10 Tanda dan Ciri-ciri Kehamilan Sering Terlewati!

10 Tanda dan Ciri-ciri Kehamilan Sering Terlewati!

Tanda dan ciri-ciri kehamilan yang jarang di sadari dan penting untuk di ketahui oleh calon ibu pada saat awal kehamilan

WOOP.ID - Untuk mengetahui kehamilan, biasanya perempuan mengenalinya dengan gejala awal yang dirasakan tubuh.

Ada perbedaan yang umum terjadi dan ini dianggap sebagai tanda-tanda hamil muda. Tanda kehamilan di minggu pertama sering kali tidak terasa signifikan, sehingga banyak calon ibu yang tidak menyadarinya.

Terlambat menstruasi adalah tanda-tanda awal hamil yang paling jelas dan umum.

Namun, ada juga wanita yang memiliki siklus datang bulan tidak teratur sehingga ia tidak menyadari kehamilannya.

Meskipun telat datang bulan memang menjadi salah satu tanda awal kehamilan, tetapi sebenarnya terlambat datang bulan bukanlah faktor utama yang menjadi acuan bahwa kamu sedang hamil muda.

Terlambat datang bulan juga bisa terjadi karena faktor lainnya seperti hormon yang tidak seimbang, pola makan yang salah, kondisi stres yang sedang kamu alami meningkat, atau berbagai faktor lainnya. 

Kenali tanda-tanda kehamilan, agar dapat membantu kamu memahami lebih banyak dan bisa mempersiapkan diri lebih baik untuk menyambut sang buah hati.

Inilah Tanda dan Ciri-ciri Kehamilan Yang Paling Umum dan Sering Terjadi 

1. Terlambat Menstruasi

Penyebab Siklus Menstruasi Tidak Teratur
Penyebab Siklus Menstruasi Tidak Teratur

Terlambat menstruasi merupakan gejala yang paling jelas dan umum terjadi saat perempuan mengalami kehamilan.

Biasanya menstruasi tidak terjadi setelah 4-5 hari atau lebih sejak tanggal seharusnya. Keterlambatan lebih dari seminggu harus diperhatikan, coba untuk melakukan tes uji kehamilan.

Tes uji kehamilan ini dapat dilakukan dengan alat atau test pack yang dijual bebas di apotek atau supermarket. 

2. Kram Perut 

Kram Perut
Kram Perut

Kram perut adalah hal umum yang sering terjadi dan dirasakan perempuan yang sedang hamil muda. 

Kram perut pada saat hamil ini rasanya hampir sama dengan kram perut saat menstruasi. 

Yuk kenali beberapa penyebab kram perut saat hamil muda.

Berikut ini adalah beberapa penyebabnya!

  • Perubahan hormon Gejala ini mungkin disebabkan oleh rahim yang membesar atau peningkatan kadar progesteron. Hal ini ternyata berdampak terhadap penurunan sistem kerja saluran cerna. Penurunan fungsi saluran cerna mengakibatkan makanan yang dikonsumsi ibu hamil akan diolah secara lambat di dalam saluran cerna. Hal inilah yang akhirnya memicu terjadinya sembelit dan munculnya kram perut.
  • Pembesaran ukuran rahim Ukuran rahim yang semakin besar dapat menyebabkan peregangan pada dinding perut dan perubahan posisi usus. Kondisi ini dapat menyebabkan ibu hamil mengalami kram perut dan bahkan mual. Hal lain yang terjadi juga yaitu karena pertumbuhan uterus (rahim) yang cepat untuk menampung janin yang sedang tumbuh yang dapat menyebabkan kram di awal kehamilan. Karena ligamen dan otot yang menopang rahim yang mulai membesar dan menebal seiring perkembangan janin. Kamu juga dapat merasakan nyeri yang tajam setiap kali saat berdiri, mengubah posisi tidur secara tiba-tiba, atau bersin/batuk.

Selain kedua penyebab tersebut, beberapa hal lain juga dapat menyebabkan kram perut saat hamil muda, yaitu saat atau setelah melakukan hubungan seksual dan ketika mengalami orgasme.

Untuk mengatasi kram perut yang cukup mengganggu, kamu bisa melakukannya dengan cara mengompres perut dengan bantal penghangat dan jangan lupa untuk beristirahat cukup.

