Arti dan Efek Kata Pujian Good Job

Arti dan Efek Kata Pujian Good Job
ISTOCK

Ternyata mengatakan good job tidak selalu positif. Ketahui apa yang sebaiknya dikatakan selain itu.

Ada beberapa hal yang sering kali dikatakan orangtua kepada anak dengan maksud dan niat positif, padahal hal tersebut bisa berdampak destruktif pada kondisi emosional dan perilaku anak. Apalagi, jika beberapa hal ini dikatakan setelah anak melakukan perintah orangtua.

Inilah beberapa hal yang sebaiknya tidak dikatakan orangtua pada anak, dan apa yang sebaiknya orangtua katakan sebagai gantinya.

Efek Kata Pujuan Bagi Anak

1. “Good job!”

good job
good job

Masalah terbesar dengan pernyataan ini adalah bahwa hal itu sering dikatakan berulang-ulang dan untuk hal-hal yang anak belum benar-benar memberikan usaha apapun ke dalamnya. Kata-kata tersebut mengajarkan anak-anak bahwa apa pun adalah "pekerjaan yang baik" ketika ibu dan ayah mengatakan begitu (dan hanya ketika ibu dan ayah mengatakan begitu).

Sebaliknya, coba katakan "Kamu benar-benar berusaha keras!" Dengan berfokus pada upaya anak, kita mengajarkan bahwa upaya lebih penting daripada hasil. Ini mengajarkan anak-anak untuk lebih gigih ketika mereka mencoba sesuatu yang sulit dan untuk melihat kegagalan sebagai langkah lain menuju kesuksesan.

2. “ Good boy! / Good girl!”

good boy good girl
good boy good girl

Pernyataan ini, meskipun dikatakan dengan niat baik, sebenarnya memiliki efek sebaliknya. Kebanyakan orangtua mengatakan ini sebagai cara meningkatkan harga diri anak. Sayangnya, pernyataan ini memiliki efek yang cukup berbeda.

Ketika mendengar "Good girl! / boy!” anak-anak akan menganggap bahwa kebaikan yang terjadi hanya karena  telah melakukan apa yang orangtua minta. Hal itu dapat menyebabkan mereka menjadi takut kehilangan status sebagai "anak yang baik" dan motivasi mereka untuk bekerja sama menjadi hanya tentang menerima umpan balik positif dari orangtua, bukan karena memang sebaiknya melakukan hal itu.

Sebaliknya, cobalah mengatakan "Ibu/ Ayah sangat menghargai apa yang sudah kamu lakukan.”  Pernyataan Ini memberikan informasi nyata tentang apa yang orangtua inginkan dan bagaimana dampak perilaku mereka terhadap pengalaman orangtua.

Efeknya, ini memungkinkan anak untuk memutuskan sendiri apakah yang mereka lakukan adalah "baik" dan memilih mengulangi tindakan tersebut dari motivasi internal, daripada melakukannya hanya untuk menyenangkan orangtua.

3. “Gambarmu bagus sekali!”

good job
gambarmu bagus sekali

Ketika kita melihat hasil karya seni anak, pujian ini benar-benar menghilangkan kesempatan mereka untuk menilai dan mengevaluasi pekerjaan mereka sendiri.

Coba katakan, "Ibu melihat warna merah, biru dan kuning! Bisakah kamu ceritakan pada Ibu tentang gambarmu?” Dengan membuat pengamatan, bukan menawarkan evaluasi, kamu mengizinkan anak untuk memutuskan apakah gambar yang ia buat indah atau tidak.