Bolehkah Menjalani Diet Tertentu Saat Menyusui?

Bolehkah Menjalani Diet Tertentu Saat Menyusui?
iSTOCK

Ingin menurunkan berat badan.

Salah satu "sisi gelap" setelah melahirkan: kenaikan berat badan bertambah. Yeah, yeah, tidak semua perempuan akan menganggap hal ini sebagai sesuatu yang membuat menarik nafas panjang setiap kali melihat kaca (baca: berkali-kali dalam sehari), tapi tidak berarti tidak sedikit perempuan yang ingin membulatkan hati, meneguhkan kata, dan menahan selera demi mengikis satu dua kilo. Hei, tidak masalah jika ini resolusimu. Namun, jika kondisinya sekarang adalah kamu sedang menyusui, sahkah menerapkan sistem diet tertentu? Hmm, penasaran, akhirnya Woop meminta bantuan dr. Arti Indira, MGizi., Sp.GK., seorang dokter gizi dari Beyoutiful Clinic, Jakarta.

“Tentu saja,” jawabnya. Maksudnya, “ibu yang sedang menyusui dapat menjalankan diet untuk menurunkan berat badan. Namun, terdapat syarat-syarat tertentu yang harus diikuti olehnya,” sambungnya.

Dr. Arti menjelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh ibu menyusui yang akan ingin berdiet, sebagai berikut:

  • Usia bayi harus di atas dua bulan.  
  • Dalam dua bulan pertama sebaiknya tidak melakukan hal-hal untuk menurunkan berat badan. Ini masa awal pemberian bayi dan membutuhkan waktu untuk stabil setelah dua bulan. Perlu diingat saat menyusui, ibu memang membutuhkan kalori ekstra. “Jadi, sebenarnya tanpa program diet khusus, ibu menyusui sudah membakar ekstra kalori setiap harinya,” ujarnya.  
  • Menyusui tanpa restriksi Penelitian menunjukkan ibu yang menyusui lebih sering dan lebih lama dari enam bulan dapat meningkatkan penurunan berat badan lebih banyak.  
  • Asupan makan antara 1500 sampai 1800 Kkal setiap hari. Selama menyusui tidak disarankan untuk mengurangi asupan di bawah 1500 Kkal untuk memenuhi kebutuhan produksi ASI.  
  • Penurunan berat badam secara perlahan. Ibu menyusui dapat menurunkan berat badan secara aman setelah dua bulan sebesar 0,5 sampai satu kilogram per minggu atau dua sampai empat kilogram per bulan. '
  • Asupan makan diturunkan perlahan. Asupan makan yang tiba-tiba sangat rendah dapat menurunkan suplai ASI," jelasnya.   
  • Hindari solusi cepat. Seperti, diet hanya makanan cair, diet rendah karbohidrat, fad diet, obat herbal penurun berat badan tidak direkomendasikan selama ibu menyusui.

Banyak juga syarat yang harus diikuti. Sementara, godaan untuk mencoba diet seperti keto, mayo, rendah karbo, bla bla bla, mencapai level mega. Pasalnya, konon, katanya, ada yang bilang ampuh menurunkan berat badan secara cepat. 

“Diet populer seperti di atas memiliki kesamaan yaitu memiliki komposisi nutrisi yang tidak seimbang. Biasanya juga diet tersebut rendah dalam fitonutrisi, antioksidan, dan asam folat, serta juga rendah serat dan mineral (termasuk kalsium, magnesium, fosfor dan kalium). Oleh karena itu, dalam jangka panjang dapat berpengaruh terhadap kesehatan,” jelasnya.

Sementara itu, menurutnya, dari pengalamannya beberapa ibu bercerita bahwa diet rendah karbohidrat bisa menurunkan suplai ASI. Dan saat menghentikan diet tersebut, suplai ASI kembali normal.

Dr. Arti menjelaskan bahwa sebenarnya beberapa faktor yang bisa menurunkan produksi ASI, di antaranya: 

  • Dehidrasi

  • Penurunan kalori tiba-tiba

  • Asupan kalori tidak cukup