Berhubungan Intim Saat Hamil Muda, Bahaya Nggak Sih?

Berhubungan Intim Saat Hamil Muda, Bahaya Nggak Sih?
Hubungan Intim Saat Hamil Muda

Benarkah melakukan hubungan intim saat hamil muda punya risiko yang besar? Daripada bingung, ini dia jawaban tepatnya!

Menjaga kondisi tubuh di tengah kehamilan memang butuh kehati-hatian ekstra. Mulai dari asupan makanan, rutinitas harian, hingga hubungan intim dengan suami. Hal itu pun masih terus dipertanyakan, sebenarnya boleh nggak sih, hubungan intim dilakukan saat hamil muda?

Tenang, nggak perlu khawatir atau panik berlebihan. Hubungan seks saat usia kehamilan di bawah tiga bulan ternyata boleh dilakukan, asal memerhatikan syarat-syarat tertentu agar kandungan tetap aman. Apa saja kira-kira syaratnya, yuk kita simak!

Syarat berhubungan intim saat hamil muda

Perhatikan kondisi kandungan

Perhatikan kondisi kandungan
Perhatikan kondisi kandungan

Pastikan kamu melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan untuk mengetahui kondisi bayi. Selama dokter mengatakan kandunganmu nggak memiliki riwayat keguguran, kram perut, rentan pendarahan, berisiko pecah ketuban, dan plasenta yang menutupi serviks, maka hubungan intim saat hamil masih boleh dilakukan. So, perhatikan dengan seksama kondisimu dan si calon bayi ya.

Baca juga: 4 Cara Mencerahkan Miss V Hanya Menggunakan Bahan Alami yang Mudah Ditemukan

Tidak melakukan hubungan saat usia kandungan 0-12 minggu

Hindari pada usia kandungan tertentu
Hindari pada usia kandungan tertentu

Perhatikan kondisi kandungan serta fisik baik-baik. Pada usia kandungan tersebut, istri cenderung sering mengalami mual dan muntah. 

Bila kondisinya seperti itu, biasanya dorongan seksual pun akan ikut menurun. Selain itu, umur kehamilan di atas 12 minggu juga merupakan umur kehamilan yang rawan dan berisiko. Ada baiknya, sebelum melakukan hubungan intim coba konsultasikan pada dokter kandungan lebih dulu.

Hindari hubungan seks jika pasangan punya penyakit menular

Semua orang tentunya tahu bahaya dari penyakit menular seksual. Jadi kamu sangat disarankan untuk nggak melakukan hubungan seks selama kehamilan, jika pasangan memiliki penyakit kelamin seperti herpes genital, gonorea, atau bahkan HIV AIDS.

Jika tetap ingin melakukan hubungan intim, disarankan bagi pasanganmu untuk menggunakan kondom, demi mencegah risiko infeksi yang bisa menular ke ibu maupun janin.

Baca juga: Heboh! 7 Artis Ini Berani Tampil Tanpa Bra di Depan Umum

Peka terhadap perubahan hormon

Peka terhadap perubahan hormon
Peka terhadap perubahan hormon

Beberapa ibu hamil kerap mengalami perasaan nggak nyaman setelah berhubungan seks saat hamil muda. Beberapa juga bisa mendapatkan kram perut selama atau setelah berhubungan intim. Bahkan, wanita juga merasa payudara menjadi sangat sensitif dan terlalu menyakitkan jika disentuh.

Melihat kondisi tersebut, ada baiknya kamu peka terhadap perubahan hormon tubuhmu sendiri, agar seks saat hamil muda nggak menjadi beban dan derita untukmu.

Menjelang usia kehamilan tua, berhati-hatilah!

Waspada pada usia kandungan tua
Waspada pada usia kandungan tua

Hubungan seks dilakukan yang dilakukan pada kehamilan tua mendekati persalinan cenderung berisiko. Karena nantinya, orgasme yang terjadi pada ibu hamil dapat memicu keluarnya prostaglandin.

Prostaglandin adalah sejenis bahan kimia yang terjadi secara alami dalam tubuh yang mengatur ketegangan otot, termasuk kontraksi dan relaksasi otot. Prostaglandin inilah yang kemudian memicu kontraksi rahim di kehamilan tua. So, sangat disarankan untuk tidak melakukan hubungan seks saat usia kandungan sudah cukup besar.

Selain beberapa hal di atas, kamu juga perlu melakukan komunikasi dengan suami. Jadi, apabila merasa kurang nyaman, suami perlu mengetahui dan memahami kondisi kandungan dan fisikmu lebih baik. Semoga bermanfaat ya informasinya, ladies!

Selanjutnya: Beberapa adegan intim di dalam film-film Hollywood ini dikatakan betul-betul dibuat tanpa adanya rekayasa. berikut deretannya!

Loading Facebook Comment ...