3. Perubahan Payudara dan Puting 

Puting Payudara
Puting Payudara

Perubahan yang paling terlihat sebagai ciri-ciri hamil adalah perubahan fisik. Salah satu gejala awal kehamilan yang paling umum adalah perubahan pada payudara. 

Payudara pada ibu hamil umumnya akan terasa lebih kencang. Bahkan, dalam beberapa kasus, payudara terasa nyeri dan tidak nyaman.

Pada minggu-minggu pertama kehamilan, payudara ibu terasa lebih besar, berat, kencang, dan keras dari biasanya. Payudara juga mungkin terasa lebih sensitif dan nyeri, juga terasa sesak.

Selain itu, warna putingnya juga memerah atau areola (area sekitar puting) berubah warna menjadi lebih hitam.

4. Morning sickness

Cara mengatasi mual hamil muda
Cara mengatasi mual hamil muda

Morning sickness atau rasa mual dan muntah-muntah yang dirasakan oleh kebanyakan ibu hamil pada trimester pertama kehamilan.

Morning sickness atau mual yang dialami saat hamil tentu bukan hal yang menyenangkan. Rasa mual dan keinginan untuk muntah bisa datang kapan saja, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Selain mengganggu, keluhan ini bisa menyebabkan kurangnya asupan nutrisi, termasuk air minum dan juga kurangnya nafsu makan.

Perasaan mual dan gejala muntah-muntah ini berbeda pada setiap perempuan yang sedang hamil muda. Karena pada kenyataannya, tidak semua calon mama akan mengalami morning sickness saat ia sedang mengandung janinnya. 

Untuk mengatasi rasa mual dan muntah-muntah saat mengalami morning sickness, morning sickness dapat dicegah dengan menghindari makanan yang bisa memicu rasa mual, seperti makanan yang terlalu pedas, panas, atau yang mengandung banyak gula.

Ibu hamil juga bisa melakukan beberapa cara berikut ini untuk meredakan keluhan morning sickness:

  • Minum air putih atau kuah sup. 
  • Hindari minuman yang berkafein.
  • Istirahat yang cukup. Pada sebagian ibu hamil, kurang istirahat juga bisa memicu mual dan muntah.
  • Saat bangun tidur, biasakan untuk mengkonsumsi makanan ringan dahulu sebelum beranjak dari tempat tidur.
  • Bila rasa mual muncul setelah minum suplemen kehamilan, seperti zat besi, konsumsilah suplemen tepat sebelum tidur.
  • Hirup udara segar dan tenangkan pikiran.
  • Longgarkan bra dan selalu gunakan pakaian yang nyaman.
  • Gunakan pengharum ruangan, parfum, atau pewangi pakaian dengan aroma terapi untuk mengalihkan rasa mual.

Jika keluhan mual dan muntah tidak juga berkurang atau justru semakin berat, periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

5. Keluar Flek Darah

Dok. Shutterstock
Dok. Shutterstock

Keluarnya flek darah dari vagina seringkali disalahartikan sebagai darah haid. Meskipun mirip, flek darah karena kehamilan memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan flek darah saat menstruasi.

Flek saat hamil terjadi ketika kamu mendapati adanya tetesan darah berwarna merah, pink, ataupun kecokelatan yang keluar dari vagina. Flek saat hamil cukup umum terjadi. Sekitar 20 persen wanita mengandung mengalaminya, terutama di trimester pertama kehamilan.

Jika kamu mengalami flek, cobalah kenakan panty liner, sehingga kamu bisa mengetahui warna flek dengan jelas dan seberapa banyak perdarahan yang terjadi.

Kamu tidak disarankan untuk menggunakan tampon atau melakukan vaginal douche (gurah vagina) karena bisa membahayakan kehamilan.

Sebagian wanita yang mengalami flek pada saat awal kehamilan juga akan mengalami nyeri ringan di bagian perut bawah. Hal ini wajar terjadi saat proses menempelnya embrio ke dinding rahim.

Namun, waspadalah jika kamu merasakan nyeri yang cukup berat, terutama jika disertai dengan pendarahan yang cukup banyak. Itu menunjukkan adanya masalah pada kehamilan. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, sebaiknya segera periksa ke dokter kandungan.

Jadi jangan buru-buru panik saat kamu mengalami hal ini ya!

