8 Jenis Alat Kontrasepsi Untuk Mencegah Kehamilan

8 Jenis Alat Kontrasepsi Untuk Mencegah Kehamilan
ilustrasi macam-macam alat kontrasepsi

Keluarga berencana harus mengenal macam-macam alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan beserta keuntungan dan kekurangannya

WOOP.ID - Keluarga Berencana atau yang lebih sering disebut KB adalah program skala nasional untuk menekan angka kelahiran dan mengendalikan pertumbuhan penduduk di suatu negara. Sebagai contoh, Amerika Serikat punya program KB yang disebut dengan Planned Parenthood.

Program KB juga secara khusus dirancang demi menciptakan kemajuan, kestabilan, dan kesejahteraan ekonomi, sosial, serta spiritual setiap penduduknya. Program KB di Indonesia diatur dalam UU N0 10 tahun 1992, yang dijalankan dan diawasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN),

Melalui  program Keluarga Berencana, kamu dan pasanganmu bisa menentukan sendiri kapan waktu yang tepat untuk memiliki momongan. Dengan begitu, kamu dan pasangan bisa mempersiapkan kehamilan secara fisik, finansial, dan mental dengan lebih baik. Program Keluarga Berencana juga bahkan dapat membantu kamu merencanakan masa depan si kecil dengan lebih matang. 

Bentuk dari program Keluarga Berencana adalah pemakaian alat kontrasepsi untuk menunda/mencegah kehamilan. Berikut alat kontrasepsi yang paling sering digunakan : 

  • Kondom
  • Diaphragm/Diafragma
  • Pil KB
  • IUD
  • Suntik
  • KB implan
  • Vasektomi dan Tubektomi (KB permanen)

Pilihan untuk menggunakan kontrasepsi mungkin menjadi pilihan individual, atau menjadi keputusan yang dibuat dengan pasangan kamu. Dalam hal ini, penting untuk mendiskusikan jenis kontrasepsi dengan pasangan, sehingga kamu dapat memilih metode yang sesuai dengan kondisi dan situasi. Kontrasepsi sangat mempengaruhi kamu dan pasangan, jadi itu tanggung jawab keduanya. Agar tidak salah pilih, berikut Woop bagikan informasi tentang bermacam alat kontrasepsi.

Macam-macam Alat Kontrasepsi Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

1. Kondom 

ilustrasi kontrasepsi kondom
 kontrasepsi kondom

Kondom merupakan salah satu pilihan untuk mencegah kehamilan yang sudah populer di masyarakat. Kondom adalah suatu kantong karet tipis, biasanya terbuat dari lateks, tidak berpori. Kondom sudah dibuktikan dalam penelitian di laboratorium sehingga dapat mencegah penularan penyakit seksual, seperti sifilis, HIV/AIDS, atau herpes. 

Kelebihan pemakaian kontrasepsi kondom:

  • Efektif bila digunakan dengan benar
  • Tidak mengganggu produksi ASI
  • Dijual dengan bebas di berbagai tempat dengan harganya tergolong terjangkau
  • Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatan khusus
  • Sangat mudah digunakan tanpa perlu keahlian khusus
  • Tidak mengganggu kesuburan seseorang dan bisa digunakan kapan pun
  • Metode kontrasepsi sementara bila metode kontrasepsi lainnya harus ditunda

Kekurangan pemakaian kontrasepsi kondom:

  • Jika kamu alergi terhadap bahan lateks, hindari memakai kondom karena dapat menimbulkan ruam dan gatal
  • Meski kemungkinannya sangat kecil, masih ada risiko kehamilan dan penularan penyakit seksual biarpun sudah menggunakan kondom saat berhubungan. Biasanya ini terjadi jika menggunakan kondom rusak, kedaluwarsa, atau cara menggunakannya yang kurang tepat
  • Kondom bisa robek saat digunakan jika melakukan gesekan yang berlebihan selama berhubungan seksual
  • Kondom bisa menurunkan kenikmatan untuk sebagian orang yang menginginkan adanya sentuhan langsung

2. Diaphragm / Diafragma

kontrasepsi diaphragm
kontrasepsi diaphragm

Diafrgma adalah kap berbentuk bulat cembung, terbuat dari lateks (karet) seperti kondom, diafragma juga hanya digunakan pada perempuan. Kamu bisa mengisi sebagian diafragma menggunakan gel atau krim (spermisida) yang bisa membunuh sperma dan masukan ke dalam vagina sebelum melakukan hubungan intim. Diafragma memiliki fungsi untuk menghalangi sperma masuk ke dalam rahim. 

