisa saja berpikir kamu adalah seorang keturunan drakula yang baru saja selesai menikmati ‘sarapan’.

  • Sneakers

Kecuali kamu memang melamar sebuah posisi yang berhubungan dengan dunia kreatif, lebih baik lepaskan sneakers pada hari itu. Memang terlihat keren, unik dan gaya saat terlihat di fashion spread majalah fesyen ternama, tapi nggak memberikan efek positif untuk prospek kerjamu. Alih-alih terlihat menyakinkan, malah mungkin terkesan kekanak-kanakan dan trying too hard. Memakai sneakers ke sebuah sesi wawancara kerja juga mengindikasikan kemalasan dan terlihat seperti nggak mau berusaha untuk tampil maksimal dengan menggunakan sepasang sepatu yang pantas untuk momen itu. Selain itu, jauhkan kakimu dari sandal datar dengan bagian jempol terbuka. Penampilanmu akan terkesan sangat kasual dan kurang rapi untuk sebuah wawancara kerja.

  • Aksesoris yang Nggak Perlu

Aturan paling dasar: keep it simple. Jika kamu memiliki beberapa tindikan di kuping, pakailah sepasang saja. Bahkan jika tindikan ini adalah bagian dari pengekspresian atau identitas diri, sangat bisa mendistraksi pewawancara; lebih gawat lagi, bisa mengalihkan perhatian mereka dari kemampuan kerjamu. Begitu pula dengan gelang. Meskipun ini adalah item yang penting untuk memberikan sentuhan chic, kadang-kadang mengganggu dan menyebalkan, karena bisa mengeluarkan bunyi berisik saat sedang serius menjalani sesi tanya jawab.