Hasil Studi: Perempuan yang Diselingkuhi Ternyata Bisa Menjadi Lebih Pede

Hasil Studi: Perempuan yang Diselingkuhi Ternyata Bisa Menjadi Lebih Pede
ISTOCK

Setelah beberapa bulan.

Percayakah kamu jika menjadi pihak yang selingkuhi ternyata ada "manfaatnya"? Mungkin tidak pada hari-H saat kamu mengetahui pasanganmu memiliki perempuan lain. Intinya: sabar. 

Sebuah penelitian psikologis yang melibatkan 5.705 dari 96 negara menyimpulkan sesuatu yang menarik, yakni bahwa putusnya sebuah hubungan karena perselingkuhan memiliki sisi positif atas pihak perempuan yang diselingkuhi. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa ketika hubungan tersebut berakhir: pertama, para wanita  tidak lagi berhubungan dengan pasangan yang tidak setia; kedua, pada akhirnya pengalaman tersebut akan membantu mereka lebih berkembang dan belajar untuk memilih pasangan yang lebih baik di masa depan.

"Perempuan yang 'kehilangan' pasangannya karena perempuan lain akan melalui sebuah periode pasca-hubungan [yang penuh dengan] kesedihan dan rasa dikhianati," kata Dr. Craig Morris, salah satu penulis utama penelitian tersebut. Melalui periode tersebut dan akhirnya melanjutkan hidup, di masa depan mereka akan memiliki kemampuan untuk mendeteksi apakah seseorang berpotensi menjadi pasangan atau tidak. "Intinya, dalam jangka panjang, dia yang 'menang,'" kata Morris. (Dan pencundangnya ada dua orang: pasangan yang berselingkuh, dan si 'perempuan ketiga' karena dialah yang berhubungan dengan pasangan yang tidak setia itu.) 

Siapa yang tahu bahwa ternyata untuk sesuatu semenyengsarakan—fisik dan mental— seperti ini ternyata ada "nikmat dan hikmatnya"? Namun harus bersabar, karena studi ini melaporkan bahwa butuh enam bulan sampai satu tahun hingga akhirnya para perempuan yang dikhianati tersebut berhasil mencapai tingkat ntelegensia emosional yang lebih tinggi. Plus, "lebih perseptif dengan bagaimana perempuan lain berinteraksi dengan pasangannya, memiliki rasa percaya diri dan kepedulian diri yang lebih tinggi, dan mandiri." 

Dan jika hal ini belum berhasil membuatmu merasa lebih baik—atau berhenti mencaci maki, bersumpah-serapah, para peneliti ini juga menemukan bahwa hubungan baru pasangan yang berselingkuh tersebut kemungkinan besar tidak akan bertahan lama. "Logika dan bukti personal menyatakan bahwa pada mayoritas kasus perempuan yang mencuri seorang pria dari perempuan lain itu tidak akan memiliki hubungan jangka panjang yang sukses," ujar studi tersebut.