Bagaimana Membesarkan Anak agar Tidak Selalu Menolak Makanan

Bagaimana Membesarkan Anak agar Tidak Selalu Menolak Makanan
ISTOCK

Lebih terbuka dengan brokoli. 

Di dunia lain yang ideal dan membosankan, seorang anak kecil akan makan dengan lahap, menghabiskan semua brokoli dan bayam di dalam piring mereka, tanpa protes dan drama muntah. Namun, hidup ini sangat menarik, sehingga prosesi waktu makan si kecil adalah salah satu momen paling mendebarkan dan menaikkan adrenalin (terjadi tiga kali sehari) dalam satu hari; kebalikan dari dunia "ideal" itu. Putus asa dan menarik-narik rambut sampai hampir lepas? Bisa jadi. Untungnya, seorang chef dan edukator nutrisi anak, David Siegel, dalam sebuah artikel membagikan tips saat menghadapi situasi tersebut. 

1. Jangan Fokus pada Kekacauan

Satu skenario yang kemungkinan besar akan terjadi: si kecil mengoleskan semua nasi ke rambutnya atau lantai. Namun, menyentuh makanan dan kekacauan merupakan salah satu cara penting bagi anak mengeksplor panca indera dan mengenal makanan baru. PR selanjutnya: jadikan prosesi bersih-bersih sebagai kebiasaan.

2. Perkenalkan Tekstur dari Awal

Menurut American Academy Pediactrics, perkenalan terhadap makanan keras bisa dimulai sejak umur enam bulan, mulai dari potongan buah, sayuran lembut, dan scrambled eggs. Tujuannya? Untuk membuat mereka terbiasa dengan sebanyak mungkin tekstur makanan yang berbeda.

3. Coba Rasa yang Berbeda

Mulai dari asam, pahit, sampai manis.

4. Tambahkan Sedikit Bumbu

Makanan bayi tidak harus hambar dan yikes. Di India dan Jepang, makanan bayi dibumbui sedikit, jadi coba praktekkan di rumah.

5. “Nggak Suka, ya?”