Peringati Hari HAM Dunia, Ini 5 Aktivis Perempuan Pejuang Hak Asasi

Peringati Hari HAM, Ini 5 Aktivis Wanita Pejuang Hak Asasi
Nadia Murad (dw.com)

Demi menghapus ketimpangan gender dan memperoleh hak yang setara, sederet aktivis perempuan ini aktif memperjuangkan hak-hak wanita.

Perempuan pembela hak asasi manusia kerap menghadapi tantangan lebih besar dibanding laki-laki, akibat diskriminasi gender dan stereotip yang terus-menerus dialaminya. Aktivis perempuan selalu memikul lebih banyak beban. Misalnya, mereka sering menjadi sasaran kampanye pelecehan tanpa henti secara online dan pribadi, hingga kekerasan berbasis gender dan serangan misoginis lainnya.

Untuk itulah, dalam rangka memperingati hari HAM Internasional yang jatuh setiap tanggal 10 Desember, Woop akan memperkenalkanmu dengan sederet tokoh wanita yang berani memperjuangkan hak-hak para perempuan di seluruh dunia. Siapa saja mereka, yuk simak lebih lanjut!

Tokoh Hak Asasi Perempuan Dunia

Nadia Murad

Nadia Murad (vogue.com)
Nadia Murad (vogue.com)

Nadia Murad adalah penyintas yang menjadi advokat. Pada Agustus 2014, ISIS menculik Murad dari rumahnya di Sinjar, Irak Utara, untuk dipaksa masuk Islam dan dijual sebagai budak seksual.

Butuh tiga bulan sebelum Murad akhirnya bisa melarikan diri dari kamp tawanan tersebut. Hebatnya, alih-alih berdiam diri mengenai kekerasan yang dialaminya, Murad justru menceritakan kepada dunia mengenai kisahnya dan menuntut pertanggungjawaban atas kejahatan yang dilakukan ISIS terhadapnya dan sekitar 6300 Yazidi lainnya.

Pada tahun 2018, Murad ditunjuk sebagai penerima Nobel Perdamaian untuk menghormati keberaniannya dalam mengakhiri kekerasan seksual sebagai senjata perang.

Baca juga: Nyatanya, Perempuan di Dunia Kedokteran Masih Mendapat Diskriminasi Gender

Luo Xixi

Luo Xixi (reutersmedia.net)
Luo Xixi (reutersmedia.net)

Xixi merupakan salah satu aktivis yang mempopulerkan gerakan #MeToo di Tiongkok. Hal itu berawal ketika dirinya mendapat pelecahan seksual saat menjadi mahasiswa di Universitas Beihang, tahun 2004.

Akibat mendapat ancaman dari pelaku yang merupakan penasihat fakultasnya, Xixi terpaksa merahasiakan perbuatan bejat itu selama 14 tahun. Barulah pada Januari 2018, Xixi yang kini tinggal di Amerika Serikat, terinspirasi oleh gerakan #MeToo dan berani menyuarakan kisahnya.

Ceritanya ia posting di Weibo, platform media sosial Tiongkok, dan telah dibaca hingga lebih dari 3 juta orang. Keberaniannya itulah yang mengilhami banyak perempuan untuk berani bersuara, dan memicu debat tentang pelecehan seksual di Tiongkok.

Samar Badawi

Samar Badawi (theislamicmonthly.com)
Samar Badawi (theislamicmonthly.com)

Badawi, seorang aktivis terkemuka Arab Saudi, telah menghabiskan masa-masa hidupnya yang penuh perjuangan sebagai bentuk kampanye hak asasi manusia yang luas. Pada tahun 2009, Badawi, menghabiskan hidup tujuh bulan di penjara setelah sang ayah menggugatnya akibat dianggap tidak patuh.