Pasangan Main Tinder--Apa Pasti Selingkuh?

Pasangan Main Tinder--Apa Pasti Selingkuh?
ISTOCK
Pasangan Main Tinder--Apa Pasti Selingkuh?

Woop yakin pasti di antara kamu pernah mencoba aplikasi kencan online, seperti tinder. Bagaimana ketika kamu menemukan pasanganmu memiliki aplikasi tersebut? Apa dia pasti selingkuh?

Kamu sudah menjalani hubungan yang cukup lama dengan pasanganmu. Namun belakangan ini dia mulai berubah, lebih sering memeriksa ponselnya setiap saat. Tiba-tiba secara tidak sengaja kamu melihatnya sedang ‘berhubungan’ dengan seseorang via aplikasi kencan online. Yang ada dipikiran hanya: apakah dia sedang berselingkuh?

“Pada dasarnya, selingkuh adalah kegiatan yang melanggar komitmen hubungan dan dirahasiakan dari pasangan,” kata Pingkan C. B. Rumondor, M.Psi, Psikolog., seorang dosen dan psikolog klinis dari Universitas Bina Nusantara, Jakarta, kepada Woop.

Nah, pasanganmu jujur tidak sebelumnya kalau ia memang sudah lama memiliki aplikasi tinder? Kalau jujur bisa jadi hanya aplikasi yang belum dihapusnya saja. Namun ketika dia diam-diam mengunggah aplikasi kencan online lalu berselancar di atasnya, perlu diselidiki lebih lanjut nih.

“Sedangkan aplikasi kencan online (seperti tinder) adalah aplikasi untuk mencari pasangan. Jadi kalau komitmen hubungan yang dijalani adalah monogami, dengan janji setia, maka bermain atau mencoba aplikasi kencan online (dengan niat mencari pasangan baru) bisa dilihat sebagai perselingkuhan. Namun di sisi lain, kalau hubungan yang dijalani adalah hubungan yang kasual maka wajar saja jika pasangan menggunakan aplikasi kencan online. Jadi, selingkuh atau tidak? Hal itu tergantung ke komitmen hubungan yang dijalani,” lanjutnya.

Oke, berarti hal itu adalah sesuatu yang wajar?

“Kembali lagi pada komitmen yang dijalani oleh kamu dan pasangan. Kalau memang hubungan yang dimaksud adalah open relationship/casual dating, maka menggunakan aplikasi kencan online itu wajar saja,” kata Pingkan lagi.

Menurut Pingkan, seseorang bisa dianggap selingkuh jika melakukan hal-hal berikut ini: ada ketertarikan fisik dan emosional, ada interaksi yang intens (baik emosional maupun fisik) dengan orang lain diluar hubungan resmi, dirahasikan dari pasangan yang resmi.

“Perilaku seperti melakukan chatting, curhat dengan lawan jenis dengan sembunyi-sembunyi dari pasangan, dan sering melakukan phone sex atau sexting itu bisa dianggap sebagai sebuah perselingkuhan,” ungkapnya.

Menjalani komitmen dengan seseorang memang benar-benar menjadi hal yang harus dipatuhi, tidak boleh dilanggar. Namun bagaimana jika seseorang yang sudah menikah yang menggunakan tindar?

“Nah, kalau hubungan yang dijalani adalah pernikahan (di mana ada komitmen legal dan sosial) maka menjadi tidak wajar menggunakan aplikasi kencan online. Tinder dan sejenisnya adalah aplikasi yang memang diperuntukkan untuk mencari teman kencan, slogannya saja ‘Match, Chat,Date’. Jika alasan pasangan adalah mencari teman baru atau sekedar chatting, maka disarankan menggunakan aplikasi lain yang berfokus pada pertemanan, bukan pencarian pasangan,” jelas Pingkan.

Tapi yang namanya perempuan selalu saja berpikiran negatif duluan tanpa bertanya terlebih dahulu, betul? Sebenarnya, apa yang harus dilakukan pertama kali saat mengetahui pasangan menggunakan aplikasi kencan online?

“Ketika pasangan menggunakan aplikasi tinder maka penting sekali mengetahui apa yang diharapkan pasangan dari permainan tersebut. Penting juga untuk kamu mengevaluasi hubungan dan mulai mengkomunikasikan hal ini kepada pasangan. Jangan takut bertanya alasan dia menggunakan aplikasi kencan online padahal dia sudah memiliki pasangan. Namun saat kamu sudah berbicara kepadanya, tapi tidak ada perubahan berarti kamu harus melakukan tindakan yang terbaik untuk hubunganmu,” sarannya.

Selanjutnya: tak perlu malu jika kamu ingin mengajak pasangan bercinta. Lakukan hal ini tanpa perlu mengatakannya.