Berita Duka Cita: Persahabatanmu PutusBagaimana Menghadapinya?

Berita Duka Cita: Persahabatanmu PutusBagaimana Menghadapinya?
ISTOCK

Bagaimana dengan media sosial?

Kamu baru putus—bukan, bukan dari pacar, tapi dari teman. Rasanya? Terkadang, bisa dibilang lebih pedih dibandingkan putus dengan pasangan. Apalagi, jika hubungan persobatan itu sudah berdiri bahkan sebelum Instagram eksis. 

Irene Raflesia, M. Psi., seorang psikolog klinis dari Klinik Pelangi, Cibubur, mengatakan: “Patah hati selain dapat melanda hubungan romantis juga dapat ditemukan pada hubungan pertemanan juga. Terlebih apabila kita mengalami masalah besar yang berpotensi putus hubungan dengan sahabat perempuan kita."

Padahal, menurut Irene teman merupakan salah satu unsur penting dalam sistem pendukung perempuan. "Melalui penelitian yang dipublikasikan di Psychology Review (2000), peneliti UCLA menyatakan bahwa perempuan cenderung menanggapi stres dengan cara merawat anak atau dengan menghabiskan waktu bersama sahabat perempuan.”

Tidak hanya signifikan di saat sulit, “pertemanan bisa membentuk diri kita, meredakan gejolak emosi yang kita alami, mengisi kesenjangan yang tidak diperoleh dari hubungan romantis, dan bahkan memiliki segudang manfaat bagi kita. Putus hubungan dengan sahabat tentu meninggalkan luka yang membekas dalam diri kita,” sambungnya.

Ada yang namanya teman, sahabat, dan kenalan—dan ketika putus dengan salah satu dari ketiganya tetap saja tidak menyenangkan. Mengutip Irene S. Levine, Ph.D. (2009) yang menggolongkan tiga tipe pertemanan, Irene membeberkan kemungkinan yang terjadi ketika hubungan non-romantis berakhir. 

  1. Kenalan Teman dalam golongan ini tidak kamu kenal secara dekat dan biasanya dapat ditemukan dalam seting kelompok. Tidak banyak investasi emosi yang kamu alokasikan terhadap kenalan. Hubungan dapat berakhir ketika tidak ada kesamaan dan dapat kembali berhubungan dari waktu ke waktu.  
  2. Teman Ini adalah teman yang kamu jumpai setiap hari, bisa berupa kolega, teman sekolah, sahabat kuliah. Berkurangnya intensitas bertemu atau terjadi kesalahpahaman bisa berdampak pada putusnya hubungan pertemanan ini. "Tentu ini tidak masalah jika memang sesuai dengan harapan kedua pihak. Namun, karena kamu akan sering bertemu, masalah dalam golongan pertemanan ini membutuhkan suatu penyelesaian. Komunikasi yang jujur dan jika diperlukan, permintaan maaf dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi."  
  3. Teman dekat menjadi jauh Ini termasuk teman dekat terbaikmu di suatu waktu yang entah karena berbagai alasan kamu tidak lagi merasa sependapat dengannya. Masa manis pertemanan sudah lewat dan kamu mulai merasa tidak cocok serta memandang hubungan ini seperti perang. "Hubungan ini mungkin dapat kembali seperti sedia kala dengan adanya waktu break bagi kedua pihak. Bisa juga kamu menyadari betapa salah satu atau kalian sama-sama sudah berubah dan perubahan ini berdampak pada hubungan pertemanan."

Mohon ijin untuk menangisi pertemanan yang terhenti. Silakan, dan jika kamu ingin mencoba memperbaikinya... 

“Tentu wajar jika kita terdorong untuk membuat hubungan pertemanan dapat kembali seperti sedia kala," jelas Irene. "Bagaimana pun, hubungan pertemanan sejak awal dapat terjalin akibat ada kepedulian satu sama lain. Teman dekat kita mungkin jauh lebih mengenal diri kita dibandingkan dengan keluarga kita sekalipun. Di kala galau terkait kelanjutan hubungan, ada baiknya kita mengevaluasi pertemanan dengan cara mengingat kembali apa yang mempersatukan pertemanan ini,” sarannya. 

Namun, jika mau jujur, daya adhesif persahabatan tersebut sudah sangat berkurang. Hah... (menarik nafas panjang). 

Jika ini yang terjadi, maka "pertimbangkan pula bagaimana perasaan kamu terhadap hubungan ini. Apakah kamu merasa tertekan untuk mengikuti pendapat atau tindakan temanmu? Apakah temanmu melewatkan momen penting dalam hidupmu? Apakah kamu merasa lebih buruk setelah berkumpul dengan temanmu? Apakah kamu merasa perlu berhati-hati untuk tidak melukai perasaan teman? Apakah kamu merasa direndahkan oleh salah satu teman atau kelompok? Apakah kamu merasa tidak ada lagi bagian yang cocok dengan temanmu? Apakah kamu cenderung menghindari Jika lebih banyak menjawab 'ya' atas pertanyaan tersebut, mungkin inilah saat yang tepat untuk memikirkan kembali kelanjutan pertemanan kalian,” lanjutnya.

Berbagai cara dilakukan tapi sepertinya tidak ada harapan. Apakah cara terbaik menghadapi patah hati ini?

HALAMAN
12