Merasa Kesepian Padahal Punya Pasangan? Ini Artinya!

Merasa Kesepian Padahal Punya Pasangan? Ini Artinya!
ISTOCK

Sering merasa kesepian padahal sudah memiliki pasangan? Jika iya, bisa jadi kamu mengalami hal ini dalam hidup.

Orang bilang, jomblo pasti kesepian. Siapa bilang? Buktinya kamu (yep, kamu) yang sudah punya pasangan pun ternyata sedang gundah gulana, dan merasa sendirian belakangan ini. Bagaimana ini bisa terjadi, pikirmu dengan resah. 

Apa Artinya Jika Kamu Merasa Kesepian Padahal Punya Pasangan?

"Kesepian adalah perasaan yang kompleks," ujar Sri Juwita Kusumawardhani., M.Psi., Psikolog., seorang psikolog klinis dewasa, dari LPTUI dan TigaGenerasi yang juga pendiri dari Cinta Setara, kepada Woop

“Begini, seseorang menyatakan ‘sepi’ di dalam hubungan romantis, hal tersebut dapat bermakna berbagai hal. Dapat terjadi saat kamu merasa tidak didengar atau tidak dicintai. Mungkin juga kamu tidak merasa dekat atau terhubung dengan pasangan, seperti dulu," jelasnya. 

Atau, bisa juga karena persepsi yang salah. "Kita merasa pasangan seharusnya bertanggung jawab atas kebahagiaan kita. Kita mengganggap bahwa pasangan seharusnya bertanggung jawab memenuhi segala kebutuhan. Jika pasangan tidak berkenan melakukan apa yang kita harapkan, maka kita mengganggap ia tidak cocok untuk kita," jelasnya. Mengharapkan segala sesuatu dipenuhi oleh pasangan, dan saat itu tidak terwujud, akhirnya seperti merasa sendirian. "Padahal sebenarnya, kebahagiaan adalah tanggung jawab pribadi, sementara pasangan hanyalah salah satu dukungan dalam hidup,” tegasnya. 

Dan mempunyai hubungan, pasangan romantis bukan berarti seseorang lantas merasa puas, tenang, nyaman sepanjang waktu. 

“Kesepian di dalam suatu hubungan jangka panjang (pernikahan) dapat menjadi beban yang nyata. Kesepian dapat membuat kita bingung harus melakukan apa agar perasaan dan situasi menjadi lebih baik. Kesepian muncul atas adanya perasaan dijauhi dan dapat membuat kita merasa tidak berdaya,” tanggapnya. 

Menurut Wita, kesepian bisa terjadi dalam setiap level hubungan. Misalnya, saat masih pacaran, kesepian bisa menyergap karena kedua belah pihak terlalu sibuk dengan aktivitas masing-masing sehingga melupakan bahwa hubungan tersebut membutuhkan usaha, pertemuan, dan bercakap-cakap.

Lalu, saat menikah, kesepian pun bisa menyusup saat kamu dan dia mengalami perubahan besar dalam hidup, misalnya mendapatkan promosi karier, punya anak. "Kita menjadi lebih fokus terhadap hal tersebut dan melupakan ‘hubungan’ yang dijalani," katanya. Padahal, justru di masa-masa seperti itulah, saat proses adaptasi besar-besaran terjadi, kedua belah membutuhkan dukungan. "Ketika salah satu pihak merasa kekurangan dukungan, maka perasaan kesepian dapat muncul.”

Apakah fenomena ini, kesepian, wajar terjadi?

“Tentunya,” jawabnya. “Di dalam hubungan dengan durasi yang lebih lama, berbagai kemungkinan peristiwa dapat muncul dan terjadi di hubungan tersebut. Jika baru muncul sekali, jangan kaget dan jangan mengambil keputusan besar terkait kondisi tersebut. Tenangkan diri dan evaluasi, apa yang membuat kamu memiliki perasaan kesepian tersebut,” sambungnya.

Sudah menenangkan diri, mengevaluasi, tapi tetap saja rasa kesepian itu tidak kunjung mereda. Apakah ini menjadi pertanda bahwa hubungan yang dijalani harus disudahi saja?

“Bukan!" tegasnya. "Kalau setiap menjalani hubungan kamu merasa sepi, maka kamu perlu mengevaluasi diri sendiri. Jika kita tidak mampu membahagiakan diri sendiri, maka menjalani hubungan dengan siapa pun tidak akan membuat kamu bahagia. Jangan gantungkan kebahagiaanmu terhadap orang lain. Dan, tentunya kamu perlu mengevaluasi hubungan yang sedang dijalani. Apakah kamu dan pasangan sudah saling mendengarkan kebutuhan satu sama lain? Apakah kamu dan pasangan sudah saling mendukung satu sama lain?” bebernya.

Sebut saja saat ini kamu merasa kesepian, atau jika ini terjadi di masa yang akan datang, Wita membocorkan beberapa metode untuk menghadapinya.

Metode Menghadapi Rasa Kesepian

  1. Evaluasi atau instropeksi diri untuk memperoleh jawaban atau perasaan sepi yang dirasakan. Berhenti untuk menyalahkan orang lain dan lebih mengambil tanggung jawab atas hidup dan kebahagiaan diri sendiri (meskipun sudah memiliki pasangan).

  2. Diskusikan dengan pasangan, agar pasangan memahami apa yang rasakan dan tidak berasumsi atau bingung sendiri menghadapimu. "Hal ini dapat meminimalisasi kesalahpahaman dan pertengkaran yang tidak perlu," katanya.

  3. Lakukan kegiatan yang bermakna untukmu. Kegiatan yang menyenangkan seperti hobi, sesuai minat dan passion.

  4. Berolahraga yang sesuai dengan karakter diri. Ini akan membantumu lebih fokus, merasa lebih bahagia dan tentunya, lebih sehat. 

  5. Miliki visi hidup yang jelas. Hal ini dapat membuatmu lebih semangat untuk mengejar dan mencapai sesuatu dalam hidup.

Selanjutnya: