Kerja dari Rumah Saat Puasa, Apa Lebih Produktif?

Kerja dari Rumah Saat Puasa, Apa Lebih Produktif?
ISTOCK
Kerja dari Rumah Saat Puasa, Apa Lebih Produktif?

Suasana kantor membuatmu tidak semangat untuk bekerja? Bekerja dari rumah bisa menjadi solusi selama puasa. Namun apakah lebih produktif?

Remote working atau bekerja dari rumah memunculkan gambaran dua sisi yang berbeda. Bagi karyawan mungkin bisa menjadi kenyamanan tersendiri, di mana mereka tetap bekerja hanya saja dengan suasana yang berbeda. Tapi bagi bos mungkin membayangkan karyawannya tidak berkerja dan hanya bersantai menonton televisi di rumah.

Bagaimana dampak pada produktivitas kerja saat karyawan bekerja dari rumah? Profesor Stanford Nicholas Bloom dan timnya berusaha memberikan jawaban dalam penelitian yang dilakukan tahun 2013. Subjek penelitian mereka adalah agen perjalanan Cina CTrip, di mana karyawan call center yang mengajukan diri secara acak ditugaskan untuk bekerja dari rumah atau di kantor selama 9 bulan.

Bloom mengungkapkan dalam temuannya bahwa kerja jarak jauh menyebabkan peningkatan kinerja 13%, dengan kenaikan 9% dalam hitungan menit per shift dan peningkatan 4% dengan panggilan per menit (terkait lingkungan kerja yang lebih tenang). Pekerja rumahan juga melaporkan peningkatan kepuasan kerja.

img

Penelitian serupa dilakukan oleh Flex + Strategy Group di mana 595 karyawan FSG penuh waktu disurvei. Ini mengungkapkan bahwa kerja jarak jauh benar-benar meningkatkan komunikasi, kreativitas, produktivitas, dan keterlibatan ketika karyawan dilatih dengan benar tentang cara beroperasi dalam pekerjaan dari situasi rumah.

Bagaimana, tertarik untuk mengajukan kerja dari rumah kepada bosmu?

Selanjutnya: jangan langsung tidur setelah sahur! Ini risiko kesehatan yang bisa menghantuimu...