Pasangan Tak Pernah Upload Fotomu di Medsos, Haruskah Curiga?

Pasangan Tak Pernah Upload Fotomu di Medsos, Haruskah Curiga
Pasangan Tak Pernah Upload Fotomu di Medsos, Haruskah Curiga?

Apa kamu selalu membagikan momen bersama pasangan di media sosial tapi si dia tidak pernah? Haruskah curiga?

Kini hampir semua orang tidak bisa lepas dari media sosial. Beberapa bahkan memanfaatkannya sebagai ladang mencari uang. Namun salah satu dampak negatifnya bisa membuat hubungan sosialmu terancam termasuk hubungan cinta. Misalnya saja ketika seseorang akhirnya bisa tahu pasangannya selingkuh berkat media sosial (medsos). 

Lalu, siapa sangka bahwa menggoda iseng dengan mengirimkan emoji-emoji tertentu (wajah dengan kedipan mata, lambain tangan, dan terong—meski konteks harus diperhatikan) di Instagram bisa dianggap sebagai ‘micro-cheating’. Hal ini sedang mengancam hubungan cinta banyak pasangan di seluruh dunia.

Media Sosial Bisa Rusak Hubungan Percintaanmu? - 1

Baca: Putus Cinta, Apakah Mantan Harus Diberantas dari Akun Media Sosial?

Apalagi pasangan hampir tidak pernah mengunggah fotomu di akun medsosnya. Lalu haruskah mencurigai si dia? Bagaimana agar tidak berprasangka buruk karena medsos? Psikolog mencoba menjawabnya.

“Sebenarnya yang terpenting dalam suatu hubungan adalah menyadari bahwa hubungan pertemanan dan percintaan adalah soal hati, bukan sekadar citra atau lip service,” kata Maharsi Anindyajati, M. Psi, seorang psikolog klinis dewasa dari Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta, kepada Woop.

Jadi yang terpenting kualitas hubungan kalian bukan hanya melihat dari pernah tidaknya pasangan mengunggah fotomu di akun medsosnya. Untuk itu, daripada mencurigai pasangan terutama sampai berkeluh kesah akan hubungan kalian di media sosial lebih baik memanfaatkan medsos dengan baik.

Bagaimana caranya?

“Untuk menjaga agar hubungan percintaan tetap kuat caranya adalah dengan berbicara yang baik-baik di media sosial. Jika ada yang tidak berkenan, bicarakanlah langsung dengan dia. Kamu pun akan terlihat tidak bijaksana dan tidak matang jika mengumbar segala sesuatunya setiap saat di media sosial. Hati-hati dengan kecenderungan narsistik,“ saran Maharsi.

“Jika sudah terjadi kesalahpahaman di media sosial, jangan menceritakan masalah di media sosial. Jangan juga menjadikan permasalahan kamu sebagai konsumsi publik,” tambahnya.

Nah, be wise ya dalam menggunakan media sosial…

Loading Facebook Comment ...