Tahukah Kamu Kalau Cinta Mengubah Selera Makan? Ini Buktinya

Tahukah Kamu Kalau Cinta Mengubah Selera Makan? Ini Buktinya
iStock
Tahukah Kamu Kalau Cinta Mengubah Selera Makan? Ini Buktinya

Apakah awalnya kamu tidak suka pedas dan sekarang menyukainya karena pasangan? Apa cinta mengubah cita rasa?

Riset membuktikan itu benar. Mustahil memang menghitung hal-hal yang kita lakukan untuk cinta. Kita berubah dan beradaptasi ketika berada dalam suatu hubungan. Beberapa suka mengambil kebiasaan yang disukai pasangan mereka dan lainnya bahkan dapat mengubah gaya hidup untuk membuat orang yang dicintai bahagia.

Tahukah bahwa cinta bisa mengembangkan rasa makanan serupa seperti pasanganmu ketika kalian bersama untuk waktu yang lama? Nah, itulah yang diungkap dalam sebuah penelitian, diterbitkan dalam jurnal Appetite.

Peneliti dari Jerman dan Polandia mensurvei 100 pasangan yang telah menikah atau dalam suatu hubungan, baik jangka pendek maupun panjang. Usia hubungan mereka mulai dari tiga bulan hingga 45 tahun.

img

Para peserta diminta untuk menilai beberapa aroma seperti mawar, kayu putih, kulit, dan daging asap. Bahkan preferensi rasa mereka diuji setelah para peneliti mengecap rasa yang berbeda seperti manis, asin, pahit, asam, pada lidah peserta. Mereka juga diminta untuk menilai rasa berdasarkan kesukaan dan ketidaksukaannya.

Setelah uji coba, para peneliti menemukan bahwa pasangan yang telah lama bersama memiliki preferensi yang sama untuk rasa dan bau. Kesimpulan tersebut datang setelah membandingkan peringkat mereka pada rasa dan aroma yang berbeda. Tidak heran, pasangan yang telah menjalin hubungan jangka panjang akhirnya memberikan peringkat sama.

Selain penelitian yang disebutkan di atas, ada juga studi lain dengan hasil serupa. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Science Direct, kebiasaan makanan dapat menjadi sumber konflik bagi pengantin baru ketika kedua pasangan memiliki preferensi berbeda. Namun seiring berjalannya waktu, kedua pasangan itu mengembangkan ‘tingkat kompatibilitas yang berbeda-beda dalam hal preferensi dan toleransi makanan’.

Beradaptasi dengan pasangan mungkin menjadi salah satu alasan di balik perubahan selera seseorang terhadap makanan. Akan tetapi, preferensi mereka untuk aroma yang sama memiliki alasan evolusi. Penelitian telah membuktikan bahwa ketika dua orang memiliki bau serupa, mereka lebih mungkin kompatibel.

Ketika pasangan berada dalam hubungan jangka panjang, mereka akhirnya berbagi banyak hal, termasuk rumah dan makanan. Selalu berada dalam lingkungan yang sama menghadapkan seseorang pada rangsangan penciuman dan gastronomi serupa.

Saat itu terjadi berulang kali dalam waktu lama bisa membentuk preferensi seseorang untuk rasa dan bau semacam itu. Meski demikian, hal ini mungkin tidak berlaku untuk pasangan yang memiliki kebiasaan makanan sangat berlawanan.

Sebagai contoh, jika satu pihak vegetarian dan yang lain adalah non-vegetarian, mereka mungkin tidak mengembangkan rasa yang sama. Termasuk ketika salah satu pasangan menganut diet tertentu atau menghindari beberapa makanan karena alasan kesehatan.

Bagaimana kamu dan pasangan? Apa kini selera kalian sama setelah menikah?

Selanjutnya: kamu perlu tahu para perempuan, ini hal-hal yang sering membuatmu keliru tentang make up. Baca di sini lebih lengkapnya.