6.  Lebih Sering Buang Air Kecil

Sadar Gak sih Kalau Kamu Sering Salah Pakai Toilet? - 0
Sadar Gak sih Kalau Kamu Sering Salah Pakai Toilet? - 0

Buang air kecil lebih sering daripada biasanya, biasa dialami oleh wanita yang sedang hamil muda.

Hal tersebut terjadi karena adanya tekanan di bagian kandung kemih akibat pertumbuhan janin di rahim.

Untuk meringankan atau mencegah keluhan sering buang air kecil, kamu bisa melakukan beberapa tips berikut ini:

  • Berhenti minum air putih menjelang tidur Jika kamu merasa terganggu akibat harus sering bangun dan buang air kecil di malam hari, kamu bisa mengurangi konsumsi cairan atau berhenti minum air putih dalam waktu 1 atau 2 jam sebelum tidur. Namun, pastikan saat siang hari, asupan air sebanyak 8–12 gelas sehari terpenuhi. Tujuannya tentu agar ibu hamil terhindar dari risiko dehidrasi selama masa kehamilan.

  • Hindari konsumsi minuman berkafein Selain itu, bumil juga perlu mengurangi minum teh, kopi, soda, dan minuman lain yang mengandung kafein. Karena kafein bisa merangsang tubuh untuk lebih sering buang air kecil.

  • Lakukan Senam Kegel Selain sering ingin buang air kecil, kamu mungkin akan merasa sulit menahan pipis ketika kehamilan memasuki trimester akhir. Untuk mengatasi keluhan tersebut, kamu dapat mencoba senam Kegel.

  • Kurangi stres Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, stres merupakan salah satu penyebab sering buang air kecil. Jika kamu sering merasa cemas atau stres saat hamil, cobalah untuk melakukan relaksasi atau olahraga ringan, seperti yoga ibu hamil, untuk mengatasi stres.

Walaupun kondisi ini akan melelahkan karena kamu harus bolak balik ke kamar mandi, perempuan yang sedang hamil tidak boleh menahan-nahan rasa ingin buang air kecil agar tidak terjadi infeksi.

7. Mudah Lelah dan Lemas

Gejala Perimenopause - Kelelahan
Gejala Perimenopause - Kelelahan

Tanda dan ciri-ciri kehamilan yang umum terjadi adalah mudah lelah.

Mudah merasa lelah saat hamil diakibatkan oleh meningkatnya kadar hormon progesteron dalam tubuh. Hormon progesteron adalah depresan alami bagi sistem saraf pusat yang menyebabkan ibu hamil mudah merasa mengantuk.

Selain itu pada trimester pertama ini tubuh akan bekerja jauh lebih keras memompa hormon dan memproduksi lebih banyak darah agar nutrisi janin terpenuhi. 

Rasa khawatir juga sangat berpengaruh dalam menyerap energi pada saat kamu hamil. Perbanyak waktu istirahat dan konsumsi makanan yang bergizi.

Menambah pengetahuan seputar kehamilan dapat membantu mengurangi kekhawatiran.

Namun, tidak perlu khawatir karena ciri-ciri hamil ini normal terjadi.

8. Perubahan Suasana Hati atau Mood Swings

ISTOCK
ISTOCK

Tanda dan ciri-ciri kehamilan yang tidak banyak calon ibu sadari adalah mood swing.

Mood ibu yang sedang hamil muda rentan tidak stabil dan mudah berubah-ubah.

Selama masa hamil, hormon estrogen dan progesteron akan meningkat. Peningkatan ini menyebabkan perubahan suasana hati.

Terkadang, mungkin ceria tapi tak berapa lama kemudian bisa marah atau menangis tersedu-sedu jadi ibu hamil akan lebih sensitif daripada biasanya. 

9. Sakit Kepala

ISTOCK
ISTOCK

Sakit kepala adalah tanda dan ciri-ciri kehamilan yang dialami perempuan.

Ini terjadi karena tubuh akan menampung sekitar 50 persen darah tambahan saat hamil. Umumnya, di awal kehamilan ibu hamil akan mengalami anemia.

10. Sakit Pinggang Belakang

Ciri-ciri Awal Kanker Kulit - Sendi terasa nyeri
Ilustrasi sakit pinggang

Sakit pinggang pada saat hamil adalah keluhan yang umum terjadi. Meski biasanya akan membaik dengan sendirinya, sakit pinggang saat hamil dapat berdampak buruk pada kenyamanan ibu jika tidak ditangani. 

