Bagaimana Cara Mengetahui Karakter Asli Pasangan Kita

Bagaimana Cara Mengetahui Karakter Asli Pasangan Kita
ISTOCK

Lebih baik, ketahui terlebih dahulu karakter asli pasangan kamu sebelum kalian memutuskan untuk menikah.

Let's say, kamu berhasil mendapatkan nilai tinggi setelah mengerjakan Mr & Mrs Quiz 2017 dari sebuah media online. Dan saat mengkonfirmasi dengan pasangan, cuma dua yang lupa (eufimisme: tidak tahu), yaitu: siapa nama tengah ibunya dan merek celana dalam favoritnya. Bisa dimaafkan. Pokoknya, kamu luar biasa bangga karena bisa dibilang sangat mengenal dia. Dan gagal menjawab dua pertanyaan tersebut tidak mencerminkan apapun. Intinya, kamu merasa menjadi satu-satunya orang di dunia ini yang mengenal dia sampai lapisan gigi terdalam.

Mengetahui Karakter Asli Pasangan

Mungkinkah Mengenal Karakter Seseorang 100%?

Namun, benarkah kita bisa mengenal karakter seseorang 100%? Ada yang bilang hal itu mustahil (bahkan pasangan yang sudah kita kenal selama beberapa tahun). "Ya itu benar, karena manusia selalu berubah, termasuk karakter seseorang dapat berubah dan bertumbuh," kata Estee Fina Pleyto, M.Psi, Psikolog, seorang Counselor di Klinik Pelangi Kota Wisata Cibubur. "Seorang yang tadinya pemalu, tapi jika secara terus menerus mendapatkan kesempatan dan dukungan untuk tampil dapat tumbuh rasa percaya dirinya. Seorang yang tidak sabar, dapat menjadi orang yang lebih sabar karena pengaruh lingkungan atau karena pertumbuhan imannya. Demikian pula dengan pasangan, yang sehari-hari mengalami berbagai peristiwa hidup dapat berubah. Itulah sebabnya kita tidak pernah bisa mengenal orang 100%," lanjutnya. 

Lebih lanjut Estee menjelaskan bahwa meski mustahil mengenal seorang pasangan sepenuhnya, tapi mengetahui kecenderungan karakter yang dimiliki pasangan merupakan sesuatu yang sangat mungkin karena interaksi yang intens. Kita mampu memprediksi perilaku pasangan karena tahu kecenderungan respon mereka terhadap situasi yang berbeda dan apa yang sedang mereka alami. "Misalnya, kita bisa tahu dengan pasti, bahwa jika suatu saat pasangan menjadi lebih pendiam dan menarik diri, bisa disebabkan karena dia sedang kuatir atau bingung menghadapi masalah saat itu.

Sepenting Apa Mengenali Karakter Pasangan?

Kalau dipikir-pikir, karena ternyata mustahil dan sepertinya sulit untuk mengenal pasangan, untuk apa bersusah-susah melakukannya? Sesignifikan apa sih, 'kan yang penting cinta dan rasanya 'dari sekian banyak orang yang sudah kukenal selama ini, dia adalah belahan jiwaku.'

"Sangat penting mengenali karakter pasangan agar kita dapat menyesuaikan diri untuk membantu dan menolongnya bertumbuh,. Bukan sebaliknya, menjatuhkan dan mempersalahkan pasangan terus menerus. Jika tahu pasangan sangat lemah dalam hal mengeksekusi rencana-rencananya, kita dapat mengingatkannya untuk melakukan to do list yang sudah direncanakannya. Tugas kita adalah selalu siap untuk back up pasangan dalam kelemahannya, dan sebaliknya pasangan terhadap kita," tutur Estee. 

Pengenalan siapa diri pasangan juga akan semakin penting saat memiliki anak. Tujuannya, untuk mengurangi dan menghindari terjadinya konflik yang dapat membawa dampak buruk bagi keluarga, terutama anak-anak. Pasalnya, suami istri yang saling mengenal satu sama lain dapat saling melengkapi untuk menghadapi tantangan dalam membesarkan anak. 

Balik lagi ke fakta utama: sangat sulit mengenal seseorang. Terlebih, saat pacaran biasanya, kita ingin menampilkan sisi terbaik dan menjadi 'pacar idaman', 'orang yang paling tenang dan bisa diandalkan.' Ibaratnya, selama berpacaran, kita selalu memakai wig karena takut saat dia tahu bahwa kita memiliki gen botak, hubungan langsung buyar. 

