Bagaimana Membantu Anak Membuat Resolusi Tahun Baru?

Bagaimana Membantu Anak Membuat Resolusi Tahun Baru?
ISTOCK

Tradisi resolusi tahun baru ternyata bisa juga diperkenalkan sejak dini kepada anak.

Tahun baru adalah momen membuat resolusi bagi semua orang, termasuk si kecil. Ternyata ada baiknya untuk mulai memperkenalkan tradisi ini kepada anak. Tidak perlu yang ribet atau extravagant dan tujuannya tidak semata-mata bagaimana mewujudkan resolusi ini-itu. Berikut pembicaraan WOOP dengan Imelda Saraswati, seorang psikolog anak.

Kapan anak bisa diperkenalkan untuk membuat resolusi tahun baru?

Disarankan usia yang tepat membuat goal setting adalah pada saat seorang anak sudah berada di jenjang pendidikan dasar, yaitu sekitar umur 6 tahun ke atas. Pada tahapan usia ini anak sudah memahami tentang tanggung jawab, rutinitas, dan juga displin. Untuk anak di bawah usia 6 tahun, konsep waktu masih membingungkan dan ide tentang resolusi tahu baru juga masih sesuatu yang abstrak. Melihat tahapan perkembangan tersebut disarankan agar pembuatan resolusi tahun baru ini ditargetkan untuk anak-anak yang berusia 6 tahun ke atas.

Mengapa baik untuk memperkenalkan hal ini kepada seorang anak?

Sebenarnya resolusi adalah salah satu bentuk kemampuan untuk melakukan goal setting, yaitu menetapkan suatu tujuan dan berusaha untuk meraih tujuan tersebut. Kebiasaan ini akan mempengaruhi rasa tanggung jawab dan kepemilikan mereka terhadap  goal tersebut. Dalam memenuhi hasil akhir, terdapat beberapa skill yang turut bekerja, yaitu kemampuan regulasi diri serta motivasi diri. Resolusi yang ditetapkan akan membantu anak untuk memacu diri mereka untuk lebih baik (motivasi). Kedua, pada saat seorang anak berusaha mencapai tujuannya, ia juga meregulasi dan menentukan perilaku apa saja yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

Bagi remaja, pembiasaan merencanakan dan mencapai tujuan akan membuat mereka terlatih untu menetapkan tujuan dalam hidup dan mencapainya, misalnya dalam mempertimbangkan pendidikan dan pemilihan karir.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang akan turut berkembang dalam proses ini, yakni time management—anak belajar mengatur waktu dalam mencapai tujuan; kepercayaan diri—tidak ada yang mampu mengalahkan perasaan berhasil saat target tercapai; dan resiliensi—anak akan belajar menghadapi tantangan yang ada.

Bagaimana cara memperkenalkan hal ini kepada si anak?

Mulailah dengan menjelaskan tentang bagaimana waktu berubah dan seiring dengan waktu yang berubah ada hal-hal yang mau kita ubah dari diri kita. Kita dapat memulainya dengan resolusi yang ingin kita buat. Jangan lupa terbuka dan bersiaplah dengan diskusi dan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan oleh anak.

Langkah selanjutnya adalah dengan bertanya kepada mereka apakah ia memiliki ide untuk dirinya sendiri. Akan lebih baik jika seluruh keluarga memiliki resolusi yang sama. Misalnya, jika anak ingin meningkatkan kemampuannya membaca, maka kegiatan membaca bisa menjadi salah satu resolusi keluarga.

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan saat membuat resolusi tahun baru?

Yang pertama resolusi yang direncanakan haruslah spesifik. Contohnya resolusi tentang ingin makanan yang sehat masih terlalu luas. Akan lebih baik jika difokuskan pada resolusi makan satu jenis sayur setiap hari. Tidak perlu resolusi yang banyak—1 atau 2 resolusi yang spesifik sudah cukup untuk mereka.

HALAMAN
12
Shop From Our Partner Cathaofficial.com