Sakit pinggang saat hamil umumnya disebabkan oleh perubahan pusat gravitasi tubuh. Karena perkembangan kandungan, ibu hamil perlu menyesuaikan postur tubuhnya ketika berdiri dan berjalan.

Selain itu juga, perubahan hormon dan peregangan ligamen juga dapat terjadi, sebagai proses alami tubuh dalam mempersiapkan persalinan.

Peregangan ini dapat memicu timbulnya tekanan dan rasa sakit pada punggung bawah dan pinggang.

Tips Atasi Sakit Pinggang saat Hamil

ISTOCK
ISTOCK

Meski sedang hamil, bukan berarti aktivitas keseharian di rumah hanya makan dan santai-santai saja. Ibu hamil tetap perlu aktif secara fisik, bahkan beraktivitas normal seperti sebelum hamil, tetapi dengan porsi yang lebih ringan.

Jadi, apa saja aktivitas yang bisa dilakukan untuk mengurangi sakit pinggang saat hamil? Inilah beberapa di antaranya:

  •  Berolahraga Teratur

Olahraga dapat meningkatkan kelenturan tubuh, sekaligus memperkuat otot. Aktivitas ini juga dapat melatih otot pinggang, perut bawah, dan kaki.

Tetapi, jenis olahraga yang perlu dilakukan bukanlah yang berat. Kamu bisa memulainya dengan berjalan kaki, berenang, atau melakukan yoga.

Lakukan semua gerakan dengan hati-hati karena sendi tubuh saat hamil cenderung menjadi lebih longgar.

  •  Perbaiki Posisi Tidur 

Saat hamil, posisi tidur ibu disarankan miring ke samping, bukan telentang.

Saat tidur dengan posisi miring, sebaiknya tekuk salah satu lutut dan tempatkan bantal di bawahnya. Letakkan juga bantal di bawah perut dan di belakang punggung.

Gunakan juga bantal penyangga pada punggung saat berbaring atau duduk dalam waktu lama.

  •  Hindari Kebiasaan Duduk dan Berdiri Terlalu Lama

Ibu hamil lebih berisiko mengalami sakit pinggang jika terlalu banyak menghabiskan waktu untuk duduk atau berdiri.

Dalam jangka waktu yang terlalu lama, aktivitas duduk dan berdiri dapat memicu kemunculan rasa sakit pada pinggang. 

  • Pijat Kehamilan

Ada pijat khusus untuk ibu hamil yang dilakukan oleh terapis bersertifikat dapat membantu meredakan sakit pinggang dan menjadikan tubuh ibu hamil lebih relaks. 

  •  Jaga Berat Badan agar Tetap Ideal

Ibu hamil juga harus menjaga berat badan ideal. Karena, berat badan berlebih berisiko menyebabkan sakit pinggang saat hamil.

Jadi, cobalah untuk mulai mengendalikan kenaikan berat badan dengan mengonsumsi banyak makanan sehat, serta kurangi makanan manis dan berlemak.

  • Gunakan Sepatu Hak Datar

Selalu gunakan sepatu dengan hak datar yang nyaman ketika bepergian dan hindari berdiri dalam waktu lama.

Seiring membesarnya perut, penggunaan sepatu hak tinggi hanya akan membuat ibu hamil makin berisiko mengalami sakit pinggang.

Inilah beberapa tips yang bisa dicoba untuk mengatasi sakit pinggang saat hamil. Jika sakit tak kunjung hilang setelah mencoba cara-cara tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. 

Nah, itu dia beberapa tanda dan ciri-ciri pada ibu hamil sering terjadi. Setelah tanda kehamilan seperti di atas muncul, segeralah lakukan tes kehamilan dengan menggunakan test pack atau langsung memeriksakannya ke dokter. 

Baca: Harus Baca! Ini 5 Masalah Kehamilan Paling Common!

Baca: Ingin Cepat Dapat Momongan? Ketahui 7 Tips Program Hamil ini

Baca: Sibukkan Diri, Ini 5 Cara Atasi Mual Saat Hamil Muda

Baca: Review Aplikasi Pregnancy+: Aplikasi Kehamilan Terlengkap

Baca: Produk dan Kebiasaan Apa yang Harus Dihindari saat hamil?