"Benar, sih. Interaksi pada masa pacaran sangatlah minim jika dibandingkan dengan interaksi suami istri dalam kehidupan keluarga dan pernikahan. Pertemuan-pertemuan sesaat dalam masa pacaran, misalnya bertemu di akhir minggu atau di hari-hari libur, biasanya diisi dengan kegiatan yang menyenangkan seperti jalan-jalan atau nonton, dimana kondisi masing-masing sedang prima dan happy. Kita berusaha menampilkan kondisi diri kita dalam keadaan terbaiknya ketika bertemu dengan pacar. Kita masih dapat menahan diri untuk tidak marah atau tetap tersenyum bahkan ketika kita sedang merasa kecewa," papar Estee. Namun, tidak demikian halnya ketika sudah menikah. Kamu dan pasangan bisa bersama terus menerus, 24 jam, dari pagi hingga malam, dalam kondisi sedang up maupun down. Dengan sendirinya, karakter kita pun akan terlihat.  

Mengerikan? Sejujurnya: sangat. Apalagi jika selama masa pacaran, si dia memperlihatkan tingkat kerajinan, keramahan, kesopanan, kesabaran, dan kelembutan tingkat dewa. Namun, saat menikah, jeng-jeng... ternyata adalah jelmaan Dewa Ares. Adakah "ilmu" alis tips untuk mengenal pasangan semaksimal mungkin saat masih pacaran?

Baca juga: Viral Cerita Selingkuh Layangan Putus, Kenali 5 Tanda Kalau Dia Mendua

Yang Harus Dilakukan Untuk Mengenali Karakter Pasangan

Estee menyarankan agar mengisi masa pacaran dengan kondisi dan pengalaman yang sebenar-benarnya. Tidak hanya melulu nonton, jalan-jalan atau kegiatan yang bikin senang. Hadapi masalah bersama-sama, misalnya saling bantu mengerjakan tugas kuliah atau pekerjaan yang sulit, berkunjung ke rumah pacar dan rutin berinteraksi dengan orang­-orang rumahnya, dan bergabung sama pacar dalam komunitasnya. "Cobalah sesekali untuk keluar, dari urusan “berdua” menjadi “berdua mengurus” orang lain. Sama-sama membagi perhatian untuk orang lain dalam lingkungan tersebut, sedikit banyak akan membuat kita mengenal pasangan," katanya.

Yang Harus Dilakukan Untuk Mengenali Karakter Pasangan LDR

Boro-boro, nonton. Ketemu saja jarang! Soalnya, kita sedang menjalin hubungan jarak jauh aka LDR. Dari sisi teknologi sih, hubungan ini super mutakhir. Saking canggihnya, keberadaan fisik bisa digantikan dengan berkali-kali ngobrol lewat skype, snapchat, ribuan teks dalam sehari, dan voice message. Dan saking banyaknya yang dibagikan secara online, tidak ada lagi yang bisa dibicarakan saat bertatap muka. Bagaimana mungkin melakukan pengenalan dengan maksimal?

"Komunikasi adalah kuncinya. Komunikasi yang lancar menolong kita untuk dapat mengenal pasangan. Ajukan pertanyaan-pertanyaan follow up terhadap masalah-masalah ter-update yang sedang dihadapi oleh pasangan. Gali kehidupan pasangan dengan bertanya, tidak hanya soal apakah sudah makan atau belum atau sedang ngapain. Tapi lebih jauh lagi misalnya mengenai bagaimana dia menghadapi rekan sekerjanya yang tidak menyenangkan, situasi-situasi apa yang dia hadapi di hari atau minggu itu," papar psikolog ini.

Karakter Pasangan Pacaran vs Menikah

Namun, sebenarnya seberapa berbeda seseorang versi pacaran vs versi sudah menikah? "Tergantung dari tujuan seseorang berpacaran. Jika hanya sekedar untuk bersenang-senang, supaya ada yang memperhatikan, menemani, mengajak ngobrol, atau bahkan mentraktir, pastilah karakter yang ditampilkan menjadi sangat superfisial dan tidak otentik (bukan sebenarnya). Kita bisa berpura-pura, dan merasa tidak perlu terlalu jujur bersikap di hadapan pasangan. Kita terlena untuk tidak berusaha mengenal karakter dan pribadi pasangan," jawab Estee.