Kelebihan pemakaian kontrasepsi Diafragma: 

  • Aman bagi ibu menyusui
  • Efektif mencegah kehamilan
  • Tidak mempengaruhi ASI 

Kekurangan alat kontrasepsi Diafragma: 

  • Teknik pemasangannya yang mungkin menimbulkan rasa kurang nyaman
  • Tidak efektif untuk mencegah penyakit menular seksual, jadi harus ditambah dengan penggunaan kondom untuk mencegah transmisi dari penyakit menular seksual

3. Pil KB 

pil kb
pil kb

Pil KB merupakan salah satu alat kontrasepsi yang banyak diminati oleh para wanita untuk mencegah kehamilan. Pil ini bekerja dengan cara mencegah adanya pembuahan. Hormon buatan yang terdapat di dalam pil KB membantu menghentikan ovulasi. 

Berdasarkan kandungan bahan di dalam pil KB, pil KB dapat dibagi menjadi 2, yaitu:

Pil KB Kombinasi

Pil KB kombinasi mengandung hormon estrogen dan progesteron. Sebagian besar produk pil KB kombinasi terdiri dari pil aktif yang mengandung hormon, serta beberapa pil non aktif (plasebo) yang tidak mengandung hormon.

Pil KB kombinasi bekerja dengan cara menghentikan proses pelepasan sel telur (ovum) oleh saat indung telur (ovarium) atau proses ovulasi. Obat ini juga bekerja dengan cara mengentalkan lendir di leher rahim (serviks) sehingga sperma sulit mencapai telur, sekaligus menipiskan dinding rahim agar sel telur yang telah dibuahi tidak dapat bertumbuh.

Ada empat jenis pil KB kombinasi, yaitu:

  1. Pil KB monofasik, mengandung hormon estrogen dan progesteron dengan kadar yang konstan atau sama pada setiap pil aktifnya.
  2. Pil KB bifasik, mengandung hormon estrogen dan hormon progesteron. Estrogen pada setiap pil aktif dalam 1 siklus tetap konstan, sedangkan kadar progesteron pada pil aktif akan meningkat setelah setengah siklus.
  3. Pil KB trifasik, mengandung hormon estrogen dan progesteron yang dosisnya berubah sebanyak 3 kali dalam 1 siklus. Perubahan kadar hormon akan terjadi setiap 7 hari.
  4. Pil KB tetrafasik, mengandung hormon estrogen dan progesteron yang dosisnya berubah sebanyak 4 kali dalam 1 siklus.

Pil KB khusus progestin

Pil KB khusus progestin (progesteron sintetis) ini biasanya dikenal dengan nama pil mini. Pil KB ini hanya terdiri dari pil aktif, yang di dalamnya terdapat progestin dengan jumlah yang konstan. Pil mini biasanya digunakan oleh ibu menyusui dan wanita yang tidak boleh mengonsumsi estrogen.

Kelebihan alat kontrasepsi Pil KB: 

  • Mampu mengurangi gejala PMS (sindrom pre menstruasi).
  • Melindungi dari penyakit radang panggul.
  • Mengurangi risiko fibrosis, kista ovarium, dan penyakit payudara non kanker.
  • Sama sekali tidak mengganggu seks karena dikonsumsi dengan cara diminum.
  • Periode menstruasi lebih teratur, ringan, dan tidak terlalu menyakitkan.
  • Mengurangi risiko kanker indung telur, rahim, dan usus besar.
  • Bisa langsung program hamil setelah berhenti mengonsumsi pil KB.

Kekurangan alat kontrasepsi Pil KB:

  • Mual
  • Flek atau perdarahan vagina di luar siklus menstruasi
  • Volume darah menstruasi lebih sedikit dari biasanya
  • Meningkatkan atau menurunkan gairah berhubungan intim
  • Perubahan suasana hati
  • Sakit kepala ringan
  • Payudara bengkak atau sakit ketika disentuh
  • Keputihan
  • Berat badan naik 

4. IUD 

iud
iud

IUD adalah singkatan dari  "intrauterine device". Berbentuk seperti "T" dan sedikit berukuran sekitar 3 cm. IUD akan dipasang dalam rahim dan mencegah kehamilan dengan menghentikan sperma untuk mencapai dan membuahi sel telur. Alat kontrasepsi ini dapat mencegah kehamilan hingga jangka waktu sepuluh tahun.

