7 Tata Cara & Niat Mandi Wajib Yang Harus Kamu Ketahui

7 Tata Cara & Niat Mandi Wajib Yang Harus Kamu Ketahui
ISTOCK

Niat mandi wajib yang benar dan tata caranya yang perlu kamu ketahui sesuai dengan syariat Islam

WOOP.ID - Mandi wajib yang benar sesuai syariat Islam mempunyai aturan dan sesuai dengan namanya, mandi wajib adalah mandi yang diwajibkan untuk menyucikan diri dari hadas besar.

Bersuci menjadi salah satu bagian yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Bersuci atau thaharah, bahkan menjadi syarat yang harus dipenuhi oleh umat Muslim agar bisa kembali melakukan ibadah dan ibadahnya diterima oleh Allah SWT.

Mandi besar atau mandi wajib setelah terkena hadas besar hukumnya adalah wajib. Karena jika seorang muslim tidak melakukan mandi besar, maka dapat menghalangi dirinya melakukan beberapa ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur'an, hingga tawaf.

Berbeda dengan hadas kecil yang dapat disucikan dengan berwudu, untuk hadas besar maka kita wajib untuk melakukan mandi wajib. Jika tidak, tubuh akan dianggap najis dan belum bisa melakukan kewajiban beribadah. 

Mandi wajib dalam Islam ditujukan untuk membersihkan diri, sekaligus menyucikan diri dari segala najis dan kotoran yang menempel pada tubuh. Sebelum mandi wajib, ada bacaan niat yang bisa dibaca.

Sebab yang Mengharuskan Untuk Mandi Wajib

Sebelum mengetahui cara mandi wajib yang benar, Sobat Woop perlu memahami sebab-sebab yang mengharuskan kita untuk mandi wajib, yaitu:

1. Berhubungan Badan

Seperti yang kita ketahui, mandi junub wajib hukumnya jika telah berhubungan badan (jimak) yang mengeluarkan air mani atau pun tidak.

Menjaga hubungan suami istri tetap harmonis adalah salah satu kunci penting dalam urusan rumah tangga. Dalam Islam, hubungan intim bukan hanya bentuk kebutuhan biologis, tetapi juga sebagai bentuk ibadah kepada Allah.

Anjuran mandi wajib usai bersetubuh ini telah diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Apabila bertemu dua khitan, maka sesungguhnya wajib mandi,” (H.R Ibnu Majah)

2. Keluar Air Mani Secara Sengaja Atau Tidak

Keluarnya air mani yang dimaksud adalah keluarnya cairan dari alat kelamin laki-laki maupun wanita, baik itu karena mimpi basah, mempermainkannya, ataupun gairah yang ditimbulkan penglihatan atau pikiran.

3. Berhentinya Darah Haid Bagi Wanita

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 222 yang artinya:

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: "Haid itu adalah suatu kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu.”

Dalam sebuah tafsir disebutkan yang dimaksud dengan suci dalam ayat tersebut adalah suci dengan cara mandi. Dalam satu kesempatan sahabat Fathimah binti Abi Jaisy RA pernah bertanya tentang darah yang keluar kemudian Rasulullah SAW menjelaskan:

“Bila keadaan haid itu datang maka tinggalkanlah shalat. Bila dia telah pergi maka mandi dan shalatlah,” (HR Bukhari dari Sayyidah Aisyah RA).

4. Keluar Darah Nifas

Sama halnya seperti haid, darah yang keluar saat sesudah bersalin (nifas) juga wajib disucikan dengan mandi wajib.

Umumnya, nifas berlangsung selama 40 hari dan maksimal 60 hari. Jika darah nifas berhenti, maka wanita di haruskan untuk melakukan mandi wajib.

5. Wiladah

Wiladah adalah darah yang keluar dari rahim perempuan sebelum melahirkan anak, wiladah merupakan darah yang keluar mengiringi bayi dari kandungannya.

Ketika wanita melahirkan normal, diwajibkan untuk mandi wajib meski yang dilahirkan masih berupa segumpal darah atau daging.

Sementara jika melahirkan melalui operasi caesar, ada perdebatan antara ulama. Ada yang mengatakan harus mandi wajib ada pula yang berpendapat sebaliknya.

