Ternyata: Kita Sedang Membantu Kejahatan Ini Saat Membeli Barang-barang Palsu

Ternyata: Kita Sedang Membantu Kejahatan Ini Saat Membeli Barang-barang Palsu
ISTOCK

Berita ini tidak cocok untuk mereka yang gampang pingsan.

Kita mungkin tahu seseorang yang suka membeli barang-barang tiruan—heck, mungkin kita adalah salah satu yang memiliki kebiasaan ini. No judging here, people! Namun tahukah kamu apa yang sedang kamu bantu danai ketika membeli misalnya hmm... tas bermerek palsu? 

Dalam sebuah Ted Talks bulan lalu, Alastair Gray, seorang counterfeit investigator memaparkan cerita suram dan mengerikan di balik industri pemalsuan dan peran pembeli (kita) yang berpikiran 'ah, apa sih, nggak ngaruh kali.'

Menurutnya, ada banyak orang yang beranggapan bahwa membeli—dan menjual—barang-barang palsu bukanlah sebuah masalah besar. Terlebih, ini ibarat 'iklan gratis' bagi industri. Benarkan, ya? "Tidak benar sama sekali. Apa yang tidak kita lihat dari seorang turis yang sedang liburan dan membeli tas-tas palsu adalah bahwa mereka [tas-tas palsu] bisa jadi dijahit oleh seorang anak diperbudakkan jauh dari keluarganya, dan apa yang tidak disadari oleh pemilik bengkel mobil tentang bantalan rem palsu yang dijual adalah mereka bisa jadi sumber keuangan bagi sebuah organisasi kejahatan yang terlibat dalam obat-obatan terlarang dan prostitusi," ujarnya.

Mengerikan? Tunggu dulu... "Lebih buruk lagi karena bisnis pemalsuan juga mendanai terorisme," papar Gray. 

"Sepatu palsu di jalanan Paris, rokok palsu di Afrika Barat, dan CD bajakan di USA mendanai perjalanan ke kamp-kamp pelatihan, membeli senjata dan amunisi, atau bahan-bahan eksplosif lainnya."

Gray memberikan dua contoh, yakni peristiwa bom 2004 di Madrid dan 2014 Charlie Hebdo di Paris—peristiwa pertama didanai dari penjualan CD palsu, sementara yang kedua dari jual-beli sepatu palsu.  

Di dalam presentasinya, Gray tidak berpura-pura suci; dia mengatakan bahwa dulu—waktu masih muda—dirinya pernah membeli jam tangan palsu saat berlibur di Canary Islands. Saat itu, sama seperti kebanyakan orang Gray berpikir bahwa hal tersebut sama sekali tidak berbahaya, tapi pemikiran tersebut berubah setelah menjadi seorang investigator barang-barang palsu. Dan selama 10 tahun karirnya, Gray memaparkan bahwa industri bawah tanah yang diperkirakan bernilai 2,3 triliun dollar AS itu luar biasa pintar dan cerdik membuat produk mereka terlihat nyata. "Mereka profesional dan terbang dengan first class," kata Gray. Pelaku pembuat barang palsu ini mendaftarkan barang dagangnya, dan membuat dokumen-dokumen palsu yang sangat menyakinkan sehingga bisa masuk ke berbagai negara. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak yang tertipu—atau tahu, tapi tetap membelinya karena masih beranggapan 'apa sih, bahayanya.' Dan hebatnya lagi, dari pengalamannya menyelidi berbagai kasus, Gray mengatakan bahwa barang-barang tiruan ini tidak hanya diperjual-belikan di dunia maya, tapi juga dunia nyata. 

Lantas bagaimana caranya agar kita bisa berpartisipasi dan menghentikan bentuk kriminalitas ini? Menurut Gray, metode paling ampuh adalah dengan menjadi 'investigator' dan mengenali pelakunya dan berhenti membelinya. Berikut beberapa tips darinya:

1. Perhatikan nama situsnya, dan curigai jika namanya sama sekali tidak ada hubungannya dengan produk yang dijualnya. "Misalnya mau membeli kacamata, tapi nama situsnya medical-insurance-bankcruptcy.com."

2. Memakai kata-kata seperti "100% asli" atau "sesuai dengan bentuk aslinya" atau "langsung dari pabrik," tapi masih memberikan harga miring dan diskon gila-gilaan untuk produk paling baru.