Pertanyaan Serius: Apa sih, Manfaat Olahraga Saat Hamil?

Pertanyaan Serius: Apa sih, Manfaat Olahraga Saat Hamil?
ISTOCK

Memangnya aman?

Pertanyaan sejuta ibu hamil: apakah aman berolahraga saat berbadan dua? Langsung olahraga atau harus ngobrol dengan dokter dulu? "Kehamilan adalah bulan-bulan sarat dengan perubahan, baik itu dari sisi fisik maupun mental dari calon ibu. Namun, bukan lantas menjadi alasan untuk menjadi tidak aktif. Berolahraga selama masa kehamilan dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan tubuh si ibu dan juga dapat membantu mempersiapkan tubuh untuk proses melahirkan," kata Dinda Utami, pelatih di Fitness Embassy dan APKI Certified Fitness Trainer. "Semua ibu hamil," katanya dengan penekanan, "wajib berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu sebelum memulai aktivitas olahraga."

Bagi para calon ibu yang mendapat lampu hijau untuk berolahraga saat periode kehamilan, Dinda membeberkan ada banyak manfaat yang bisa didapatkan. Di antaranya: 

  • Mengurangi ketidaknyamanan tubuh selama kehamilan. "Rutin berolahraga baik itu ketika hamil maupun tidak, akan membantu melancarkan peredaran darah, memperkuat dan meningkatkan massa otot. Hal ini dapat membantu meringankan ketidaknyamanan tubuh ibu hamil seperti mual, pusing,dan nyeri."

  • Membantu meningkatkan stamina. Menurutnya, kehamilan terutama pada trimester kedua dan ketiga sangat menyedot energi sang ibu karena bobot bayi juga semakin bertambah. "Tetap aktif dan rajin berolahraga membantu meningkatkan sistem kardiovaskular sehingga stamina dan energi selama kehamilan tetap terjaga." 

  • Mengurangi stress dan mood swing. "Perubahan hormon selama kehamilan membuat ibu hamil rentan dengan stress dan mood swings." Dan berolahraga dapat membantu produksi dari hormon endorphins dan serotonin, hormon yang membantu mengurangi rasa sakit dan mendorong pemikiran positif sehingga tingkat stress pada ibu hamil dapat terjaga. 

Satu hal yang WOOP pernah dengar adalah bahwa olahraga saat sedang mengandung bisa mempermudah proses kelahiran. Apakah benar? "Mudah atas tidaknya proses kelahiran bergantung dari banyak hal, tidak hanya frekuensi olahraga semasa kehamilan. Namun yang perlu diingat, rajin berolahraga semasa hamil membantu meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh yang tentunya dibutuhkan selama proses melahirkan," jawabnya. 

Selain itu, Dinda juga mengatakan bahwa jika sang ibu sudah aktif berolahraga dari sebelum masa kehamilan—misalnya dua sampai tiga kali seminggu, "maka frekuensi ini dapat dilanjutkan." Yang dianjurkannya adalah intensitas rendah dan medium untuk menjaga kelancaran peredaran darah dari sang ibu ke bayi. Adakah cara praktis untuk memastikan apa yang ibu lakukan sesuai dengan kemampuannya? "Salah satu cara untuk memastikan olahraga yang sedang dilakukan tidak melebihi kemampuan sang ibu adalah dengan melakukan talk test, yaitu berbincang-bincang sembari melakukan aktivitas olahraga tersebut. Apabila sang ibu tidak mampu berbicara seperti biasa, maka harus segera beristirahat," paparnya. 

Lalu bagaimana jika kandungan sudah melebihi tiga bulan, misalnya tujuh bulan, adakah perubahan pola olahraga yang harus diadaptasi? "Semakin tua usia kehamilan, beban yang ditopang sang ibu juga semakin besar sehingga keseimbangan bisa terganggu," katanya.

Oleh karena itu, menurutnya jenis olahraga yang dilakukan harus disesuaikan untuk menghindari resiko jatuh. "Beberapa jenis olahraga yang sebaiknya tidak dilakukan, misalnya melompat, skipping, bouncing; olahraga yang dapat menyebabkan trauma abdomen; dan olahraga di tempat terlalu lembab dan panas," tandasnya.Oke,minggu depan olahraga, deh!