Tradisi Natal Unik: Jepang Makan KFC, dan Norwegia Menyembunyikan Sapu

Tradisi Natal Unik: Jepang Makan KFC, dan Norwegia Menyembunyikan Sapu
ISTOCK

Ho... ho... ho... dimana Guinness jatah saya?

Boleh jadi hampir di setiap negara di seluruh pesolok Bumi ini merayakan dan menyambut Natal dengan hiasan pohon Natal, hiasan merah, hijau dan kuning serta kue dan cokelat. Namun, lain lubuk lain ikannya. Banyak negara yang memiliki tradisi Natal yang membuat periode tersebut ditunggu-tunggu oleh anak-anak—dan Santa Klaus. Kapan lagi Santa bisa mendapatkan berbotol-botol Guinness—gratis. Cheers and Merry Christmas

1. FILIPINA

Di Filipina, sebuah festival diadakan setiap tahun, tepatnya pada hari Sabtu sebelum Malam Natal. Festival ini diberi nama Giant Lantern Festival, diadakan di kota San Fernando dan menghadirkan banyak lentera raksasa. Dan ratusan lentera tersebut akan dipilih yang terbaik dan menjadi juara. 

2. AUSTRIA

Di beberapa kota di Austria, banyak pria yang akan berdandan ala Krampus, monster bertanduk yang menghukum anak-anak nakal selama Natal. Dan yang membuat tradisi ini menegangkan adalah mereka melakukan parade di tengah kota dan berlagak seperti sedang mencari anak yang nakal. Jujur, agak menakutkan rasanya menjadi anak hari itu. 

3. JERMAN

Jika anak-anak merasa "diteror" oleh Krampus saat Natal di Austria, di negara tetangganya yakni Jerman, tradisinya adalah anak-anak diminta untuk meninggalkan sepatu yang diisi dengan wortel dan jerami di depan pintu rumah, untuk memberi makan kuda Santo Nikolas saat dia berkendara dan melewati rumah mereka. 

Pagi harinya, jika anak-anak tersebut didapati berkelakuan sepanjang tahun tersebut, mereka akan mendapati manisan dan permen berjejalan di dalam sepatu di depan pintu. 

4. NORWEGIA 

Menurut tradisi Norwegia, pada Malam Natal bersamaan waktunya dengan kedatangan para roh jahat. Dan sebagai bentuk perlawanan dan menolak mereka, setiap rumah harus menyembunyikan sapu mereka. (Alasan yang bagus untuk tidak menolak bersih-bersih selama Natal.)