Perbedaan Kepribadian Anak Sesuai Urutan Lahirnya

Perbedaan Kepribadian Anak Sesuai Urutan Lahirnya
SHUTTERSTOCK
Perbedaan Kepribadian Anak Sesuai Urutan Lahirnya

Setiap anak memiliki karakternya. Maka dari itu, orangtua tidak boleh membeda-bedakannya karena mungkin ada campur tanganmu.

Entah darimana datangnya kalimat ‘anak pertama selalu bisa menjadi orang tua untuk adik-adikinya’ atau ‘anak terakhir biasanya manja’. Perlu diluruskan bahwa pernyataan sepertinya menjadi stereotip yang berkembang di masyarakat. Kita sebagai anak tidak bisa memilih ingin dilahirkan menjadi yang pertama, kedua, ketiga, ataupun ketujuh.

Tanpa disadari, karakteristik anak ‘dibuat’ oleh campur tangan kedua orangtuanya sehingga karakter dan sifat anak menjadi mirip dengan mereka. Namun, kita juga harus tahu jika setiap anak mempunyai karakter yang berbeda sesuai dengan urutan kelahirannya.

  • Anak Pertama

Apakah kamu anak sulung dan memiliki adik? Yep, kamu yang lahir sebagai anak pertama biasanya mempunyai karakter yang bertanggung jawab, perfeksionis, teliti, dan berjiwa pemimpin. Sifat kamu mungkin dianggap paling mirip dengan bapak atau ibumu. Kamu juga bisa terlihat ‘bossy’ untuk kedua adikmu. 

  • Anak Kedua (Tengah)

Biasanya anak kedua atau anak tengah paling punya banyak teman dibandingkan dengan kakak ataupun adiknya. Anak tengah paling mudah bergaul, diplomatis, populer, sabar, dan juga sering menjadi penengah ketika terjadi perselisihan. 

SHUTTERSTOCK
SHUTTERSTOCK

  • Anak Bungsu

Tiga kata untuk si bungsu: menarik, implusif, dan baik. Untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, anak bungsu memiliki cara tersendiri. Sebagai anak terakhir, kita pasti paling sering dimanjakan dibandingkan dengan kakak-kakak kita dan paling banyak diberi kesempatan untuk bersenang-senang. Namun untuk masalah karier, biasanya anak ketiga cenderung memilih karier yang berbeda dari anggota keluarga lainnya.

  • Anak Tunggal

“Enak ya jadi anak tunggal, pasti semua dituruti.” Siapa yang sering mengucapkan atau mendengarkan kalimat ini? Faktanya, kalimat ini tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Menjadi anak tunggal itu memang akan mendapat perhatian sepenuhnya dari orang tua tapi kita cenderung bergantung kepada orangtua, serta sering menghabiskan waktu di rumah dibandingkan harus bermain keluar rumah. Meskipun begitu, anak tunggal memiliki sifat yang dewasa, berjiwa sosial, teliti dan percaya diri. 

Selanjutnya: Apakah kamu seorang introvert? Jika iya, selamat adalah kamu adalah karyawan terbaik. Berikut alasannya