Yep, Olahraga Itu Penting Tapi Saya Malas dan BosanBagaimana, ya?

Yep, Olahraga Itu Penting Tapi Saya Malas dan BosanBagaimana, ya?
ISTOCK

Karena terkadang kita menjadi mahluk paling malas sedunia.

Simpan ini sampai tiba saat membuat revolusi tahun baru—atau, lebih baik lagi, coba dari sekarang. Uh-uh, kita sedang membicarakan kepelikan tingkat dewa: bagaimana cara suka dan rajin berolahraga. 

“Olahraga sangat penting!” kata Andri Suyoko, S.Pd., M.Kes., seorang profesional personal dan group trainer, Certified Fitness Trainer APKI, guru dan dosen tamu di beberapa universitas swasta di Surabaya kepada Woop. “Karena dengan berolahraga dengan benar dan konsisten, di samping dapat meningkatkan tingkat kebugaran yang membuat kita lebih produktif dalam bekerja, olahraga dapat juga memperbaiki komposisi tubuh kita dan mencegah dari penyakit degeneratif, seperti diabetes militus tipe 2, OA (Osteoarthritis), Osteoporosis dan penyakit jantung koroner,” lanjutnya.

Beberapa dari kita mungkin sudah tahu fakta itu—dan sisanya butuh diingatkan. You're welcome

Masalahnya adalah mengapa banyak orang (termasuk kamu dan saya) sulit mendorong diri untuk olahraga? Spektrum yang lebih ekstrim: tidak menyukainya, karena membutuhkan banyak usaha. Argh! 

“Banyak faktor yang dapat mempengaruhinya,” ujarnya. Coba cek, apakah alasan di bawah ini sesuai dengan kondisimu: 

  1. Manfaat olahraga masih belum terpatri di hati dan pikiran. Coba, usahakan lebih sering membaca artikel ilmiah tentang manfaat olahraga, karena secara tidak langsung kita akan mulai terpikat untuk melakukannya. Misalnya, ini dan ini

  2. Memilih metode olahraga yang kurang tepat sehingga badan rasanya mau rontok, tapi hasilnya nol. Alhasil, kapok. "Jika kita paham dengan metode latihan yang baik, benar dan terprogram, kita pasti bisa mencapai hasil yang diinginkan dengan realistis sesuai kebutuhannya."

  3. Padatnya aktivitas pekerjaan yang menguras tenaga dan waktu untuk olahraga. (Siapa yang sempat olahraga jika pekerjaan di rumah dan kantor bagaikan upaya memadamkan api di hutan di musim kemarau?). Oleh karenanya, Andri menyarankan untuk memulai olahraga dengan intensitas ringan, seperti jogging pelan selama 10 sampai 15 menit. "Dengan konsisten dan perlahan ditingkatkan akan meningkatkan kebugaran sehingga kita tidak merasa kekurangan tenaga untuk berolahraga, bahkan akan meningkatkan produktivitas kita dalam bekerja."

  4. Tidak ada partner atau support system untuk berolahraga. Cari teman, tanya teman kantor, teman nongkrong yang juga sedang ingin mencoba hidup lebih sehat dan bertekad berolahraga. "Dengan mencari teman yang sama-sama punya hobi olahraga akan membuat kita lebih semangat berolahraga." 

Di atas kertas memang lebih gampang, kenyataannya... hanya kamu yang tahu. 

HALAMAN
123