7 Pertanyaan Sebelum Memelihara Hewan di Rumah

7 Pertanyaan Sebelum Memelihara Hewan di Rumah
WOOP.ID

What to expect when you are expecting pets.

Seorang teman hampir jatuh pingsan saat melihat jumlah tagihan setelah berkunjung ke dokter hewan. Teman tersebut tidak menduga bahwa biaya dokter si kucing tersayang bahkan lebih mahal dari concealer merek terkenal yang dibelinya minggu lalu.

Bukan berarti dia menyesal, tapi yang pasti hal tersebut membuatnya belajar lebih banyak lagi tentang menjadi seorang pemilik hewan peliharan.

Banyak penelitian membuktikan korelasi positif antara hewan peliharaan dan kondisi kesehatan pemiliknya. Akan tetapi, memang perlu persiapan yang matang untuk memelihara seekor binatang. Coba tanyakan ini sebelum membawa mereka ke dalam rumah dan memasukkannya ke dalam "Kartu Keluarga". 

1. Apakah kamu punya cukup tempat?

Jenis, umur, dan temperamen merupakan beberapa faktor utama dalam mempertimbangkan seberapa besar tempat yang dibutuhkan calon binatang peliharaanmu untuk hidup bahagia. Misalnya anjing, akses ke area rumput atau luar ruangan sangat penting bagi mereka. Dan meski kucing tidak butuh keluar seperti anjing, tetap harus disediakan tempat yang layak untuk meletakkan kotak sampah/ kotoran. Para ahli menyarankan untuk satu kotak kotoran per kucing. Selain itu, pikirkan: apakah tersedia tempat khusus yang memberikan kucing privasi dan ketenangan “untuk melakukan bisnis mereka”? 

2. Apakah kamu sudah pernah menjalani tes alergi?

Ini harus dilakukan sebelum kamu mengadopsi atau menyelamatkan binatang. Mengetahui bahwa kamu memiliki alergi terhadap kucing atau anjing setelah memeliharanya akan membuat kedua belah pihak patah hati. 

3. Apakah kamu punya waktu untuk mereka?

Anjing adalah binatang yang membutuhkan perhatian. Secara alami mereka adalah binatang yang hidup berkelompok sehingga membutuhkan teman. Tergantung jenisnya, anjing juga membutuhkan latihan dan waktu bermain (misalnya bermain bola, menangkap Frisbee, dsb).

Membawa pulang binatang dengan energi tingkat tinggi dan berharap mereka bermain sendiri dengan iPad (memperlihatkannya video anjing-anjing lucu) sepanjang hari akan membuat hidup mereka menderita.

Sementara itu, beberapa orang suka kucing karena mengganggap perawatannya tidak terlalu rumit. Akan tetapi, kucing juga bisa bosan. Para peneliti menghubungkan problem— misalnya overover-grooming atau ogah-ogahan menggunakan kotak kotoran serta meningkatnya kemungkinan terkena penyakit seperti Feline Idiopathic Cystitis (penyakit menyerang kandung kemih)— dengan kurangnya stimulasi lingkungan dan kebosanan. Kucing, terutama yang muda, memerlukan interaksi setiap hari dengan pemilik mereka, melalui permainan dan perhatian.

4. Dengan siapa kamu berbagi rumah?

Jika sudah berkeluarga atau hidup dengan roommates, sudah sepantasnya meminta pendapat mereka tentang rencanamu ini. Bicarakan tentang jadwal kalian, kebiasaan sehari-hari, alergi dan pastikan setiap orang memiliki komitmen dan rasa tanggung jawab yang sama.

Selain manusia, penghuni lainnya pun wajib masuk dalam daftar "pihak yang harus ditanyakan": hewan peliharaan lain. Apakah kamu sudah punya kucing, anjing, ikan, atau ular lain di dalam rumah? Ingat, anjing yang lebih senior terkadang sulit menerima kehadiran puppy yang menurut mereka cenderung menyebalkan dan usil!