Selalu Ingin Mengecek Ponsel Pasangan? Mungkin Kamu Mengalami Ini

Selalu Ingin Mengecek Ponsel Pasangan? Tanda Mengalami Ini!
ISTOCK

Selalu ingin mengecek ponsel pasangan dan melihat history chat-nya, hati-hati mungkin hubunganmu sedang mengalami ini.

Kalau boleh jujur, terkadang godaan membuka ponsel pasangan jauuuh melebihi godaan .... (isi sendiri). Misalnya, godaan menahan diri minum lebih dari empat gelas kopi satu hari, atau berkomentar tentang seorang kakek dan nenek (pasti kamu tahu siapa)dua tantangan itu ibarat startup dan Google-nya berupa godaan mengintip handphone pasangan. Minion vs Venom. Padahal kita tahu: curiosity killed the cat. Jadi, sebenarnya dalam aturan sebuah hubungan, lumrahkah pasangan berhasrat melihat/mengecek ponsel pihak lain? 

Menurut Sri Juwita Kusumawardhani., M.Psi., Psikolog., seorang psikolog klinis dewasa, dari LPTUI dan TigaGenerasi yang juga pendiri dari Cinta Setara, ada beberapa hal yang dapat menjadi alasan mengapa kita terdorong mengecek ponsel pasangan. Kata kunci: ow-ow. 

  1. Adanya isu kepercayaan. "Kita merasa ada yang disembunyikan oleh pasangan, kita tidak cukup percaya dengan apa yang ditunjukkan dan dikatakan oleh pasangan secara langsung kepada kita."

  2. Masalah komunikasi yang buruk. "Kita dan pasangan sulit terbuka satu sama lain. Kita merasa perlu memahami pasangan melalui cara berkomunikasinya dengan orang lain."

  3. Ada kecurigaan bahwa pasangan selingkuh. "Kita merasa perilakunya berubah atau tidak seperti biasanya sehingga kita ingin memastikan apakah ada orang ketiga di dalam hubungan."

Sekali lagi: ow-ow (ala Teletubbies). 

“Nah, jika dilihat dari beberapa alasan di atas, tentunya keinginan untuk mengecek ponsel pasangan adalah salah satu tanda hubungan yang tidak sehat. Jika memang ada yang dicuriga atau kurang sreg terhadap pasangan, mengapa tidak kita coba untuk ditanyakan saja secara langsung,” sarannya. 

Masih ingat 'kan pepatah: malu bertanya, hubungannya tidak jalan-jalan? Atau kamu memang pemalu, atau cenderung ingin menghindari konflik, sehingga butuh kisi-kisi bagaimana membuka percakapan tentang ponsel dan privasi kepada pasangan? 

“Untuk aturan, tentunya setiap pasangan memiliki kesepakatan masing-masing terkait hal ini. Ada pasangan yang benar-benar menjaga privacy masing-masing hingga tidak berbagi kode atau password ponsel, email atau media sosial. Ada juga pasangan yang berbagi kode hanya untuk berjaga-jaga jika ada keadaan darurat dan tetap tidak membuka privacy pasangan di belakangnya. Ada juga yang saling membuka isi ponsel atau media sosial di depan pasangan,” lanjutnya. Sebenarnya, “apa pun kesepakatannya, pastikan ini adalah hal yang disetujui oleh kedua belah pihak dan dilandasi oleh rasa percaya satu sama lain dan keinginan untuk menjaga komitmen serta kepercayaan pasangan.”

Di dalam tulisan ini terdengar mudah, tapi pada kenyataannya jauuuh lebih sulit dibandingkan menahan godaan karbo padahal minggu depan adalah pesta pernikahanmu dan ada ancaman ukuran gaun pengantin sepertinya tidak muat. Tahan diri, teman!