Pertanyaan Serius: Saya Berselingkuh, Apa yang Harus Dilakukan?

Pertanyaan Serius: Saya Berselingkuh, Apa yang Harus Dilakukan?
ISTOCK

Bagaimana jika hanya melakukan micro-cheating?

Susah memang jadi orang cantik/ ganteng: tidak hanya dikagumi oleh diri sendiri dan pasangan, tapi juga setiap orang. Tidak heran jika mereka yang memiliki keatrakifan level tinggi cenderung tidak setia dalam hubungan jangka panjang—godaannya terlalu banyak, terlalu banyak yang suka dan ingin memiliki. Dan apa definisi atraktif? Tergantung. Jika kamu membandingkan dirimu dengan seseorang yang cantik banget (ambil contoh Gal Gadot), tidak peduli seberapa hebat pujian yang diterima selama ini, kamu akan merasa kurang atraktif. Sebaliknya, kalau dibandingkan dengan seseorang yang tidak begitu bikin pangling dalam hal raut wajah, kamu akan merasa lebih atraktif dari orang tersebut. Kesimpulannya (seperti hasil penelitian dari Harvard): semua orang bisa tidak setia—atraktif atau tidak, bukan satu-satunya faktor. 

Jadi, bilang saja kamu (yep, kamu) selama ini dianggap oleh banyak orang—secara subjektif—cantik, manis, ganteng, ayu, memesona, dll, dan... baru saja melakukan sebuah kesalahan yang tidak bisa ditutupi: selingkuh. Sama seperti cantik/ganteng yang cenderung tidak abadi, perselingkuhan (cepat atau lambat) akan ketahuan. Lantas, apa yang sebaiknya kamu lakukan? Untuk itu, Woop bertanya kepada Rismiyati Koesma, seorang dosen Fakultas Psikologi dari Universitas Padjajaran. 

APAKAH DEFINISI SELINGKUH?

"Perselingkuhan adalah masalah yang sering kita dengar dan sudah berlangsung lama, perselingkuhan didefinisikan sebagai perilaku dari salah satu pasangan (suami/istri) yang melakukan hubungan dengan orang lain tanpa sepengetahuan pasangannya," jawab Rismiyati.

Menurutnya, makna atau definisi perselingkuhan bisa berbeda bagi setiap orang/pasangan, mengapa? "Karena persepsi masing-masing orang berbeda; hal ini disebabkan kerangka pikir setiap orang berbeda, kebutuhan setiap orang berbeda dan nilai hidup setiap orang berbeda, juga pengalaman dan riwayat hidupnya berbeda-beda. Karenanya perselingkuhan didefinisikan sebagai: ada hubungan yang intens dalam bentuk: hanya khayalan atau memikirkan  “orang lain”, berhubungan melalui media sosial tanpa bertemu, melakukan hubungan sesaat, melakukan hubungan atau berjalan bersama tanpa ada hubungan fisik sampai melakukan hubungan fisik," ujarnya. 

SEKARANG ADA ISTILAH MICRO-CHEATING, APAKAH HAL INI JUGA SEBUAH PERSELINGKUHAN?

Untuk yang belum tahu, istilah ini pertama kali digunakan oleh Dr. Martin Graff, seorang psikolog dari University of South Wales. Micro-cheating adalah sebuah kategori perselingkuhan yang termasuk di dalamnya merayu, menggoda seseorang secara daring, mulai dari mengirim emoji (seperti mata dengan gambar hati) sampai dengan mengirim pesan pribadi kepada mantan. 

"Hal ini bisa dikatakan selingkuh ketika pasangan tersebut benar-benar merasakan kepuasan dari media digital tersebut, pertimbangkan apakah tetap ada rasa ingin tahu yang besar akan kondisi mantan atau orang lain yang bisa memuaskan dirinya," Rismiyati berpendapat. 

SAAT SESEORANG BERSELINGKUH, MANA YANG LEBIH PENTING: MENGAKUI KEPADA DIRI SENDIRI ATAU KEPADA PASANGAN?

"Mengakui kepada pasangan lebih penting," jawabnya dengan tegas. Pasalnya, Rismiyati menerangkan bahwa ketika kita sudah mempunyai komitmen dalam ikatan perkawinan, menyimpan sesuatu yang salah selama bertahun-tahun, lambat laun akan menyiksa dirimu sendiri, "merasa bersalah pada pasangan dan selalu waspada karena ia harus terus menerus memprotek dirinya agar tidak ketahuan oleh pasangannya. Kecuali bila ia tidak merasa bersalah, artinya ia tergolong individu yang egoistis dan tidak memiliki moral serta rasa tanggung jawab terhadap komitmen yang sudah ia buat dengan pasangannya." 