6. Meninggal Dunia 

Umat Islam yang meninggal dunia, selain mati syahid, maka mereka wajib untuk dimandikan.

Rukun Mandi Wajib

Fardlu atau rukunnya mandi ada dua yaitu : 

  1. Niat mandi besar harus dilakukan bersama dengan saat pertama kali menyiramkan air ke anggota badan. Anggota badan yang pertama kali di siram ini boleh yang manapun, baik bagian atas, bawah maupun yang tengah. Bila pada saat pertama kali meyiramkan air ke salah satu anggota badan tidak dibarengi dengan niat, maka anggota badan tersebut harus disiram lagi mengingat siraman yang pertama tidak dianggap masuk pada aktifitas mandi besar tersebut.
  2. Meratakan air ke bagian luar seluruh anggota badan. Jika ada sedikit saja bagian tubuh yang belum terkena air maka mandi yang dilakukan belum dianggap sah dan orang tersebut dianggap masih dalam keadaan berhadas sehingga dilarang melakukan ibadah yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang berhadas besar seperti shalat, thawaf, membaca, menyentuh dan membawa Al-Qur’an dan lain sebagainya.

Niat Mandi Besar

Para ulama mengatakan bahwa niat berfungsi sebagai pembeda dari kebiasaan dan ibadah. Ketika hendak mandi besar tentu harus dibedakan dengan aktivitas mandi yang biasa dilakukan.

Dalam hadis dari ‘Umar bin Al Khattab, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

"Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan Intim: Niat dan Hukum

Berhubungan suami istri termasuk salah satu hadas besar. Karena itu, penting bagi kalian pasangan suami istri untuk paham bagaimana cara mandi wajib yang benar.

Allah telah menuliskan perintah untuk mandi wajib dalam Alquran. Allah berfirman: “Wa ing kuntum junuban faththohharuu,”. Yang artinya: "Dan jika kamu junub, maka mandilah," (QS Al Maidah:6).

Niat mandi besar yang harus dibaca ketika hendak mandi wajib setelah syahwat yaitu :

"Bismillahirahmanirahim nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbar minal janabati fardlon lillahi ta'ala."

Artinya:

"Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta'ala."

Hadas besar karena syahwat bisa juga disebabkan karena mimpi basah, keluarnya cairan mani, atau hubungan badan antara suami-istri.

Niat Mandi Besar Setelah Nifas

Bacaan niat mandi besar bagi wanita yang selesai nifas, yaitu :

“Bismillahi rahmani rahim nawaitu ghusla liraf'il hadatsil akbar minan nifasi fardlon lillahi ta'ala.”

Artinya:

"Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari nifas, fardhu karena Allah Ta'ala."

Niat Mandi Besar setelah Haid

Bacaan niat mandi besar bagi wanita yang selesai masa haid, yaitu :

“Bismillahi rahmani rahim nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbar minal haidi fardlon lillahi ta'ala.”

Artinya:

"Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardhu karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Mandi Besar Bagi Laki-laki

Ada hadist dan beberapa anjuran yang berbeda mengenai bagaimana cara mandi besar untuk laki-laki.

Menurut hadist yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, menyela pangkal rambut hanya dikhususkan untuk laki-laki. Sedangkan perempuan tidak perlu melakukan hal ini.

Berikut ini tata cara mandi wajib dengan cara Nabi Muhammad SAW menurut salah satu hadist,

"Dari Aisyah dia berkata, "Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mandi karena junub, maka beliau memulainya dengan membasuh kedua tangan. Beliau menuangkan air dengan tangan kanan ke atas tangan kiri, kemudian membasuh kemaluan dan berwudhu dengan wudhu untuk salat. Kemudian beliau menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata. Setelah selesai, beliau membasuh kepala sebanyak tiga kali, lalu beliau membasuh seluruh tubuh dan akhirnya membasuh kedua kaki." (HR. Bukhari dan Muslim).

Berikut cara mandi besar untuk laki-laki:

  1. Basuh kedua tangan.
  2. Tuangkan air dengan tangan kanan ke atas tangan kiri, kemudian basuh kemaluan.
  3. Berwudhu seperti tata cara wudhu untuk shalat.
  4. Siram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata.
  5. Basuh kepala sebanyak tiga kali.
  6. Basuh seluruh tubuh.
  7. Basuh kedua kaki.

