Superfood Vs Diet Seimbang: Mana yang Lebih Penting bagi Tubuh?

Superfood Vs Diet Seimbang: Mana yang Lebih Penting bagi Tubuh?
ISTOCK

Saling melengkapi.

Tidak hanya ada super hero, di dunia ini juga istilah superfood. Tipe makanan yang katanya berada dalam level superior (dibandingkan makanan lain) yang bisa membantumu menurunkan berat badan (ehem, goji berries), mengurangi risiko penyakit jantung (hmm, chia seed), memperlambat penuaan (ehem, timun), bahkan bisa menambah kecerdasaan otak. Dan kita pun mencobanya dengan semangat.

“Istilah superfood atau pangan fungsional yaitu pangan mengandung komponen bioaktif (zat gizi/non gizi) yang memiliki manfaat kesehatan dan/atau mencegah penyakit tertentu,” ujar dr. Nessa Wulandari, MGizi, SpGK., dari Departemen Ilmu Gizi FKUI-RSCM, kepada Woop.

Lalu, apa yang termasuk superfood? “Yang termasuk superfood misalnya yang memiliki manfaat sebagai antioksidan seperti buah dan sayur berwarna. Serta, bisa juga mengurangi kadar kolesterol seperti yang terdapat pada oats, karena mengandung serat beta-glukan,” jelasnya. 

Jadi, memang memiliki manfaat mulia bagi kesehatan kita.

Superfood memiliki manfaat bagi kesehatan, beberapa juga dapat mencegah penyakit tertentu, tapi bila hanya terfokus pada jenis superfood tertentu, maka akan menyebabkan tidak tercapainya pola makan seimbang,” jelas Nessa.

Nah, ini dia situasinya: terkadang terlalu terpaku terhadap superfood, sehingga cenderung menomorduakan konsep gizi seimbang. Padahal, dua hal tersebut berbeda dan tidak bisa lantas saling menggantikan begitu saja. 

“Perbedaannya, superfood merupakan pangan/bahan makanan. Sedangkan, diet gizi seimbang adalah pola makan komposisi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral,” jawabnya. Atau dengan kata lain, “superfood dapat menjadi bagian dari diet gizi seimbang,” sambung Nessa.

Jadi begitu ya, superfood bagian dari diet gizi seimbang, tapi tidak sebaliknya: diet gizi seimbang tidak hanya berisi dan tidak cukup dari superfood saja. Sesuper apa pun makanan itu. Jadi, jika dibandingkan, manakah yang lebih penting?

“Keduanya tidak dapat dibandingkan!” ucapnya dengan tegas. “Karena itu merupakan kedua hal yang berbeda. Sehingga, lebih tepat saling melengkapi bagi keduanya. Secara tidak sadar, makanan yang dimakan oleh kita sehari-hari sudah mencangkup superfood.”

Kesimpulannya: (semboyan jadul ini masih berlaku) empat sehat lima sempurna, dan yang di dalamnya terdapat superfood. Dan variasi itu penting, artinya tidak hanya mengonsumsi satu superfood yang sama setiap hari. Berikut beberapa makanan yang dianggap "superfood terbaik". 

HALAMAN
12