Aturan 72 Jam, Resep Hubungan Awet hingga Kakek-Nenek

Aturan 72 Jam, Resep Hubungan Awet hingga Kakek-Nenek
Shutterstock

Ingin punya hubungan awet hingga kakek-nenek? Coba ikuti aturan ini yuk. Bagaimana hubungan asmara kalian saat ini?

Apakah baik-baik saja atau sering terjadi masalah? Woop berharap hubungan percintaanmu dalam keadaan baik dan bahagia.

Hubungan asmara yang sehat dan bahagia bisa tahan hingga maut memisahkan. Tentu kamu mau dong hubungan saat ini berjalan terus sampai kalian tua? Jika iya, coba ikuti aturan ’72 jam’ ini. Apa maksudnya ya? Berikut penjelasan mengenai aturan ’72 jam’ yang bisa menjadi resep hubungan langgeng.

img

Apa itu aturan ’72 jam’?

Aturan ini sebenarnya sederhana. Kapan pun ada masalah yang cenderung membuatmu kesal dengan tindakan atau kata-kata pasangan, tunggu 72 jam sebelum menunjukkan emosimu. Dalam kata-kata yang lebih sederhana, tahan amarahmu dan redam gejolak tersebut selama 72 jam sebelum memutuskan untuk melakukan sesuatu kepada pasangan.

Ini membantumu untuk merespon bukan bertindak. Dengan menunggu 72 jam (atau sampai waktu kamu benar-benar bangkit kembali dalam keadaan normal tidak emosi), kamu mendapatkan waktu yang sangat dibutuhkan untuk merespon situasi secara logis daripada hanya meluapkan kemarahan.

img

Tanyakan pada diri sendiri: apakah akan masalah itu menjadi penting setelah 72 jam?

Ajukan pertanyaan ini: apakah sikap pasangan yang tadi membuatmu kesal kini memengaruhimu setelah 72 jam? Jika jawabannya ‘iya', tunggulah sampai situasinya tenang. Angkat kembali topik ketika kamu berdua sedang dalam suasana hati yang lebih baik. Percayalah, setelah 72 jam emosi dan perasaanmu akan lebih baik dari sebelumnya (walau kenyataan pahit di depan mata).

Dalam buku 'Kickstart Your Relationship Now! Move On or Move Out ', penulis Margot E. Brown—terapis keluarga pernikahan berlisensi—telah menganjurkan tentang aturan ’72 jam’. Ia menekankan kalau kamu dan pasangan harus membahas banyak hal yang terjadi dalam 72 jam terakhir. Jika mereka tidak merasa perlu membahas masalah selama durasi waktu tersebut, lebih baik membiarkannya.

Pentingnya diskusi selama atau setelah 72 jam

Penulis juga menyarankan untuk memilih kata-kata yang tepat ketika berdiskusi dengan pasangan selama atau setelah 72 jam. Penggunaan kata-kata dapat membawa perbedaan besar dalam hubunganmu.

Alih-alih menyalahkan atau menceramahi pasangan, cobalah untuk mengungkapkan kekhawatiranmu. Akan lebih baik, gunakan kata-kata seperti 'Saya perlu' atau 'Saya merasa' tidak judging terhadap pasangan.

Apa kamu sudah menerapkannya?

Selanjutnya: lima kebohongan ini 'boleh' dikatakan di tempat kerja. Apa saja ya? Simak ulasannya di sini.

Loading Facebook Comment ...