Kelebihan alat kontrasepsi IUD: 

  • Dapat mencegah kehamilan hingga 99%
  • Lebih praktis sebab dalam sekali pemasangan, dapat mencegah kehamilan dalam jangka waktu yang cukup lama. Selain itu, IUD bisa dilepas kapan saja ketika Anda sudah ingin merencanakan kehamilan.
  • Harga yang relatif terjangkau
  • Aman untuk ibu menyusui
  • Kontrasepsi IUD direkomendasikan untuk wanita yang tidak bisa mengonsumsi pil KB ataupun menderita penyakit tertentu, seperti penyakit darah tinggi.
  • Tidak meningkatkan berat badan

Kekurangan alat kontrasespsi IUD: 

  • Rasa nyeri pada saat pemasangan IUD
  • Menstruasi tidak teratur
  • Kram perut setelah pemasangan IUD
  • Timbul bercak perdarahan
  • Mual dan sakit perut
  • Infeksi vagina
  • Posisi IUD bergeser

5. Suntik 

suntik
suntik

Suntik KB adalah kontrasepsi hormonal yang mengandung hormon progesteron (progestin). Hormon ini serupa dengan hormon alami wanita, yaitu progesteron, dan dapat menghentikan ovulasi. Berdasarkan jangka waktu, di Indonesia terdapat dua jenis suntik KB yang paling umum digunakan, yaitu suntik KB 1 bulan dan suntik KB 3 bulan.

Kelebihan alat kontrasepsi Suntik: 

  • Tidak berinteraksi dengan obat-obatan lain
  • Relatif aman untuk ibu menyusui
  • Tidak perlu repot mengingat untuk mengonsumsi pil kontrasepsi setiap hari
  • Tidak perlu menghitung masa subur jika hendak berhubungan seksual
  • Jika ingin berhenti, cukup hentikan pemakaiannya dan tidak perlu ke dokter
  • Dapat mengurangi risiko munculnya kanker ovarium dan kanker rahim

Kekurangan alat kontrasepsi Suntik:

  • Memiliki risiko terjadinya perdarahan tidak normal, meski jarang terjadi
  • Menyebabkan pusing dan payudara lebih terasa sensitif atau nyeri
  • Memicu terjadinya perubahan suasana hati
  • Tidak dianjurkan bagi wanita yang menderita migrain
  • Tidak melindungi dari infeksi menular seksual
  • Butuh waktu cukup lama agar tingkat kesuburan kembali normal, setidaknya setahun setelah suntik KB dihentikan. Hal ini membuat jenis kontrasepsi ini tidak dianjurkan untuk mereka yang ingin segera memiliki anak.
  • Berisiko mengurangi kepadatan tulang, tetapi risiko ini akan menurun bila suntik KB dihentikan.

6. KB Implan

implan
implan

KB Implan merupakan salah satu pilihan alat kontrasepsi yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Alat kontrasepsi ini berbentuk seperti tabung plastik elastis dan berukuran kecil menyerupai batang korek api yang dimasukkan ke jaringan kulit lengan atas. Cara kerja KB ini adalah dengan melepaskan hormon progesteron ke aliran darah. Jika dipakai dengan benar, KB implan dapat mencegah kehamilan selama 3 tahun sejak pertama kali dipasang. 

Kelebihan alat kontrasepsi KB Implan: 

  • Pemasangan Lebih Mudah
  • Lebih Efektif
  • Harga yang Ekonomis
  • Tidak Mengganggu Penampilan

Kekurangan alat kontrasepsi KB Implan:

  • Haid menjadi tidak teratur atau tidak haid sama sekali
  • Darah haid menjadi lebih banyak atau lebih sedikit
  • Keluar flek atau bercak darah saat sedang tidak haid
  • Berat badan bertambah
  • Sakit kepala
  • Muncul jerawat
  • Payudara nyeri
  • Rasa sakit, infeksi, dan bekas luka di kulit tempat susuk dimasukkan (diimplan)
  • Depresi

7. Kontrasepsi Tubektomi (Sterilisasi pada Wanita)

tubektomi
tubektomi

Tubektomi atau ligasi tuba adalah metode kontrasepsi yang dilakukan dengan cara memotong, mengikat, atau menutup tuba falopi. Cara ini dapat mencegah perjalanan sel telur melalui tuba falopi dan menghalangi sperma bertemu dengan sel telur. Dengan demikian, kehamilan pun dapat dicegah. Prosedur tubektomi bisa dilakukan kapan saja, termasuk setelah persalinan normal atau bersamaan dengan operasi perut lainnya, seperti operasi caesar. Meski demikian, tidak semua wanita dapat menjalani prosedur tubektomi.