Di sisi lain, jika dari awal tujuan berpacaran untuk mengenal dan mempersiapkan kehidupan berdua saat menikah, kita akan berusaha untuk mendapatkan gambaran yang kurang lebih hampir utuh mengenai diri pasangan dan juga bisa secara otentik menampilkan diri kita apa adanya di depan pasangan. "Toh kita juga pasti ingin tahu, apakah pasangan masih tetap dapat menerima diri kita apa adanya ketika dia tahu kelemahan-kelemahan kita, 'kan?" 

Pasti sih, ingin tahu. Ingin tahu banget. Nah, adakah patokan waktu untuk mengenal seseorang dengan baik? Satu tahun? Tiga bulan? "Tidak ada. Yang lebih penting adalah hal-hal apa saja yang sudah dilakukan bersama dalam satu waktu tertentu. Seberapa intens interaksi dan komunikasi dengan pasangan? Seberapa jauh kita mengenal lingkungan dan keluarganya? Seberapa sering kita menghadapi masalah bersama dengan pacar? Kita bisa berpacaran selama bertahun-tahun tanpa pengenalan yang lebih dalam mengenai diri pasangan, jika masa pacaran tidak diisi dengan kegiatan bersama yang positif."

Cara Agar Menerima Karakter Asli Pasangan

Baiklah. Jadi waktu merupakan faktor relatif. Namun, berbicara tentang faktor relatif, terkadang setelah mengenalnya dalam masa pacaran dan menyadari segala kekurangannya, ada satu—satu kekurangan yang sepertinya tidak bisa ditolerir. Sama sekali tidak relatif. Sudah berusaha untuk berpikir positif, tapi yang satu ini fatal. "Ini biasa, dan tentu saja ada, serta sangat mungkin berbeda bagi tiap orang," kata Estee.

Oleh karena itu, coba lakukan hal ini:

  • Daftarkan dan tetapkan hal-hal apa saja yang tidak dapat kita tolerir dari diri pasangan. Misalnya ketidakjujuran, kemunafikan, kikir, egois, tidak bertanggungjawab, dan lain-lain.
  • Sebelum menikah, bukalah mata dan terimalah kenyataan jika pasangan kita ternyata memiliki karakter-karakter tersebut. Saat ini, dapatkah kita mentolerir kesalahannya? Mengapa? Kemudian bayangkan nanti dalam pernikahan kita akan hidup bersamanya setiap hari—dapatkah kita mentolerir kesalahan yang sama terus menerus sepanjang hidup kita?
  • Diskusikan secara terbuka, apapun kekurangan dan kelebihannya. Sampaikan dengan cara yang tepat.  Dengan melakukan ini, kita akan bisa melihat respon pasangan terhadap kejujuran tersebut.
  • Perhatikan apakah pasangan berusaha memperbaiki dirinya atau justru bersikap apatis dan masa bodoh terhadap masukan dari kita? "Jika pasangan menganggap suatu karakter baik perlu dibangun dalam dirinya, tentu ia akan berterimakasih terhadap masukan kita, dan berusaha untuk memperbaiki kekurangannya. Jadinya, kita dapat tetap menerima pasangan selama ada usaha yang tulus untuk memperbaiki diri." 

Selain berdasarkan pengamatan pribadi, seringkali kita melakukan ini untuk mencari tahu karakter asli pasangan: bertanya-tanya kepada temannya, saudaranya, tetangganya, dan orangtuanya. Sahkah? "Tentu saja kita tidak dapat menutup mata terhadap pandangan dari orang-orang terdekat pasangan. Itulah sebabnya kita perlu menyemplungkan diri dalam lingkungan dan komunitas pasangan, karena mereka mungkin saja mengetahui karakter pasangan lebih jauh. Pendapat mereka dapat dijadikan bahan pertimbangan, namun perlu juga secara fair diuji melalui interaksi dengan pasangan," jawab Estee.

Well, menimbang bahwa mereka mungkin lebih tahu pasangan, mungkinkah mereka tahu jawaban siapa nama tengah ibunya—atau ehem... merek celana dalam favoritnya?

Selanjutnya: Kekasih sifatnya masih suka kekanak-kanakan sehingga seringkali membuatmu muak? Woop punya saran buat kamu.

Loading Facebook Comment ...