Misteri Hidup Saat Ini: Kenapa Saya Susah Berlibur, Sementara Teman Sebelah Melancong Terus

Kenapa Saya Susah Berlibur, Teman Sebelah Travelling Terus
Misteri Hidup Saat Ini: Kenapa Saya Susah Berlibur, Sementara Teman Sebelah Melancong Terus

Mereka seakan-akan punya pesawat pribadi dan unlimited credit card. Apa rahasia mereka ya?

"Jangan sepenuhnya mengandalkan kartu kredit apalagi KTA sebagai sumber dana liburan," Floura mengingatkan. Mengapa? Karena pepatah what happens in Lombok, stays in Lombok, tidak berlaku untuk cicilan kartu kredit. Tagihannya harus tetap dibayar bahkan ketika tinta tato non-permanen di lehermu itu tinggal bercak-bercak noda hitam yang tidak jelas bentuknya. "Liburan juga jadi tidak senikmat seharusnya. Jangan sampai kita lalai, bablas, dan ada cap 'liburan tapi ngutang.'"

Di atas kertas, mimpi semua orang adalah bisa mengalokasikan dana liburan dari pendapatan. Namun, seperti kata Floura hal ini sukar terwujud bagi banyak orang karena "setiap orang memiliki tanggung jawab yang berbeda." Misalnya, "bayangkan jika seorang pakar ekonomi mengatakan bahwa 40% dari total pendapatan boleh digunakan sebagai dana liburan. Bagi A yang memiliki gaji 10 juta per bulan dengan 0 tanggungan pasti sangat mudah dan menyenangkan, tapi bagi B yang memiliki gaji yang sama dan memiliki 3 tanggungan, hal ini pasti sangat berat dan menyiksa. Daripada sibuk mencari berapa persentase yang tepat, lebih baik kita kenali dulu kondisi keuangan dan tanggungan kita. Lagi-lagi, jangan lupakan dana investasi dan dana darurat," Floura mengingatkan. 

Dana investasi. Sekali lagi, diulang: ingat dana investasi. Pasalnya, jika menolak menderita pusing karena kartu kredit atau bersenang-senang dahulu baru bersakit-sakit kemudian, profit dari investasi tersebut bisa dijadikan sumber dana liburan.

Jika semua penjelasan di atas masih membuatmu pesimis dan sepertinya cita-cita liburan bagaikan merindukan mendapatkan hadiah undian BMW dari supermarket, Floura mengemukakan bahwa salah satu cara sederhana yang dapat membantumu menyediakan dana untuk liburan adalah dengan melakukan mapping. "Artinya, kenali prioritas, lalu petakan dana-dana apa saja yang kita butuhkan setiap bulan dan tahunnya, misalnya dana pendidikan anak, biaya asuransi, cicilan KPR, dan sebagainya. Dengan melakukan mapping, kita akan mengetahui berapa selisih dana yang masih tersisa dengan lebih mudah dan akurat," paparnya. 

Memetakan dan membuat prioritas—mungkin akan membuat liburan berada di posisi kedua paling akhir (yang terbontot: cita-cita membeli gaun Versace seperti yang dipakaiJennifer Lawrence), tapi Floura menyarankan agar kita tidak meremehkannya, melainkan harus tetap diperhitungkan.

"Memiliki target liburan tentu sangat baik karena dapat memotivasi kita bekerja lebih keras untuk mencapainya. Namun, ingat juga untuk menyesuaikannya dengan kemampuan kita, pikirkan kemana kita akan pergi, kapan waktu berangkat, dan berapa lama. Lalu pastikan bahwa liburan tersebut benar-benar membawa manfaat dan kebahagiaan. Seberapa besar atau kecilnya penghasilan harusnya tidak menjadi penghalang jika kita sudah memperhitungkannya semuanya dengan matang. Prinsip paling dasar adalah jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang. Utamakan dana investasi dan dana darurat," anjurnya.

Dan sejujurnya, setelah membaca dan mencoba melakukan saran ini—mengambil kalkulator, menghitung, mempetakan kebutuhan, mencatat, mencoret, salah-hitung-harus-dimulai-dari-awal, membuat prioritas, ingat sesuatu, direvisi lagi sampai akhirnya final draft—kamu benar-benar layak mendapatkan liburan.