Kelebihan Kontrasepsi Tubektomi: 

  • Tidak mempengaruhi hormon
  • Hanya perlu sekali tindakan
  • Tidak harus ingat untuk minum pil setiap hari dalam pelaksanaan program keluarga berencana (KB)

Kekurangan Kontrasepsi Tubektomi:

  • Beberapa wanita masih bisa hamil setelah menjalani prosedur tubektomi, meski jarang terjadi.
  • Tidak dapat melindungi dari penyakit menular seksual, sehingga masih memerlukan alat kontrasepsi lain saat berhubungan seks, seperti kondom.
  • Bersifat permanen sehingga tindakan untuk menyambungkan kembali tuba falopi sulit dilakukan.
  • Biaya prosedur tubektomi relatif besar.
  • Ada kemungkinan komplikasi terkait operasi jangka pendek seperti ketidaknyamanan, infeksi, memar atau perdarahan di lokasi operasi, dan kemungkinan reaksi terhadap anestesi.

8. Vasektomi 

vasektomi
vasektomi

Vasektomi adalah prosedur kontrasepsi pada pria yang dilakukan dengan cara memutus penyaluran sperma ke air mani. Dengan demikian, air mani tidak akan mengandung sperma, sehingga kehamilan dapat dicegah. 

Kelebihan kontrasepsi Vasektomi: 

  • Vasektomi lebih dari 99 persen efektif untuk mencegah kehamilan
  • Efek jangka panjang bagi kesehatan jarang terjadi
  • Tidak mempengaruhi kadar hormon, gairah seks atau mengganggu aktivitas seks
  • Dapat dipilih sebagai alternatif yang lebih sederhana dan lebih aman untuk sterilisasi wanita (tubektomi)

Kekurangan kontrasepsi Vasektomi: 

  • Vasektomi tidak melindungi dari penyakit menular seksual, jadi Anda mungkin perlu menggunakan kondom juga
  • Vasektomi sulit dikembalikan ke kondisi semula
  • Kamu harus tetap menggunakan kontrasepsi setelah operasi sampai tes menunjukkan air mani bebas dari sperma
  • Kemungkinan komplikasi bisa terjadi, termasuk pengumpulan darah di dalam skrotum (hematoma), benjolan keras yang disebut granuloma sperma (disebabkan oleh kebocoran sperma dari saluran), infeksi, atau nyeri testis jangka panjang yang mungkin memerlukan operasi lebih lanjut

Program keluarga berencana tidak semata-mata dibuat untuk memenuhi target pemerintah saja. Jika dilihat dari kacamata medis, program ini sebenarnya memiliki banyak keuntungan bagi kesehatan setiap anggota keluarga.

Berbagai Manfaat Menjalankan Program Keluarga Berencana

  1. Mencegah kehamilan yang tidak diinginkan
  2. Mengurangi risiko aborsi
  3. Menurunkan angka kematian ibu
  4. Mengurangi angka kematian bayi
  5. Membantu mencegah HIV/AIDS
  6. Menjaga kesehatan mental keluarga

Setiap alat kontrasepsi ataupun tindakan pencegahan kehamilan memang memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri. Efek sampingnya pun akan berbeda-beda pada setiap orang, ada orang yang mungkin akan mengalaminya, tapi ada pula yang tidak akan merasakannya. Alangkah baiknya kamu dan pasanganmu mengkonsultasikan nya terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum memilih alat kontrasepsi. Semoga rekomendasi ini membantu ya Sobat Woop!

Baca: Jangan Salah Beli! Ini Tips Mudah Memilih Pil KB yang Tepat

Baca: Harus Baca! Ini 5 Cara Cegah Darah Tinggi Saat Hamil!

Baca: Ingin Cepat Dapat Momongan? Ketahui 7 Tips Program Hamil ini

Baca: Calon Ibu Wajib Tau! Ini 5 Cara Menghitung Masa Kehamilan