Ini yang Terjadi pada Tubuh Perempuan Saat Orgasme

Ini yang Terjadi pada Tubuh Perempuan Saat Orgasme
iStock

FYI, kamu perlu tahu yang terjadi pada tubuhmu saat orgasme.

Seks merupakan salah satu aktivitas menyenangkan dan bisa meningkatkan kualitas dalam hubungan pernikahan. Berbicara soal seks tak jauh dengan yang namanya ejakulasi dan orgasme. 

Yang biasanya dibicarakan di publik hanya ejakulasi pria namun masih cukup tabu untuk berdiskusi soal orgasme. Betul? Kita hidup dalam budaya seperti itu. Namun sebagai pengetahuan, kamu perlu tahu apa yang terjadi dalam tubuh perempuan ketika sedang orgasme.

Nikmat? Jujur saja itu memang dirasakan perempuan ketika sedang orgasme. Saat mengalami orgasme berkat hubungan badan, kamu akan merasa ‘melayang’. Wajar saja karena memang tubuh mengaturnya sedemikian rupa agar perempuan merasa rileks.

img

Perjalanan menuju orgasme dimulai dengan stimulasi vagina atau klitoris. Para peneliti pun masih sering berdebat soal anatomi yang tepat dari klitoris. Mungkin dilihat dari luar seperti ‘kumpulan’ saraf-saraf ekstra sensitif yang terletak tepat di bawah kedua labia bagian dalam. 

Dari sana, klitoris sebenarnya memanjang ke dalam vagina sehingga memberikan 'sentruman' yang panjang saat distimulasi. Itu hanya perdebatan para ahli, untuk orang awam menganggapnya sebagai ‘kesenangan’. Untuk bisa memahami orgasmemu seperti apa, kamu harus tahu bahwa saluran vagina dilapisi dengan jaringan lunak berselaput lendir menutupi lapisan otot yang melar. Kanal ini mengarah ke leher rahim sehingga sperma harus melakukan perjalanan panjang untuk membuahi sel telur. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orgasme pada perempuan dapat meningkatkan kemungkinan hamil asalkan perhitungan waktu suburmu tepat. Selama bergairah, detak jantung akan meningkat lebih cepat, kulit juga berubah kemerahan, serta vagina membengkak karena darah. Kamu juga akan membangkitkan ketegangan otot di seluruh tubuh.

Setelah orgasme, otot-otot di vagina, anus, dan rahim berkontraksi secara bersamaan dan kemudian rileks. Ini karena perasaan yang luar biasa dari orgasme. Pada saat yang sama, otak juga bekerja termasuk neurotransmitter dopamine, umumnya dikaitkan dengan semua aspek yang membuat hal terasa enak. 

Selama orgasme, kamu pun mendapatkan pelepasan oksitosin yang besar sehingga meningkatkan rasa kedekatan dan empati ke pasangan. Menurut studi yang diterbitkan dalam European Journal of Neuroscience pada 2006, ada beberapa bukti menyebut bahwa hippocampus dan amygdala pada otak mengalami penurunan selama aktivitas seks berlangsung namun sebelum mencapai klimaks. 

Dan saat orgasme, area otak lain juga mengalami penurunan aktivitas. Itu menunjukkan bahwa perasaan aman dan santai mungkin sangat penting bagi perempuan untuk mencapai orgasme. Ketika kondisi kurang tenang dan santai maka perempuan akan sulit orgasme.