Harus Tahu: Kode Etik Memberikan Tip di Negara Lain

Harus Tahu: Kode Etik Memberikan Tip di Negara Lain
ISTOCK

Pengetahuan penting sebelum traveling. 

Perkara memberikan tip memang bisa membuat kepala gatal. Apalagi jika kita berada di negara orang lain. Apakah harus memberikan uang tunai? Seberapa banyak? Dalam bentuk koin atau uang kertas atau dimasukkan ke dalam kartu kredit? Pasalnya, jika melakukan hal yang tidak etis, bisa-bisa kita dimaki-maki atau yang lebih mengerikan dikejar-kejar satu restoran.

Cara terbaik sebelum bepergian adalah mengetahui terlebih dahulu tata krama memberikan tip sebelum menikmati tapas di Madrid atau ramen di Jepang. Pada dasarnya, yang paling direkomendasikan adalah memberikan tip dalam bentuk tunai. Pasalnya, jika dimasukkan sekaligus ke dalam tagihan kartu kredit, bisa jadi si mbak/ mas yang melayanimu dengan sangat baik itu tidak menikmati tip yang merupakan haknya. Selain itu, beberapa restoran seringkali tidak memiliki kebijakan ini: menerima ucapan “terimakasih” melalui kartu kredit. Idealnya, serahkan tip tersebut langsung kepada sang pelayan. Jangan lupa untuk memberikannya dalam bentuk mata uang mereka; bahkan jika dollar AS memiliki nilai tukar yang lebih tinggi, belum tentu mereka senang menerimanya!

Berikut beberapa etiket memberikan tip di berbagai negara menurut TripAdvisor.

Paris, Perancis

Frase ini muncul hampir di seluruh kertas tagihan di Prancis: service compris, yang berarti termasuk servis. Ini maksudnya kamu memang tidak wajib untuk memberikan tip lagi. Akan tetapi, kebanyakan orang meninggalkan sedikit uang tunai di meja atau membulatkan jumlah tagihan mereka. Sebagai informasi, kata “tip” dalam bahasa Prancis adalah “pourboire” yang arti literalnya adalah “untuk minum”. Seperti yang diberitakan oleh surat kabar The Guardian, pelayan di Prancis memang memiliki penghasilan minimum dan tipmu memberikan mereka sedikit tambahan duit untuk menikmati beberapa gelas Pernod atau vin blanc.

Tokyo, Jepang

Di sebagian besar wilayah Jepang, terdapat aturan sederhana: jangan memberikan tip, baik di restoran, bar, atau toko ramen. Orang Jepang percaya bahwa pelayanan yang baik memang sudah menjadi bagian dari hidup mereka. Akan tetapi, menurut Rocket News 24, ada sistem tip alternatif di negara tersebut yang memang agak rumit dan memiliki protokol tingkat tinggi—beberapa staf di ryoken diberikan tip kecil sebelum pelayanan diberikan. Coba saja kalau berani!

Cape town, Afrika Selatan

Sama seperti kebanyakan tempat di dunia, aturan pemberian tip di Cape Town adalah 10-15 persen dari jumlah tagihan. Sementara, hotel porters biasanya menerima R10 sampai R20 per tas (sekitar $1 per tas) dan wajib hukumnya membulatkan harga taksi.

Hong Kong, Cina

Sejujurnya, ini bukanlah bagian dari adat istiadat di Cina. Entah itu saat makan fried buns di jalanan Shanghai atau fine dining di Heritage, Wanda Plaza, memberikan tip sama sekali bukan keharusan. Meski begitu, menurut NPR, akhir-akhir ini ada tren memberikan tip di beberapa restoran popular yang bisa jadi akan dianut oleh rakyat setempat di masa depan.

New York City

Meski terkadang kota New York terasa seperti dunia sendiri, tetap saja masih menjadi bagian dari Amerika. Ini artinya, baik saat berada di Thai restoran di Queens, atau menikmati kuliner Pakistan di Hell’s Kitchen, atau menghabiskan dumpling di Chinatown, kamu harus memberikan tip sebanyak 15-20 persen dari tagihan. Untuk pengemudi taksi, sistem pembayaran kartu kredit yang baru membuatmu sulit untuk membayarkan kurang dari 15 persen.

Kathmandu, Nepal

Seiring dengan semakin banyaknya pelancong datang ke Nepal, proses memberikan tip pun semakin lumrah. Menurut Visit Nepal, ini hanya harus diberikan sebagai bentuk penghargaan atas pelayanan bagus dan wisatawan disarankan untuk tidak melakukannya kepada supir taksi dalam kota dan dengan siapapun yang terlibat proses tawar menawar dengan kita. Sementara untuk restoran, ada baiknya mengecek dulu apakah tagihanmu sudah termasuk jasa servis. Jika tidak, situs Who To Tip menyarankan 15-10 persen untuk pelayanan luar biasa.

Amsterdam, Belanda

Di negara ini, ada hukum tertulis bahwa setiap restoran harus memasukkan jasa servis ke dalam harga makanan, sehingga para wisatawan terbebas dari dilema “berapa banyak tip yang harus diberikan”. Menurut sebuah situs wisata di Amsterdam, sebagian besar orang meninggalkan tip berjumlah kecil (fooi, dalam bahasa Belanda)—5-10 persen untuk servis menyenangkan di restoran, dan beberapa koin saat membeli makanan ringan atau kopi. Begitu pula halnya dengan taksi, tip sudah termasuk harga perjalanan, tapi tetap saja orang-orang membulatkan tagihan mereka.

Budapest, Hungaria

HALAMAN
12