Ramah Lingkungan, Kenali Tren Mode Sustainable Fashion

Ramah Lingkungan, Kenali Tren Mode Sustainable Fashion
Sustainable Fashion

Mendukung pengurangan limbah industri tekstil, tren sustainable fashion kini semakin berkembang di kalangan anak muda. Yuk pahami maknanya!

Bukan hanya sampah plastik, ada begitu banyak jenis sampah lain yang turut berkontribusi dalam masalah penumpukan sampah di Indonesia. Salah satunya adalah sampah dari industri mode atau fashion, sebagai menjadi penyumbang tumpukan sampah kain yang sulit didaur ulang. 

Sisa-sisa potongan kain hasil produksi dan tumpukan baju bekas yang terbuang, sulit untuk hancur meskipun sudah bertahun-tahun tertimbun di dalam tanah. Hal ini menyebabkan kendala dalam penanganan limbah kain, dan semakin menumpuknya sampah yang sulit terurai. Oleh karena itu, terciptalah sebuah sistem inovasi baru dalam industri fashion yang dikenal dengan Sustainable Fashion atau Fashion yang berkelanjutan.

Sustainable Fashion
Sustainable Fashion

Tren ini mulai dikenal di kalangan industri fashion design dikarenakan munculnya esensi “berkarya sambil menopang tanggung jawab”, sebagai bagian dari perhatian terhadap keberlangsungan lingkungan hidup. 

Baca juga: Dorong Fashion Sustainability, HuntStreet Gelar #Hunt2save Bertema Re-Loved

Sebagai generasi muda, berpenampilan modis dan trendi merupakan hal yang cukup penting. Dilansir dari beritasatu, pada tahun 2017, sampah industri fashion berkontribusi sebanyak 18,15 persen atau nomor dua setelah kuliner. Hal ini menunjukan bahwa angka produksi dan konsumsi pakaian pun terus meningkat di Indonesia.

Seringkali, kita membeli pakaian baru secara terus-menerus dan memakainya hanya beberapa kali saja dengan alasan sudah bosan. Hal inilah yang disebut Fast Fashion, dimana siklus produksi dan pembuangan pakaian terjadi begitu singkat. Pada akhirnya, pakaian-pakaian itupun terbuang sia-sia dan menyebabkan pencemaran lingkungan, dan menjadi faktor utama terjadinya peningkatan limbah kain.

Sustainable Fashion
Sustainable Fashion

Padahal, ada banyak cara untuk mengelola pakaian-pakaian bekas tersebut. Salah satunya adalah dengan memperbaharui dan merombaknya menjadi lebih modern. Bahkan ada banyak cara yang tidak memerlukan teknik menjahit dalam merombak suatu model pakaian. Kita dapat mempelajarinya melalui berbagai sosial media seperti YouTube dan Instagram. Selain untuk mendukung Sustainable Fashion, merombak pakaian juga dapat meningkatkan kreativitas.

Baca juga: Tampil Stylish ke Kantor dengan Sentuhan Midi Skirt

Selain merombak ulang, kita juga dapat menjualnya. Jual beli baju bekas kini kian digemari oleh banyak orang dari berbagai kalangan. Metode jual beli baju bekas ini dikenal dengan istilah “Thrift Shopping”, dan menjadi salah satu solusi yang mendukung Slow Fashion. Cara ini dapat mengurangi jumlah produksi dan pembelian pakaian baru serta memperlambat siklus pembuangan pakaian. Dengan menjual pakaian bekas, kita sudah berkontribusi dalam mengurangi tumpukan limbah kain.

Sebagai generasi muda yang cenderung menjadi konsumen utama dalam industri fashion, penting bagi kita untuk mulai melaksanakan Sustainable Fashion dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi sahabat alam yang peduli lingkungan melalui hal terdekat dalam hidup kita adalah kunci dalam pelaksanaan solusi pencemaran lingkungan itu sendiri. Jadilah manusia yang bijak dalam berpakaian, karena setiap perubahan yang kamu lakukan sangat berarti.(Kontributor/Joy Adeline)

Selanjutnya: Melanjutkan kolaborasinya, Adidas dan Reebok kini menghadirkan koleksi eksklusif sebagai bagian dari final pack Instapump Fury Boost.

Loading Facebook Comment ...