Bagaimana Agar Tetap Waras Saat Mencari Pasangan Lewat Aplikasi Kencan Online

Bagaimana Agar Tetap Waras Saat Mencari Pasangan Lewat Aplikasi Kencan Online
ISTOCK

Geser kiri–atau kanan, ya? Terlalu banyak pilihan.

Menurut Irene, meski tampaknya kencan daring menawarakan banyak kemudahan, kita juga perlu mengenali keterbatasan dari platform kencan tersebut agar lebih dapat memaksimalkan manfaat yang ditawarkan. “Saat merasa pilihan terlalu banyak sehingga bingung memilih ‘calon pasangan’ yang tepat untuk berkenalan lebih lanjut, sebenarnya kamu bisa menyusun rencana yang jelas tentang prioritasmu dalam menemukan seseorang yang tepat," tuturnya. "Hal yang perlu kamu tanamkan adalah di dunia ini tidak ada pasangan yang ‘sempurna’,” tegasnya. Yep, bahkan meski artificial intelegence sepertinya sudah berusaha mati-matian menemukan pasangan yang tepat—tapi bukan berarti sempurna. 

Oh iya, satu lagi, “karena ini media online, kita pun lupa memanfaatkan banyak waktu untuk menyimak profil seseorang. Untuk menghindari kemungkinan kamu ‘berbelanja profil’ (karena melihat fotonya saja), saya sarankan untuk menentukan terlebih dahulu apa yang kamu cari dari pasangan, dari hubungan sebelum memulai mencari jodohmu,” sarannya.

Tidak tahu apa yang kamu cari? “Fitur matching bisa jadi akurat kepadamu, tapi belum tentu berlaku sama dengan orang lain," katanya.

Pernah menonton serial TV Black Mirror episode Hang the DJ? (Woop merekomendasikan episode ini). Segenius dan seakurat apa pun mesin, tetapi, "bagaimana pun kamu yang jauh lebih mengenal dirimu sendiri ketimbang algoritma dan tes kepribadian yang ditawarkan. Belum lagi kita pun sama-sama belum mengetahui kriteria apa yang digunakan yang membuat komputer mengatakan profil A adalah pasangan yang cocok buatmu. Ada baiknya untuk bersikap skeptis dalam menentukan kecocokan karena fitur ini mungkin mengabaikan hal yang kita cari dalam pasangan. Cocok atau tidaknya kita dengan seseorang baru dapat kita ketahui setelah beberapa kali bertemu dan berhubungan. Tentunya komunikasi secara langsung akan sangat membantu menemukan kecocokan antara kita dan calon jodoh,” papar Irene.

Ah, sumber kebingungan berikutnya: komunikasi, mengobrol dengan seseorang yang wajahnya, berkat sudut pengambilan gambar tertentu, membuat kita kesengsem. Bagaimana cara membuka obrolan tanpa terkesan berlebihan?

“Dari sisi komunikasi, chatting sebelum bertemu langsung di dunia nyata memang menawarkan keamanan dan kemudahan tersendiri. Bagi orang yang sibuk misalnya, chatting sebelum bertemu memudahkan mereka untuk memeriksa kesesuaian antara mereka dengan profil yang cocok. Sayangnya tidak semua orang bisa betul-betul menampilkan dirinya apa adanya melalui komunikasi dunia maya," tutur Irene. Pasalnya, "komunikasi dunia maya tidak memberikan informasi penting yang kita butuhkan dalam menilai ketertarikan secara fisik dan emotional. Belum lagi kalau ternyata orang yang kita ajak chatting memiliki motif dan tujuan yang berbeda dari diri kita. Ini akan mempersulit kita mencapai tujuan,” jawabnya.

Mereka hanya iseng, padahal kamu serius. Mereka hanya mencari one-night stand, sementara kamu ingin happily ever after. Atau sebaliknya. 

Oleh karena itu, “upayakan untuk mempelajari informasi pada profilnya terlebih dahulu sebelum menghubungi profil orang yang dinilai cocok dengan dirimu. Melalui platform kencan online ini sebetulnya sah-sah saja untuk menghubungi orang lain dan mengajaknya berkenalan lebih dahulu. Tentu ada risiko orang yang dituju tidak membalas tapi ini bukanlah menjadi masalah, karena pada dasarnya fungsi platform ini memang hanya memfasilitasi pertemuaan saja. Kita juga kadang tidak membalas pesan yang masuk ‘kan?" katanya.

Irene menyarankan saat berkenalan, ada baiknya untuk menanyakan hal-hal yang bersifat umum saja. “Tidak ada batasan topik yang perlu atau tidak perlu dibahas dan seberapa sering kamu mengirimkan pesan kepadanya. Contohnya, kamu bisa menanyakan hobi, pekerjaan, kegiatan di luar pekerjaan, dan juga keluarga. Kamu juga bisa menanyakan pertanyaan seperti apa yang dicari dari hubungan serta apa yang mendorong dia menghubungi kamu. Yang perlu diingat, perkenalan juga membutuhkan proses dan kamu tidak perlu terburu-buru mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang orang tersebut. Jika ternyata kamu menemukan bahwa hal yang dicari dari hubungan tidak sesuai dengan tujuan, mungkin ada baiknya untuk dijadikan teman saja.”

Begitu, ya. Sabar. Oh, sebetulnya, dalam memilih pasangan lewat kencan daring ini apakah harus memiliki kegemaran yang sama dengan kita atau malah berbeda dengan kita?

HALAMAN
12