Tata Cara Mandi Besar Bagi Perempuan

Hal yang membedakan cara mandi besar antara laki-laki dan perempuan adalah tidak perlunya menyela pangkal rambut bagi perempuan.

Bahkan, seorang perempuan tidak perlu membuka jalinan rambutnya. Hal ini disebutkan dalam salah satu hadis yaitu,

"Ummu Salamah bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, "Aku berkata, wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku ini perempuan yang sangat kuat jalinan rambut kepalanya, apakah aku boleh mengurainya ketika mandi junub? Maka Rasulullah menjawab, Jangan, sebetulnya cukup bagimu mengguyurkan air pada kepalamu 3 kali guyuran." (HR. Muslim).

Berikut adalah cara mandi besar untuk perempuan:

  1. Bacalah niat mandi wajib atau mandi junub terlebih dahulu.
  2. Bersihkan telapak tangan sebanyak 3 kali, lalu kemudian lanjutkan dengan membersihkan dubur dan alat kemaluan.
  3. Bersihkan kemaluan berikut kotoran yang menempel di sekitarnya dengan tangan kiri.
  4. Setelah membersihkan kemaluan, cuci tangan dengan menggosok-gosoknya dengan tanah atau sabun.
  5. Lakukan gerakan wudhu yang sempurna seperti ketika kita akan shalat, dimulai dari membasuh tangan sampai membasuh kaki.
  6. Bilas kepala dengan mengguyurkan air sebanyak 3 kali.
  7. Bilas seluruh tubuh dengan mengguyurkan air. Dimulai dari sisi yang kanan, lalu lanjutkan dengan sisi tubuh kiri. Pastikan seluruh lipatan kulit dan bagian tersembunyi ikut dibersihkan.

Bukan hanya cara mandi wajib yang perlu sobat Woop pahami. Mengetahui manfaat dari mandi wajib juga tidak kalah pentingnya.

Islam sangat memperhatikan kebersihan, terutama adalah kebersihan umatnya. Bukan hanya kebersihan badan, pakaian dan tempat yang sifatnya zahir dan jelas, akan tetapi juga dengan bersihnya hati dari perilaku buruk dan penyakit hati.

Menurut Syekh Muhyiddin dalam kitabnya yang berjudul Ibadatul Islam: Fiqhuha, Asroruha, wa Ta’allumu Kaifiyyatiha dalam bab faidah-faidah mandi (fawaidul ghusli), manfaat atau faidah mandi itu adalah:

Mandi adalah sebagai ibadah sebagaimana wudhu’. Ketika seorang muslim melakukan mandi wajib, itu berarti dia telah melaksanakan perintah Allah.

Syekh Muhyiddin mengatakan bahwa dengan melaksanakan perintah Allah, seorang muslim dapat pahala yang besar, kebahagiaan, ketenangan dan kegembiraan.

Mandi wajib menjaga kebersihan. Karena akan menghalangi seseorang saat sedang beribadah, mandi wajib juga dimaksudkan untuk menjaga kebersihan diri. Seorang ulama juga pernah mengatakan bahwa kebersihan sebagian dari iman.

Menjadikan tubuh menjadi semangat untuk menjalankan aktivitas, aktif dan bisa mengusir rasa malas.

Untuk manfaat yang ini, Syekh Muhyiddin menjelaskan: tidak di ragukan lagi, bahwasanya Allah SWT menciptakan dan membuat aturan (syariat) akan sesuatu yang dapat memperbaiki dan menegakkan urusan kita.

Apabila kita dapat mengikuti aturan dan juga syariat-Nya, maka kita bernaung pada naungan cinta dan ridho-Nya. Dan kita pun pasti akan bahagia di dunia dan di akhirat dan diantara syariat-Nya ialah mandi wajib. 

Baca: Harus Baca! 5 Akun Instagram Quotes Islami!

Baca: Seberapa Sering Kamu Harus Mandi Setiap Hari? Ini Jawaban Seorang Ahli

Baca: Mandi Pakai Baking Soda? ini Manfaatnya Buat Kecantikan!