Hindari Kesalahan Ini Saat Membeli Furnitur (Menurut Seorang Desainer Interior)

Hindari Kesalahan Ini Saat Membeli Furnitur (Menurut Seorang Desainer Interior)
ISTOCK

Pikir-pikir lagi jika mau membeli furnitur bertema Frozen atau Thomas the Engine.

Membeli furnitur untuk mengisi setiap sudut di rumah itu menyenangkan, apalagi jika dana yang tersedia tidak terbatas. Jalan-jalan ke IKEA, eh... berhasil menemukan coffee table yang sesuai dengan kepribadianmu. Senangnya bukan main, sudah bisa membayangkan ruang tamu akan terlihat cantik dengan furnitur itu. Namun apakah itu berarti harus dibeli? Mutia Sekar Hapsari, seorang desainer interior dari Relife Property, memberikan tips apa yang harus dihindari saat belanja furnitur. 

1. Furnitur yang tidak selaras dengan desain ruangan

Terkadang, kegiatan berbelanja furnitur menjadi hal yang dilakukan secara impulsif, bisa jadi karena sedang diskon, atau modelnya yang sedang ‘hits’. Akan tetapi, perlu tetap memperhatikan kesesuaiannya dengan furnitur lain yang sudah ada di rumah. Jangan sampai kamu membeli lemari dengan desain yang eksentrik sementara seluruh furnitur di ruangan tersebut bertema klasik.

2. Furnitur murah untuk hal-hal penting

Seperti barang-barang lain, dalam membeli furnitur kamu juga harus memperhatikan kapan saatnya menghemat dan kapan saatnya membayar mahal. Jika mengutamakan kualitas istirahat pada malam hari, ada baiknya membayar lebih banyak untuk kasur nyaman yang tahan lama ketimbang membeli meja nakas dengan aksen emas dan kasur dengan kualitas rendah. Jika kamu sering menghabiskan waktu bersama di ruang keluarga, pilihlah sofa yang dapat mengakomodasi seluruh anggota keluarga dan berhemat dengan membeli lemari televisi dengan model yang lebih simpel.

3. Furnitur dengan ukuran yang tidak sesuai

Rasanya senang sekali saat menemukan meja TV berdesain minimalis yang sudah diidam-idamkan, tapi ukurannya terlalu besar dan akan mempersulit alur sirkulasi di dalam ruangan. Bisa jadi kamu berpikir bahwa sedikit perbedaan ukuran tidak akan menjadi masalah. Sayangnya beberapa centimeter saja bisa mengganggu fungsi lain di dalam ruangan. Bayangkan jika kamu memaksakan sebuah meja TV sepanjang 95 cm ke dalam ruang sepanjang 90 cm, tentu tidak akan cukup. Pastikan juga furnitur yang dibeli dapat melewati pintu rumah, khususnya untuk furnitur yang tidak dirakit seperti sofa maupun matras.

4. Furnitur yang tidak sesuai dengan kebiasaan sehari-hari 

Jika kamu memiliki seorang anak yang sedang belajar makan sendiri, sebaiknya hindari pembelian kursi meja makan yang memiliki material kain untuk menghindari noda makanan yang sulit dibersihkan. Atau jika kucing kesayangan sedang senang-senangnya menajamkan cakar, sebaiknya pendam keinginan untuk membeli sofa kain shabby chic yang sering muncul di halaman explore Instagram Anda.

5. Furnitur anak dengan tema khusus

Sulit rasanya menolak keinginan anak untuk membeli tempat tidur dengan tema Frozen yang sangat ia sukai. Namun perlu dipertimbangkan bahwa furnitur anak dengan tema karakter kartun tertentu tidak cocok digunakan dalam jangka waktu panjang. Saat anak beranjak remaja saja mungkin ia sudah meminta untuk dibelikan tempat tidur baru, padahal belum tentu furnitur tematis ini harganya terjangkau.