APAKAH KITA PERLU MEMBERITAHUKAN SEMUA DETIL DAN INFORMASI?

"Informasi detil bisa disampaikan ketika masing-masing sudah saling memaafkan, kepala sudah dingin, no hard feeling dan bisa diskusi secara terbuka. Soalnya, yang akan didiskusikan adalah harapan dari masing-masing pasangan, agar masing-masing bisa memahami apa yang dibutuhkan pasangannya dan mengerti mengapa pasangannya berselingkuh karena kebutuhan yang tidak terpuaskan tadi. Ketika sikap memaafkan belum terjadi, sebaiknya informasi perselingkuhan tidak dijelaskan secara detil dulu, kata maaf dan trust harus diupayakan dulu," anjurnya. 

SEBERAPA PENTING MENCARI TAHU APA YANG MENYEBABKAN KITA BERSELINGKUH? 

"Benar, adalah sangat penting untuk mengetahui penyebab seseorang melakukan perselingkuhan," Rismiyati menegaskan. Menurutnya, biasanya pasangan yang berselingkuh bisa karena tidak sengaja bertemu dengan seseorang yang dianggap sesuai bagi dirinya. "Kebanyakan karena ada rasa frustrasi terhadap pasangannya, merasa tidak diperhatikan dan ini baru dirasakan setelah perkawinan berjalan sekian lama. Ada rasa hampa, menilai pasangan tidak menjalankan kewajibannya dengan baik sehingga pasangan yang selingkuh merasa haknya tidak terpenuhi." Kemungkinan penyebab lain adalah salah satu pihak menilai dirinya sudah banyak melakukan pengorbanan terhadap pasangannya, tapi pasangannya tidak pernah memahami apa yang diinginkan oleh dirinya. "Sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi bila komunikasi di antara mereka bersifat terbuka," kata psikolog ini. "Masing-masing mengutarakan apa yang dibutuhkan dan diinginkan serta mengajarkan pasangannya bagaimana cara yang tepat dalam memenuhi dan memuaskan keinginannya. Pada umumnya kebutuhan yang tidak terpenuhi lebih banyak dipendam sendiri dengan harapan pasangannya akan mengerti sendiri," kata Rismiyati. Dengan kata lain, kita harus mengerti bahwa sampai saat ini manusia normal biasanya tidak memiliki kemampuan membaca pikiran, jadi masih membutuhkan penyampaian verbal agar pasanganmu bisa mengerti keinginanmu.  

JIKA BERSELINGKUH KARENA SUDAH TIDAK CINTA LAGI, APAKAH MASIH HARUS TETAP MEMBEBERKAN RAHASIA ITU?? ATAU LANGSUNG BERPISAH SAJA?

"Jika tidak ada perasaan lagi terhadap pasangannya, sebaiknya yang didiskusikan adalah mengapa perasaan cinta dan saling membutuhkan sudah hilang, dan apa keinginan masing-masing. Yang penting adalah akan mempertahankan atau mengakhiri perkawinan. Bila akan mempertahankan, sebaiknya diskusikan permasalahan antara keduanya. Persoalan dengan teman selingkuh sebenarnya tanggung jawab yang berselingkuh."

KITA BERSELINGKUH TAPI MASIH INGIN MELANJUTKAN HUBUNGAN DENGAN PASANGAN. APA SOLUSINYA? 

"Yang paling mudah adalah menghentikan perselingkuhan yang ia lakukan," tegas Rismiyati. Namun, Rismiyati menjelaskan bahwa jika seseorang berselingkuh karena kecewa dengan pasangannya dan mendapatkan kepuasaan dari selingkuhannya, "maka yang bersangkutan akan berada dalam kondisi konflik batin. Maju mundur dalam mengambil keputusan, karena pada dasarnya setiap orang adalah egois dan serakah." Rismiyati menyarankan jika pihak yang berselingkuh ingin kembali kepada pasangannya, maka ia harus berani berkorban dan mengakhiri perselingkuhan tersebut untuk menata ulang kehidupan pernikahannya.

Idealnya, menurut Rismiyati, kehidupan perkawinan perlu dievaluasi setiap enam bulan sekali atau per semester; melakukan komitmen ulang dalam perkawinan dan saling membantu pasangannya yang sedang terpuruk (baca: kecewa karena pasangannya).

ADAKAH TANDA-TANDA BAHWA SEBUAH HUBUNGAN BISA DISELAMATKAN?

HALAMAN
12