Serupa tapi (Tidak) Sama: Kasus Tiru-Meniru yang Bikin Heboh Dunia Mode

Serupa tapi (Tidak) Sama: Kasus Tiru-Meniru yang Bikin Heboh Dunia Mode
ISTOCK

Terinspirasi atau meniru?

Kutipan dari Wilson Mizner, seorang seniman: "jika kamu mencuri dari seorang penulis, itu plagiarisme; jika mencuri dari banyak, namanya penelitian." Vivienne Westwood baru-baru ini mengalami situasi yang pertama—plagiarisme, dan merilis permintaan maaf melalui akun Instagramnya. Objek perkaranya adalah sebuah kaus di milik Westwood yang ditampilkan di Paris Fashion Week 2018, dengan desain yang didasarkan pada karya dua desainer muda, Louise Gray dan Rottingdean Bazaar

Berbicara tentang "tiru-meniru", Westwood bukanlah yang pertama dan satu-satunya. Bahkan, di tahun 2012 desainer veteran dari Inggris itu berada di posisi sebaliknya: merek bermarkas di London tersebut memperkarakan Anthony Knight ke pengadilan atas kasus pelanggaran hak cipta dan merek dagang. Westwood menuduh Knight mengopi beberapa logo punk karyanya, termasuk "Let it Rock" dan "Too Fast To Live, Too Young To Die." Di samping Westwood, berikut beberapa nama besar yang dituduh melakukan plagiarisme—sebagian besar tidak berakhir di meja pengadilan, hanya "diskusi" intens di media sosial.

JENNER, KARDASHIAN VS DESAINER INDEPENDEN

Klan satu ini sepertinya menjadi "pihak tertuduh langganan" yang disangkakan mengopi hasil karya orang lain Pada pertengahan 2017, desain camo dari merek Kylie Jenner terlihat hampir identik dengan PluggedNYC; sementara itu Khloé Kardashian "bersengketa" dengan Destiney Bleu (yang mendesain kostum panggung Beyoncé and Lady Gaga) karena kemiripian karya keduanya. Di awal tahun yang sama, Kylie mengalami situasi yang sama dengan sebuah merek bernama Cake Asia (kemiripian tracksuit) dan seorang desainer Inggris, Jasper Cunningham (kemiripan desain T-shirt). Yang paling menghebohkan? Kabarnya Jenner pernah membeli baju dari PluggedNYC dan Khloé diduga pernah memesan setiap item plus beberapa barang pesanan pribadi dari toko daring milik Blue. 

ZARA VS SENIMAN INDEPENDEN 

Musim panas 2016, Zara dituduh oleh sederet seniman independen mengopi desain mereka. Namun, seperti kebanyakan kasus perusahaan raksasa vs independen, cerita ini juga berakhir menyedihkan. 

CHANEL VS MATI VENTRILLON

Pada tahun 2015, setelah menyaksikan Métiers d'Art collection dari Chanel, Mati Ventrillon, seorang desainer asal Skotlandia, mengatakan bahwa beberapa knitwear garments yang dipertontonkan oleh Karl Lagerfeld tersebut adalah produk kopian dari karya miliknya (yang dibeli oleh tim peneliti Chanel musim panas sebelumnya). Setelah menjadi berita heboh, akhirnya Chanel setuju untuk memasukkan nama Ventrillon’s dalam rilisan pers koleksi tersebut. 

NASTY GAL VS BEBERAPA MEREK

Nasty Gal dianggap sebagai tukang tiru sejati. Misalnya, saat membagikan sebuah fotoTaylor Swift di red carpet Billboard Music Awards dengan kalimat: "One piece wonder. Taylor Swift in the Nasty Gal Frisco Inferno Jumpsuit." Well, masalah muncul ketika diketahui ternyata baju yang dipakai oleh Swift bukan milik Nasty Gal, tetapi Balmain. Tidak beberapa lama, postingan tersebut dihapus—mungkin setelah sadar bahwa itu bukanlah gaun mereknya. Duh! Jangan lupa juga, peristiwa Nasty Gal meniru tas Maschino dan gaun Alexander Wang. Dan pada 2016, perusahaan yang didirikan oleh Sophia Amoruso itu menyatakan diri bangkrut dan dibeli oleh BooHoo Group setahun kemudian.