Pesan Moral yang Bisa Diambil dari Pekan Mode Sejauh Ini

Pesan Moral yang Bisa Diambil dari Pekan Mode Sejauh Ini
ISTOCK

Kamu akan suka!

Phiuuh, sejujurnya mengamati dan mencermati musim pekan mode memang membutuhkan energi ekstra. Ditambah, belakangan industri mode menjunjung tinggi tiga unsur dalam koleksi mereka—experience, immersive, innovative; akibatnya, makin sulit memilah baju yang bisa dipakai sehari-sehari. Karena ingin menjadi teman yang baik, Woop melakukan sebagian besar kerja kerasnya (terima kasih kembali) dan inilah empat kesimpulannya yang bisa kamu terapkan ke kantor atau minum-minum cantik. 

1. BERITA GEMBIRA: BANGKITNYA SAKU

img

Tahukah kamu bahwa secara sejarah baju perempuan tidak memiliki saku adalah karena dahulu kala perempuan tidak punya duit sehingga tidak ada yang bisa ditaruh di dalamnya? Atau, bahkan pada jeans, sakunya tidak sedalam pada jeans pria? Selain itu, dahulu kala pun, menyembunyikan tangan (selain sarung tangan) dianggap tidak sopan. Jangan khawatir lagi, dari Milan Fashion Week (lihat koleksi Fendi dan Alberta Ferretti), prediksinya adalah baju perempuan menjadi lebih fungsional, alias saku (raksasa) menghiasi atasan dan bawahan (khaki pants). 

2. TIPS STREET STYLE PALING JITU: MIDI DRESS DAN JEANS

img

Ini adalah kesimpulan yang didapat setelah melihat ratusan tamu yang memadati pekan mode tahun ini: untuk mentransformasi midi dress-mu, pakai dengan trainer atau di atas jeans

3.SILAKAN BERSENANG-SENANG

img

Lupakan, hm... maaf, saran Coco Chanel yang pernah bilang bahwa sebelum keluar rumah tanggalkan satu aksesoris. Dari pekan mode tahun ini, pesan moralnya adalah diberikan kebebasan seluas-luasnya untuk bereksperimen—jangan terlalu serius dengan pakaianmu! Sebuah scarf, fanny pack, mini sunglasses (rose glasses sedang naik daun)—pakai semuanya!

HALAMAN
12