Gagal Operasi Plastik, Rambut Kemaluan Malah Tumbuh di Wajah Wanita Ini

Punya Kelainan, Rambut Kemaluan Tumbuh di Wajah Wanita Ini
Crystal Coombs

Akibat bedah plastik yang dilakukannya, seorang wanita mengalami kelainan aneh yaitu memiliki rambut kemaluan yang tumbuh di wajah.

Sebuah siaran televisi Amerika Serikat berjudul 'Botched', ramai dibicarakan setelah seorang tamu menceritakan mengenai kelainan yang dialaminya, yaitu memiliki rambut kemaluan yang tumbuh di wajah. 

Botched merupakan siaran TV yang menayangkan tentang kecelakaan operasi kosmetik yang dialami segelintir orang. Pada tayangan di hari Senin (6/1), perempuan bernama Crystal Coombs datang untuk berkonsultasi perihal kondisinya.

Melansir dari Insider, Coombs memiliki rambut kemaluan yang tumbuh di wajah, akibat operasi cangkok kulit yang dilakukannya bertahun-tahun silam.

Coombs mengatakan bahwa di usianya yang ke 9 tahun, ia pernah dilarikan ke unit gawat darurat setelah digigit anjing. Saat itulah, seorang ahli bedah plastik ditugaskan memperbaiki kulit di wajahnya yang rusak.

"Mereka melakukan pencakokan kulit untuk wajahku, dan mengambilnya dari kulit di pangkal paha. Entah kenapa, rambut mulai tumbuh di pipiku setelahnya," ucap Coombs.

Crystal Coombs
Crystal Coombs

Baca juga: Dikhianati Calon Istri, Pria Ini Balaskan Dendam Lewat Video di Hari Pernikahan

Coombs mengatakan bahwa, dia tidak pernah mengingat ahli bedahnya mengatakan pertumbuhan rambut kemaluan akan menjadi efek samping dari prosedur bedah plastik yang dilakukannya.

Paul Nassif, dokter yang menjadi pembawa acara tersebut pun ikut bingung tentang alasan ahli bedah yang menggunakan kulit selangkangan untuk cangkok kulit, sebuah prosedur operasi di mana sepetak kulit dikeluarkan dari satu bagian tubuh dan dipindahkan ke daerah lain untuk memperbaiki luka.

Hadley King, seorang dokter kulit yang berbasis di Manhattan, juga mengatakan kepada Insider bahwa pangkal paha adalah pilihan aneh untuk prosedur pencangkokan kulit wajah, dan hingga kini dia belum pernah mendengar kasus lain seperti Coombs.

"Ketika kulit dicangkokkan, kulit situs donor harus cocok dengan kulit situs penerima sebaik mungkin karena kulit akan mempertahankan karakteristiknya," kata King.