Jangan Sampai Salah Pilih! Tanyakan 6 Ini ke Pasanganmu Sebelum Menikah

Tanyakan 6 Ini ke Pasanganmu Sebelum Menikah
ISTOCK

Jawabannya harus jelas—jangan sampai cuma "eh... eh... hm...." aja. Siapa tau dia bukanlah jodoh yang kamu cari. 

Kamu jatuh cinta, lalu berpikir untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya, atau yang disebut juga dengan pernikahan. Jika saat memutuskan hal tersebut pikiranmu—dan pasanganmu—terasa di awang-awang dan ditutupi sepenuhnya oleh gas yang bernama cinta sehingga sulit untuk berpikiran logis, it's OK. Kita semua pernah berada di posisi itu: heboh memikirkan pernak-pernik seperti font apa yang paling cocok dipakai di undangan pernikahan atau suvenir—lebih bagus kalender atau pembuka botol. Padahal, kalau dipikir-pikir (seandainya pikiran kita jernih) ada beberapa hal penting yang sebaiknya kita klarifikasi sebelum akhirnya mengatakan, "Ok, ayo menikah." 

Di Reddit (seperti yang dituliskan oleh Business Insider) ada sebuah kolom dengan judul, "Pertanyaan apa yang harus ditanyakan oleh setiap orang sebelum menikah?" Tidak hanya berkaitan dengan pernikahan, tapi kebanyakan pertanyaan juga bisa diaplikasikan untuk yang ingin mulai serius menjalani hubungan mereka. Berikut beberapa di antaranya: 

1. Apakah kamu ingin punya anak?

Seseorang bernama IntoTheMystic1 menyarankan untuk mengetahui hal tersebut sebelum bersumpah mati agar tidak kecewa dan patah hati. Pasalnya ada pasangan khawatir kalau hubungan suami-istri akan rusak begitu anak pertama brojol sehingga enggan punya anakdan ini sangat bisa dimengerti. Jika tahu ketakutannya dari awal, kalian berdua bisa membicarakan dan menemukan solusinya. Beberapa peneliti menyarankan tips untuk mencegah kemelut pernikahan setelah anak lahir, di antaranya: membangun kemesraan, peduli apa yang terjadi pada pasangan dan responsif, dan mengatasi masalah bersama-sama. 

2. Berapa utang yang kamu miliki?

Pertanyaan ini memang dijamin membuat si penanya dan yang menjawab gatal, gerah dan merasa aneh, tapi harus dibicarakan dengan jujur. Pasalnya, berbohong akan merusak hubungan kalian dan bagaimana seseorang mengelola keuangan pribadinya akan berdampak pada pernikahan tersebut. 

3. Siapa yang masak, bersih-bersih, dan mencuci baju?

Jika beruntung, kamu mungkin akan memiliki asisten rumah tangga yang membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Namun, tidak semua pasangan (apalagi baru) mengalami skenario yang sama. Pertanyaan ini diajukan oleh pemilik akun Back2Bach dan printilan sejenis ini penting untuk dibicarakan oleh para pasangan karena menurut Pew Research Control merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pernikahan. Beberapa peneliti bahkan menyimpulkan bahwa sampai sekarang masih saja hanya perempuan yang cenderung mengurusi hal tersebut. Para peneliti ini menuliskan: "Pasangan dalam penelitian kami yang memiliki ketidakjelasan tentang apa, kapan, dan bagaimana pekerjaan rumah diselesaikan seringkali mengatakan bahwa mereka sangat capek dan sibuk dan memiliki kesulitan mengomunikasikan ketidakpuasaan dalam hidup mereka. Sebaliknya, pasangan yang mempunyai kejelasan dan pengertian siapa yang melakukan apa, tidak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk bernegosiasi tentang hal tersebut; alur hidup mereka terlihat lebih mulus." 

4. Berapa banyak waktu personal yang kamu butuhkan?

Seseorang dengan nama jdoe74 mengatakan bahwa dirinya dan istrinya sering bepergian/melakukan sesuatu dengan hanya teman-teman mereka (tanpa pasangan), dan juga jalan-jalan berduaan. "Kami punya teman yang sudah menikah dan tidak boleh melakukan apapun," katanya. Padahal, menghabiskan waktu secara terpisah dan memperkaya diri dengan melakukan sesuatu di luar hubungan kalian bisa jadi akan semakin memperkuat hubungan suami-istri.